Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 21 " Mulai berkultivasi "


__ADS_3

Jean berjalan memasuki Air Surgawi, saat kakinya menyentuh Air Surgawi, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit seperti di gerogoti banyak semut kecil.


' Sial, belum sampe di tempat yang lebih dalam. Tubuhku hampir tidak bisa bertahan ' batin Jean. Merutuki dirinya.


Huli dan Long yang melihat perubahan wajah Jean, merasa sangat khawatir.


" Long, apa Nona bisa melewatinya? aku khawatir, " ucap Huli.


" Tenanglah, Nona orang yang sangat hebat, dia pasti bisa, " ucap Long, menenangkan. Sebenarnya Long juga merasa khawatir, tapi ia tidak ingin menunjukkannya kepada Huli. Jika ia menunjukkannya maka Huli akan semakin khawatir.


' Nona, kau pasti bisa. Aku percaya padamu ' batin Long.


Jean menggertakan giginya, ia tetap melangkah maju, menuju ke tempat yang lebih dalam. Ia hampir jatuh pingsan karena sakit di tubuhnya, Jean menggigit bibirnya hingga berdarah, untuk memyadarkan dirinya. Air Surgawi kini sudah berada di batas leher Jean, Jean terus berjalan hingga tubuhnya benar-benar tertutup Air Surgawi.


Jean sudah berada di dalam Air surgawi yang sangat dalam, ia tetap mempertahankan kesadarannya. Semakin dalam Jean berada di Air Surgawi semakin sakit pula tubuhnya.


" Akhh, " Jean merintih kesakitan.


' Sial, tubuhku seperti akan hancur ' batin Jean.


Jean hampir hilang kesadarannya, ia kembali menggigit bibirnya untuk mempertahankan kesadarannya, Tapi kesadaran Jean tidak bertahan lama. Tubuh Jean sudah hancur berkeping-keping. Jean sudah tidak sadarkan diri, ia seperti sedang tertidur, Jean tidak lagi merasakan sakit. Tubuh Jean kembali terbentuk tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Itulah yang disebut 'Kelahiran Kembali'. Bunga lotus yang sangat besar ( bisa di katakan raksasa ) menahan tubuh Jean, bunga lotus menutup kuncupnya dan Jean sudah mengenakan hanfu berwarna biru yang indah.


Jean mulai sadar, ia perlahan membuka matanya, ia melihat di sekitarnya.


" Lotus? lama tak bertemu, " ucap Jean.


" Sudah sangat lama Dewi. Selamat Dewi telah melalui Kelahiran Kembali, " ucap Lotus.


" Sudah beribu-ribu tahun lamanya. Terima kasih Lotus. Aku akan memulai pelatihanku, " ucap Jean.


" Saya mengerti Dewi, " jawab Lotus.


Jean memulai kultivasinya dengan meditasi di dalam Lotus yang berada di dasar Air Surgawi.


Saat Jean melalui Kelahiran Kembali, ingatan akan dirinya di masa lalu saat menjadi Sang Dewi Bulan telah sepenuhnya kembali. Bahkan ingatan dari pemilik tubuh yang ia tempati, yang awalnya hanya samar-samar kini menjadi sangat jelas.


#POV Kediaman Jendral Li


Orang-orang yang tinggal di Kediaman Jendral tengah di sibukkan dengan berbagai persiapan. ( Kecuali Yueyin/Jean )

__ADS_1


( readers sekarang kita sebut Jean dengan sebutan Yueyin namanya yang sekarang ya readers😊 ).


Li Jianying dan adiknya Li Jiali sedang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk ulang tahun Kaisar yang akan diadakan 3 bulan lagi. Mereka sudah berlatih dari 3 bulan yang lalu, saat terakhir mereka menemui Yueyin di Paviliun Dingin.


Mereka berdua di sibukkan dengan banyak kegiatan, mulai dari belajar menyulam, tari dan berlatih alat musik Guqin. Mereka berdua menyiapkan diri dengan sebaik mungkin agar dapat memukau para tamu undangan yang akan datang nanti, pasalnya para Kerajaan tetangga pun akan datang dalam acara tersebut. Dan yang lebih mengejutkan bagi Li Jianying, Putra Mahkota Qin Yongsheng yang di kabarkan akan pulang 1 tahun lagi, ternyata mempersingkat kepulangannya pada saat ulang tahun Kaisar. Bukan tanpa alasan, Kepulangan Putra Mahkota bukan hanya untuk ulang tahun Ayahnya, tapi ia sudah mendengar kabar, bahwa pertunangannya dengan Yueyin akan dibatalkan. Ia merasa sangat senang sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Kerajaan, niatnya yang lebih jelas lagi adalah untuk menghina Yueyin karna selama ini Yueyin selalu menolak untuk membatalkan pertunangan mereka.


Jianying dan Jiali kini tengah berlatih tari, mereka berdua melenggak lenggok pinggulnya. Bahkan Jianying ingin membuat gerakan tariannya sendiri untuk di persembahkan saat ulang tahun Kaisar. Jendral Li yang melihat kedua anaknya merasa puas karena mereka berusaha keras untuk menampilkan yang terbaik saat ulang tahun Kaisar dan tidak mempermalukannya.


" Kalian sangat hebat anak-anakku, " ucap Jendral Li.


Jianying dan Jiali menoleh ke sumber suara.


" Ayah, " ucap Jianying dan Jiali bersamaan.


" Sejak kapan Ayah berada disini?, " ucap Jianying manja kepada Jendral Li.


" Sejak kalian memperlihatkan tarian indah kalian, " jawab Jendral Li, tersenyum hangat.


" Ayah bisa saja, kami masih tidak sehebat kakak Yueyin, " ucap Jiali dengan nada yang di buat-buat. Padahal ia hanya ingin mendengar hinaan dari Jendral Li untuk Yueyin.


" Jangan sebut anak tidak berguna itu, ia hanya mempermalukan keluarga kita saja, " ucap Jendral Li menahan kesal.


" Ayah, apa kita akan mengajak kakak Yueyin?, " tanya Jianying.


" Tentu saja Ying'er, Yin'er adalah kakakmu. Mengapa kau bertanya begitu?, " ucap seorang wanita cantik tapi sudah berumur.


" Ibu. Istriku " ucap Jianying dan Jiali beserta Jendral Li.


Ternyata wanita itu adalah Permaisuri Li Mei-yin yang dulu menjadi selir Jendral Li sebelum kepergian mendiang ibu Yueyin. Permaisuri Mei-yin tersenyum manis kepada dua anaknya dan juga suaminya.


Jianying dan Jiali memeluk ibunya dengan manja, lalu kembali melepaskan pelukan mereka.


" Ibu, apa kau membela kakak Yueyin?, " ucap Jiali sedikit kesal.


" Ibu tidak membelanya, hanya saja memang benar dia adalah kakakmu Li'er, " ucap Permaisuri Mei-yin.


Walaupun dia terlihat sangat perhatian kepada Yueyin, nyatanya itu semua adalah kepalsuan. Ia sering menyiksa Yueyin, bahkan ia juga yang merencanakan untuk meracuni Yueyin. Ia selalu bersikap baik di depan Jendral Li agar terlihat bahwa ia sangat menyayangi Yueyin dan memiliki hati yang berbudi luhur. Padahal para dayang yang melayaninya sangat mengenal sifat Permaisuri Mei-yin yang pemarah, kejam dan tak mengenal ampun.


( Benar-benar nenek lampir si mantan selir )

__ADS_1


" Tapi dia kan hanya sampah Kerajaan Qin, " ucap Jianying yang tidak terima ibunya membela Yueyin.


" Ying'er jangan bicara begitu, " ucap Permaisuri Mei-yin.


" Sudahlah istriku, apa yang di katakan Ying'er memang benar. Kau terlalu baik karena selalu membelanya. Padahal dia selalu bersikap tak sopan padamu, " ucap Jendral Li kepada Permaisuri Mei-yin.


" Tapi suamiku dia adalah anakmu, dan aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri, " ucap Permaisuri Mei-yin.


" Aku tak pernah menganggapnya sebagai anakku setelah peristiwa itu, " ucap Jendral Li menahan kemarahannya.


Permaisuri Mei-yin dan kedua putrinya yang melihat kemarahan di wajah Ayahnya merasa sangat senang, Ayahnya sudah sangat membenci Yueyin, terutama Permaisuri Mei-yin yang tersenyum dengan puas karena rencananya telah berhasil.


" Maafkan aku suamiku, aku tidak bermaksud, " ucap Permaisuri Mei-yin. Seakan-akan bahwa ia menyesal. ( pengen author tabok mukanya ).


" Sudahlah istriku, ini bukanlah salahmu. Hatimu sangat baik, " ucap Jendral Li sambil memeluk Permaisuri Mei-yin.


" Baiklah suamiku, " ucap Permaisuri Mei-yin, lalu melepaskan pelukan mereka.


" Aku akan kembali ke ruang kerjaku, kau temanilah anak-anak untuk berlatih tari, " ucap Jendral Li kepada Permaisuri Mei-yin.


" Baiklah suamiku, aku akan menemani Ying'er dan Li'er, " ucap Permaisuri Mei-yin.


Jendral Li meninggalkan tempat itu, menuju ke ruang kerjanya.


" Bukankah, kita harus segera menyingkirkan sampah itu?, " ucap Permaisuri Mei-yin dengan senyuman jahat di wajahnya.


" Ibu benar, kita harus segera menyingkirkannya, " ucap Jianying dengan senyuman jahat seperti ibunya.


" Tapi kita tidak boleh membunuhnya untuk sekarang ibu, kita masih membutuhkannya untuk membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota, " ucap Jiali memberi pendapatnya.


" Kau benar adik, tapi saat ulang tahun Kaisar nanti, aku akan mempermalukan sampah itu di depan semua orang, " ucap Jianying.


" Aku sudah tak sabar kakak, benarkan ibu? " ucap Jiali dengan semangat. Lalu bertanya kepada ibunya.


" Kau benar Li'er, ibu juga jadi tak sabar, " ucap Permaisuri Mei-yin.


Mereka bertiga tersenyum jahat dan mulai menyusun rencana untuk mempermalukan Yueyin saat ulang tahun Kaisar nanti.


** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊**

__ADS_1


__ADS_2