Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 31 " Perayaan "


__ADS_3

Para penduduk desa Siji, sedang menyiapkan perayaan desa, karena telah terbebas dari makhluk jahat yang selama ini mengganggu ketenangan para penduduk.


Yueyin, Long Qiang dan Huli Jing kini telah perpindah ke sebuah penginapan. Setelah kematian Lamashtu, para penduduk yang mulai membuka kembali bisnisnya.


" Nona. Apakah kita benar-benar akan menghadiri perayaan tersebut?, " tanya Long Qiang.


" Tentu saja, " jawab Yueyin singkat.


" Apa sebaiknya kita membeli beberapa pakaian baru? ada berapa banyak kegiatan perayaan?, " tanya Yueyin. Huli Jing dan Long Qiang saling melempar pandang.


" Apa ada yang salah?, " tanya Yueyin bingung. Di dunia modern Yueyin sering menemani Ayahnya ke acara resmi dan selalu membeli gaun baru, setiap acara yang di datangi oleh Yueyin, kegiatan acara di terapkan dengan beberapa konsep yang berbeda sehingga Yueyin harus mengganti gaun 2-3 kali hanya untuk satu acara. Maka dapat di mengerti mengapa Yueyin bertanya seperti itu, itu menjadi sebuah kebiasaan.


" Nona. Mengapa anda ingin membeli beberapa pakaian?, " tanya Huli Jing.


" Emm, bukannya setiap kegiatan harus mengenakan pakaian dengan konsep yang berbeda. Tentu saja aku akan mengganti setiap pakaian sesuai dengan konsep kegiatan, " ucap Yueyin polos.


" Ehehehehe. Nona, satu pakaian saja cukup kok, " ucap Huli Jing dengan tawa canggung.


" Benarkah?, " tanya Yueyin.


" Benar Nona apa yang di katakan oleh Huli, " ucap Long Qiang.


" Tapi, sebaiknya kita ambil dari dunia dimensi saja, " ucap Yueyin.


Huli Jing dan Long Qiang memutar matanya malas.


" Ada apa dengan ekspresi kalian?, " tanya Yueyin.


" Tidak Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang bersamaan.


" Wajah kalian terlihat bodoh, " ucap Yueyin cuek.


Huli Jing dan Long Qiang dengan cepat mengubah ekspresi wajah mereka.


" Nona. Bukannya anda ingin membelinya? mengapa sekarang tiba-tiba ingin mengambil di dalam dimensi?, " tanya Huli Jing bingung.


" Bukankah hari ini para penduduk akan merayakan kebebasan mereka, tentu saja bisnis mereka tidak dibuka. Mereka sibuk mempersiapkan perayaan, apa menurutmu masih ada penduduk yang membuka toko pakaian?, " ucap Yueyin.


" Kalau begitu, mengapa tadi Nona mengatakan ingin membelinya?, " Giliran Long Qiang bertanya.

__ADS_1


" Tadi, aku sempat lupa, " jawab Yueyin seadanya.


Huli Jing dan Long Qiang menjatuhkan rahangnya, bagaimana bisa Nona mereka tiba-tiba menjadi seorang yang pelupa.


" Jangan melihatku seperti itu. Aku juga manusia, walaupun aku reinkarnasi Dewi Bulan, " ucap Yueyin. Bagaimanapun Yueyin adalah manusia biasa sebelum mengetahui bahwa dirinya reinkarnasi Dewi Bulan, tentu saja lupa adalah hal yang wajar.


" Nona. Sebaiknya kita makan dulu, aku sangat lapar, " ucap Huli Jing.


" Baiklah. Ayo kita turun ke bawah, " ucap Yueyin.


Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang turun ke lantai satu untuk makan siang.


" Long, kau pergilah memesan makanan, " ucap Yueyin.


" Baik Nona, " ucap Long Qiang.


Long Qiang pergi menemui pelayan untuk memesan makanan, dan kembali ke tempat duduknya sambil menunggu pesanan.


" Oh iya. Long, Huli. Kalian juga harus mengenakan pakaian baru untuk menghadiri perayaan yang di adakan oleh penduduk, " ucap Yueyin.


" Baiklah Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang serentak.


" Setelah petang, baru kita masuk ke dimensi, untuk mengambil pakaian baru, " ucap Yueyin yang di angguki oleh Huli Jing dan Long Qiang pertanda setuju.


Semenjak Yueyin bersama Huli Jing dan Long Qiang, ia semakin banyak berbicara walaupun sikapnya yang dingin dan cuek masih ada, tapi saat bersama Huli Jing dan Long Qiang ia tanpa sadar perlahan membuka dirinya untuk menerima Huli Jing dan Long Qiang. Sehingga mereka bertiga sangat dekat, walaupun Yueyin tidak mengatakan bahwa ia menyayangi Huli Jing dan Long Qiang tapi dalam sikapnya ia selalu menunjukkan kasih sayangnya. Yueyin bukanlah orang yang bisa mengatakan sesuatu yang manis, tapi ia selalu menunjukkannya dengan sikapnya bahkan ia menganggap Huli Jing dan Long Qiang adalah sahabatnya yang hanya akan terpisah saat maut yang memisahkan.


Sepertinya pemikiran Yueyin sedikit salah, mereka adalah hewan kontraknya, bahkan Yueyin tiadapun, mereka akan tetap bersama Yueyin. Bukankah seorang sahabat harus seperti itu, tidak akan meninggalkan dirimu saat berada di situasi apapun.


* * * * *


Hari sudah petang, Yueyin dan kedua sahabatnya sudah memasuki ruang dimensi. Mereka hanya mengambil pakaian baru untuk menghadiri perayaan dan kembali ke dunia nyata.


Hari telah gelap, menunjukan bahwa perayaan akan segera di mulai. Tiga orang insan dengan paras yang menawan tengah bersiap untuk menghadiri perayaan tersebut.


" Nona. Kami telah siap, " ucap Huli Jing.


" Baiklah. Akupun telah selesai, mari berangkat, " ucap Yueyin.


Yueyin bangun dari meja rias, berbalik melihat Huli Jing dan Long Qiang. Huli Jing dan Long Qiang di buat tercengang oleh paras cantik Yueyin. Bahkan Long Qiang yang jarang menunjukkan ekspresinya tidak dapat memalingkan wajahnya dari Yueyin.

__ADS_1


' Sangat cantik ' batin Huli Jing dan Long Qiang.


" Hei, berhentilah menatapku seperti itu, " ucap Yueyin.


Long Qiang dan Huli Jing segera mengontrol ekspresi wajah mereka.


" Kalian berdua sangat tampan hari ini, " ucap Yueyin jujur.


" Astaga Nona, apa selama ini kami tidak tampan?, " ucap Huli Jing mengeluh.


" Kalian selalu tampan. Tapi hari ini ketampanan kalian bertambah, " ucap Yueyin memuji.


Wajah Huli Jing dan Long Qiang bersemu merah, pipi terasa sedikit panas mendengar pujian Yueyin. Yueyin bukanlah orang yang mudah memuji, jika ia sudah memuji berarti itu adalah sebuah kejujuran. Tentu saja itu membuat Huli Jing dan Long Qiang senang tapi juga merasa malu.


" Cukup. Kita akan berangkat sekarang, kendalikan ekspresi wajah kalian yang memerah, " ucap Yueyin cuek. Ia mengambil cadar dan tudung untuk menutupi wajahnya.


Long Qiang merasa bingung dengan Nonanya.


" Nona. Anda telah mengenakan cadar, mengapa harus mengenakan tudung juga?, " tanya Long Qiang.


" Hanya ingin, " jawab Yueyin. Long Qiang hanya mengangguk mengerti.


Mereka bertiga telah menaiki sebuah kereta yang di sewa, tidak butuh waktu lama untuk sampai ke tempat perayaan. Perayaan di adakan di dekat sungai dengan banyak lampion yang di gantung. Para penduduk sudah hadir di tempat perayaan, mereka sedang menunggu kedatangan penyelamat mereka.


Yueyin dan kedua sahabatnya turun dari kereta, para penduduk menyambut mereka dengan antusias.


" Selamat datang Nona dan para Tuan, " sapanya sopan.


Sapaanya di sambut dengan anggukan dari mereka bertiga.


" Terima kasih atas kehadiran Nona dan Tuan. Mari perayaan akan segera dilaksanakan, " ucap pria parubaya itu.


Mereka bertiga mengikuti pria parubaya yang tadi menyambut mereka. Mereka telah sampai pada tempat perayaan.


Para penduduk menunduk memberi hormat kepada mereka bertiga dan mengucapkan terima kasih karna telah membantu mereka.


' Mengapa orang kuno sangat berlebihan, berterima kasih saja harus sampai seperti ini ' batin Yueyin.


Yueyin dan kedua sahabatnya di sediakan tempat duduk khusus. Akhirnya perayaan akan dimulai, para penduduk memegang lampion masing-masing. Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang diberikan masing-masing satu lampion.

__ADS_1


Mereka semua mulai menerbangkan lampion. Cahaya dari lampion yang diterbangkan ke tasa terlihat sangat indah, para penduduk merasa sangat senang. Setelah selesai menerbangkan lampion mereka mulai dengan berbagai acara, ada beberapa penduduk yang menampilkan tarian, memainkan Guqin, membacakan syair, dan yang terakhir makan bersama. Para penduduk sangat bersemangat. Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang sangat menikmati perayaan tersebut, perayaan berlangsung dengan lancar tanpa hambatan hingga selesai.


** Jangan lupa vote, like dan koment ya readers๐Ÿ˜Š maaf ya ๐Ÿ™ kalau ceritanya membosankan. kalian boleh ngasih pendapat kok ๐Ÿ˜Š terima kasih ๐Ÿ™ **


__ADS_2