
Jean diajak Huli berjalan-jalan melihat Kediaman Bulan Biru, Jean tak henti-hentinya mengagumi Kediaman Bulan Biru yang seperti istana itu. Jean tidak mengungkapkan kekagumannya itu, tapi itu bisa dilihat dari sorot matanya yang berbinar, walaupun dengan sikap yang dingin dan wajah yang datar.
Huli mengajak Jean menuju ke halaman belakang Kediaman Bulan Biru. Jean melihat ada pohon yang sangat indah, pohonnya dapat bercahaya. Huli mengajak Jean untuk mendekati pohon itu.
" Pohon apa ini?, " tanya Jean penasaran. Ia sudah sangat penasaran saat pertama kali melihat pohon itu yang indah dan bercahaya.
" Pohon Kehidupan Nona, " jawab Huli sambil tersenyum.
" Oh, jadi ini adalah Pohon Kehidupan yang aku jaga?, " tanya Jean.
" Benar Nona, " jawab Huli.
" Bolehkah aku menyentuhnya?, " tanya Jean kepada Huli. Jean belum mengetahui banyak hal sehingga ia harus bertanya terlebih dahulu.
" Tentu saja Nona, " jawab Huli dengan semangat.
Jean semakin mendekat ke Pohon Kehidupan, ia meletakan tangannya di batang Pohon Kehidupan, tiba-tiba Pohon Kehidupan mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang, Jean langsung menutup matanya. Muncullah seekor Naga besar berwarna putih, Naga itu langsung menghampiri Jean.
" Selamat datang Dewi, " ucap Naga itu menyapa Jean.
" Apa kau penjaga Pohon Kehidupan ini?, " tanya Jean.
" Benar Dewi, " Jawab Naga itu.
" Lalu apakah kau sama seperti Huli?, " tanya Jean.
" Benar Dewi, tapi aku adalah makhluk Legenda Ilahi, " jawab Naga itu.
" Aku mengerti. Ubahlah wujudmu, " Jean memberi perintah.
" Baik Dewi, " jawab Naga itu. Naga itupun merubah wujudnya menjadi manusia. Jean tidak terkejut seperti di awal karna ia sudah melihat perubahan wujud dari Huli.
" Lalu, apakah aku harus memberimu nama?, " tanya Jean kepada Naga itu.
" Benar Dewi, " jawab Naga itu.
" Baiklah, tapi berhentilah memanggilku Dewi. Panggil Nona saja, " ucap Jean.
" Baik Nona, " jawab Naga itu.
' Nama apa ya, yang cocok untuknya? ' batin Jean.
" Bagaimana dengan nama Long Qiang? apa kau menyukainya?, " tanya Jean kepada Naga itu.
" Saya menyukainya Nona, terima kasih, " jawab Long.
" Syukurlah kalau kau menyukai nama itu. Aku akan memanggilmu dengan nama Long, " ucap Jean.
" Baik Nona, " jawab Long.
" Oh ia, sebaiknya aku kembali, sudah seharian aku berada disini, " ucap Jean.
" Anda bisa tenang Nona, waktu disini berjalan lebih cepat di banding dengan dunia Nona, " ucap Huli.
" Benarkah? bagaimana perhitungan waktunya?, " tanya Jean.
" 1 hari berada disini sama dengan 2 jam di dunia Nona, " jawab Huli.
" Oh begitu, aku mengerti, " ucap Jean.
" Nona, sebaiknya Nona berkultivasi disini saja. Selain menghemat waktu, energi Qi disini lebih padat. Nona baru saja memulai kultivasi dan sudah berada di tingkat pemula level 9" ucap Holi.
" Aku tau, sepertinya perkembanganku sangat lambat, " ucap Jean dengan raut wajah serius.
Huli dan Long saling melempar tatapan. Mereka tau Dewinya baru memulai berkultivasi, dan baru 1 hari saja sudah bisa menembus Pemula level 9 tentu saja itu sangat mengejutkan, tapi Dewinya mengatakan bahwa itu sangat lambat? mereka tak dapat berkata-kata lagi.
" Sebaiknya Nona melakukan meditasi di bawah Pohon Kehidupan, disana juga terdapat Air Surgawi ( Air Kehidupan ) yang akan sangat membantu kultivasi Nona, " ucap Long disertai anggukan dari Huli.
" Baiklah, tapi sebaiknya aku pulang dulu. Sebenarnya aku belum makan, " ucap Jean jujur.
" Nona tak perlu khawatir, aku bisa memasak, " ucap Huli.
" Kau bisa memasak?, " tanya Jean.
__ADS_1
" Tentu saja Nona, " jawab Huli dengan bangga.
" hmm, kau sedikit meragukan, " ucap Jean.
" Nona meragukanku? kalau begitu akan aku buktikan, kita akan kembali kedalam Paviliun Bulan Biru. Aku akan menunjukkan keahlian memasakku pada Nona, " ucap Huli dengan semangat, untuk menyakinkan Jean.
" Baiklah, tapi ada sesuatu yang aku khawatirkan jika aku berkultivasi di tempat ini, " ucap Jean serius.
" Apa yang anda khawatirkan Nona?, " tanya Long tak kalah serius.
" Aku tak memiliki satupun pelayan di Paviliun Dingin, kalau aku berkultivasi disini tidak ada yang membersihkan Paviliun Dingin, " ucap Jean dengan serius. Jean tidak menyukai sesuatu yang kotor, berdebu dan berantakan.
Long dan Huli yang mendengar itu menjatuhkan rahangnya. Mereka berdua sangat serius mendengar kekhawatiran Jean, dan ternyata Jean hanya mengkhawatirkan Paviliunnya yang akan kotor, berdebu dan berantakan.
" Nona tak perlu khawatir, setelah Nona selesai berkultivasi kami akan menggantikan Nona untuk membersihkan Paviliun Nona, " ucap Huli.
" Benarkah? baiklah kalau begitu, " ucap Jean.
" Tapi berapa lama aku harus berkultivasi? 3 bulan dari sekarang di duniaku aku harus pergi, " ucap Jean.
" Nona akan pergi kemana?, " tanya Long.
" Entahlah, tapi kata saudari tiriku, aku akan di panggil untuk membatalkan pertunangan, " ucap Jean menjelaskan.
" MEMBATALKAN PERTUNANGAN? " ucap Huli dan Long bersamaan dengan berteriak.
" Kalian berdua jangan berteriak, " ucap Jean dengan nada dingin.
" Maaf Nona, " ucap Huli dan Long, mereka berdua menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Berhentilah bersikap bodoh. Aku sudah lapar, " ucap Jean dengan wajah datarnya kepada Huli dan Long.
Huli dan Long sudah tersadar dan sekarang mereka bertiga berjalan menuju Kediaman Bulan Biru, mereka bertiga sudah berada di dapur. Huli sudah mulai memasak untuk Jean, Jean hanya duduk dan memperhatikan Huli.
" Long, " jean memanggil Long.
" Iya Nona, " jawab Long.
" Mumpung Huli masih memasak aku ingin kau menjelaskan tentang dunia yang aku tempati sekarang dan kultivasi, dan juga tentang hewan spiritual. Sebenarnya aku sudah membacanya di buku tapi ada beberapa yang tidak aku mengerti, " ucap Jean.
" Baik Nona, " jawab Long
Kerajaan Qin berada di benua Tianzhi.
Di benua Tianzhi terbagi menjadi 4 Kerajaan :
Kerajaan Wang \= terkuat pertama
Kerajaan Qin \= terkuat kedua
Kerajaan Jiang \= terkuat ketiga
Kerajaan Wen \= terkuat keempat
Tingkat Kultivasi :
Dasar \= 1-9
Pemula \= 1-9
Penempa \= 1-9
Huang \= 1-9
Bumi \= 1-9
Langit ( Abadi bagi manusia ) \= 1-9
__ADS_1
Bakat Alam \= 1-9
Kaisar \= 1-3
Surgawi \= 1-3
Elemen :
Biru \= Air
Angin \= Hijau
Api \= Merah
Tanah \= Coklat
Cahaya \= Putih
Kegelapan \= Hitam
Semua Elemen \= Pelangi ( Hanya dimiliki Sang Dewi Bulan ).
Hewan spiritual
Biasa
Normal
Mistik
Langkah
Abadi
Legenda
Ilahi ( Hewan para Dewa-Dewi )
Legenda Ilahi ( Hanya di miliki Sang Dewi Bulan )
* Selesai *
" Saya hanya bisa menjelaskan dalam garis besar saja Nona. Nona akan mengetahui seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang akan Nona dapatkan, " ucap Long.
" Baiklah, aku mengerti. Penjelasanmu itu sudah cukup untukku. Terima kasih" ucap Jean.
Long sedikit terkejut mendengar kata terima kasih yang di lontarkan Jean, pasalnya ia berpikir bahwa Dewinya yang baru bereinkarnasi itu adalah orang yang dingin dengan wajah yang datar tidak akan mengucapkan kalimat yang mengharukan baginya.
" Long, ada apa?, " tanya Jean. Jean merasa sedikit khawatir karna Long hanya diam saja.
" Ah, tidak apa-apa Nona. Sama-sama, " ucap Long setelah sadar dari keterkejutannya.
Pohon Kehidupan
**Long Qiang ( Wujud Naga )
Long Qiang ( Wujud Manusia )
__ADS_1
**