Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 24 " Sudah Waktunya "


__ADS_3

Jendral Li beserta seluruh keluarga berangkat menuju ke Istana, Yueyin berada di kereta yang berbeda dengan Jendral Li.


Mereka telah sampai di Istana, Jendral Li bersama Permaisuri Mei-yin turun dari kereta beserta kedua anaknya Jianying dan Jiali. Lalu di susul oleh Yueyin yang turun dari kereta yang sederhana, mereka berjalan menuju ke tempat acara, yang akan di langsungkan.


" Jendral Li beserta keluarga telah tiba, " seorang kasim mengumumkan kehadiran Jendral Li.


Banyak mata yang melihat ke arah mereka. Siapa yang tidak mengenal keluarga Li? Jendral Li adalah seorang Jendral yang sangat hebat, banyak musuh yang segan terhadapnya saat di medan perang, tidak banyak yang berani menyinggungnya. Tapi semua orang sangat menyayangkan Nona Besar dari Kediaman Li yang dikatakan adalah seorang sampah tak berguna. Ayahnya sangat hebat tapi anaknya tak memiliki kemampuan apapun.


Banyak pula yang memuji kecantikan Jianying dan Jiali, tapi mereka terus saja menghina Yueyin.


Mereka mulai membicarakan Yueyin.


" Apa dia Nona Besar dari Kediaman Jendral Li?, "


" Itu benar, dia adalah Nona Yueyin, aku dengar dia adalah seorang sampah, "


" Benarkah?, "


" Tentu saja, "


" Tapi, mengapa dia hadir dalam acara seperti ini? merusak suasana saja, "


" Apa kau belum mendengar sebuah rumor yang sedang hangat di perbincangkan?, "


" Rumor apa yang kau dengar?, "


" Menurut rumor yang tersebar, dia datang kesini bukan hanya untuk menghadiri ulang tahun Kaisar. Tapi dia juga akan dibatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota, "


" Apa? apa rumor itu dapat dipercaya? aku pernah mendengar kalau dia tidak mau membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota, "


" Apa kau pikir Putra Mahkota mau bersamanya? bukan hanya sampah kultivasi, bahkan wajahnya pun sangat buruk, "


" Pantas saja, Putra Mahkota ingin membatalkan pertunangan mereka, "


Mereka terus membicarakan hal buruk tentang Yueyin. Tapi Yueyin sama sekali tidak peduli, ia tidak merasa terusik dengan ucapan para pemuda cerewet yang suka bergosip itu.


" Salam Yang Mulia, semoga Yang Mulia berumur panjang, " Salam Jendral Li kepada Kaisar. Permaisuri Mei-yin beserta kedua anaknya dan juga Yueyin melakukan hal yang sama.


" Berdirilah, Zhen senang karna kalian hadir dalam perayaan Zhen, " ucap Kaisar.

__ADS_1


" Terima kasih Yang Mulia, ini adalah suatu kehormatan untuk kami, " ucap Jendral Li.


Yueyin mulai kesal karna terus saja berdiri, Jendral Li saling melemparkan candaan dengan Kaisar.


" Apakah aku boleh duduk?, " tanya Yueyin.


Semua orang melihat kearahnya, banyak yang mencibir bahwa ia sangat sembrono dan tak tau etika.


" Ah, maafkan Zhen. Karna keasikan berbincang dengan Ayahmu, Zhen sampai lupa. Silahkan duduk, " ucap Kaisar.


Kaisar Qin Shi Huang adalah Kaisar yang bijaksana, ia sangat di sukai oleh rakyatnya. Ia juga adalah seorang Jendral sebelum menjabat sebagai Kaisar, namanya terkenal di medan perang. Sangat layak jika Kerajaan Qin menjadi Kerajaan terkuat kedua.


Mulai banyak tamu yang berdatangan dari Kerajaan tetangga, seperti Kerajaan Jiang dan Kerajaan Wen. Yang terakhir adalah Kerajaan Wang.


" Yang Mulia Kaisar Wang Shaoseng dari Kerajaan Wang telah tiba, " teriak seorang kasim. Kasim itu memberitahukan kehadiran seluruh keluarga Kerajaan Wang, sampai terakhir ia menyebutkan nama Putra Mahkota Wang.


" Putra Mahkota Wang Dunrui dari Kerajaan Wang telah tiba, " teriak Kasim itu.


Semua orang memperhatikan mereka, terutama para gadis-gadis yang sangat bersemangat akan kedatangan Putra Mahkota Dunrui.


Para gadis dan pemuda mulai membicarakan Putra Mahkota Dunrui dan Putri Mahkota Lian.


" Kau benar, dia seperti ukiran porselen yang indah, "


" Apa kau lihat adiknya?, "


" Putri Mahkota Wang Lian?, "


" Iya, bukankah dia sangat cantik? pantas saja dia menjadi gadis tercantik di Benua Tianzhi, "


" iya kau benar, dia sangat cantik, "


Kaisar Wang, memberikan salam kepada Kaisar Qin. Kaisar Qin turun dari singgasananya untuk menyambut Kaisar Wang dan keluarganya.


Kaisar Qin mengantar Kaisar ke tempat duduk yang telah di sediakan lalu kembali ke singgasananya.


" Baiklah, tamu istimewanya telah sampai, sekarang kita bisa memulai acaranya. Zhen harap kalian semua bisa menikmatinya, " ucap Kaisar Qin.


Yueyin tidak begitu peduli dengan acara itu, ia menghadiri acara itu untuk membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota Yongsheng, dan juga membalaskan dendam Yueyin yang asli. Ini sudah saatnya ia melakukannya.

__ADS_1


Putra Mahkota Yongsheng duduk di sebelah kanan Kaisar dan Permaisuri Jingmi berada di sebelah kiri Kaisar. Para Pangeran dan para Selir pun sudah hadir dalam acara tersebut.


Para pelayan mulai menyiapkan makanan ringan bagi para tamu. Para penari mulai mempersembahkan tarian yang indah bagi para tamu.


Jianying memberanikan diri menghadap Kaisar Qin.


" Yang Mulia. Izinkan hamba dan adik hamba mempersembahkan sebuah tarian dan musik, sebagai hadiah ulang tahun bagi Yang Mulia, " ucap Jianying penuh hormat.


" Baiklah, tunjukkan bakat kalian, " ucap Kaisar Qin.


" Terima kasih Yang Mulia, " jawab Jianying.


Jianying mengganti hanfunya dengan pakaian yang lebih terbuka, memperlihatkan lekuk tubuhnya. Para pria menatap genit kearah Jianying karna pakaian yang ia kenakan cukup terbuka. Jianying ingin menarik perhatian Putra Mahkota Yongsheng, tapi ia juga menginginkan Putra Mahkota Dunrui yang terkenal dingin dan tak tersentuh.


Sedangkan Jiali, ia sangat menyukai Putra Mahkota Dunrui. Siapa yang tidak menginginkan Putra Mahkota Dunrui, pemuda tertampan di Benua Tianzhi dan memiliki Kultivasi yang hebat, para gadis dengan rela menyerahkan diri mereka kepada Putra Mahkota Dunrui.


Jianying mulai mempersembahkan tarian yang telah ia siapkan dari jauh-jauh hari, ia sangat lihai dalam melenggak lenggokan pinggulnya. Tarian yang indah dengan gemulai lentikan jarinya mengikuti irama musik. Guqin yang di mainkan Jiali terdengar indah, seirama dengan tarian yang dibawakan Jianying.


Semua orang bertepuk tangan setelah mereka selesai melakukan pertunjukan. Banyak orang yang menikmati penampilan mereka. Putra Mahkota Yongsheng semakin menyukai Jianying. Tapi berbeda dengan Putra Mahkota Dunrui, ia tidak peduli dengan pertunjukkan itu. Justru matanya tertuju kepada Yueyin yang duduk sendirian di pojok dengan tenang.


Yueyin menyadari ada orang yang terus memperhatikannya, ia pun membalas menatap mata Putra Mahkota Dunrui. Putra Mahkota Dunrui tidak menghindari kontak mata dengan Yueyin.


Deg... deg... deg...


Jantung Putra Mahkota Dunrui berdegup dengan kencang. Akhirnya ia memutuskan kontak mata dengan Yueyin, wajahnya bersemu merah seperti sedang terbakar.


' Ada apa denganku?, " batin Putra Mahkota Dunrui.


" Yang Mulia. Apa kau baik-baik saja?, " tanya Xiaofang. Pengawal pribadi.


" Aku tak apa, " jawab Putra Mahkota Dunrui.


Putra Mahkota Dunrui, semakin tidak fokus dengan acara tersebut, acaranya sudah berlangsung cukup lama, Putra Mahkota Dunrui terus memperhatikan Yueyin. Yueyin tidak peduli lagi dengan tatapan dari Putra Mahkota Dunrui.


' Ternyata dia yang mengirim pengawalnya untuk mengikutiku ' batin Yueyin.


Para gadis yang melihat arah tatapan Putra Mahkota Dunrui menjadi sangat marah, mereka tidak pernah berpikir bahwa Putra Mahkota Dunrui akan tertarik pada Yueyin, gadis sampah dan juga buruk rupa.


** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊

__ADS_1


Terima kasih🙏**


__ADS_2