Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 48 " Kedatangan Pendekar Golongan Hitam "


__ADS_3

Lingling dan seorang gadis yang bernama Xiaotang bertarung di atas arena, banyak pendekar yang kagum dengan kedua gadis tersebut, karena kultivasi mereka yang cukup tinggi.


Yueyin dan kedua sahabatnya hanya memperhatikan pertandingan tersebut, Huli Jing yang biasanya banyak bicara, tak mengeluarkan celotehannya, ia tau, kalau Long Qiang tidak menyukai gadis yang bernama Lingling itu, Huli Jing tak ingin membuat Long Qiang semakin kesal.


Setelah pertarungan Lingling dan Xiaotang, yang di menangkan oleh Lingling, sekarang pertandingan sudah berada dipertengahan, bagi para pemenang yang memenangkan babak pertama, akan lanjut bertanding ke babak kedua, bagi mereka yang lolos di babak kedua, akan kembali bertanding d babak ketiga atau babak akhir. Siapa yang dapat mengalahkan semua peserta, ialah Pemimpin Pendekar yang baru.


Pertarungan di babak kedua, tidak begitu menarik, banyaknya pendekar yang telah terluka di babak pertama, membuat mereka kewalahan untuk bertanding di babak kedua, yang mampu bertahan hanya mereka yang memiliki kultivasi yang cukup tinggi. Salah satu pendekar yang lolos tanpa luka sedikitpun adalah Pangeran Dunrui. Entahlah mungkin karena Pangeran Dunrui adalah pemuda dengan bakat tertinggi di Benua Tianzhi.


Akhirnya, tibalah di babak akhir pertandingan, peserta yang tersisa hanyalah Pangeran Dunrui dan seorang Pangeran dari Kerajaan Qin.


#Pov Yueyin.


" Siapa pemuda itu?, " tanya Yueyin.


" Dia Pangeran kedua, Pangeran Qin Jun, " jawab Huli Jing.


" Dari Kerajaan Qin?, " tanya Yueyin.


" Benar Nona, " jawab Huli Jing.


" Aku pernah mendengar tentang dirinya, tapi, aku tak menyangka dapat melihatnya secara langsung, " ucap Yueyin.


Pangeran kedua dari Kerajaan Qin, Qin Jun. Selama ini, Pangeran Qin Jun selalu berada di area perbatasan untuk menahan serangan dari para pemberontak, tapi seminggu yang lalu ia kembali setelah memenangkan peperangan dengan para pemberontak. Banyak orang mengetahui bagaimana sifat dari Pangeran Qin Jun, sifatnya yang dingin dan kejam dapat disetarakan dengan Pangeran Dunrui, ia memiliki julukan yang diberikan oleh masyarakat padanya, " Dewa Perang " , walaupun memiliki wajah yang datar namun ia memiliki paras yang tampan, banyak dari kaum hawa yang tak dapat menolak pesonanya.


Yueyin dan kedua sahabatnya awalnya sedikit terkejut, karena ada seorang pemuda yang memiliki kultivasi yang sama dengan Pangeran Dunrui yang di gadang-gadang menjadi orang terkuat di Benua Tianzi di usianya yang masih muda, tapi setelah beberapa pertandingan yang dilakukan pemuda tersebut, mereka merasa cukup puas, jika pemuda tersebut melawan Pangeran Dunrui, dan pemuda yang dimaksud oleh Yueyin dan kedua sahabatnya adalah Pangeran Qin Jun.

__ADS_1


* * * * *


Kekacauan terjadi dimana-mana, banyak pendekar dari golongan putih yang terluka bahkan ada yang meninggal karena ulah dari pendekar golongan hitam.


*flashback on


Pangeran Dunrui dan Pangeran Jun akan bertanding, namun sebelum pertarungan dilakukan, terdengar suara dari arah gerbang.


" Aku ingin menjadi Pemimpin Pendekar " ucap seorang pemuda.


" Kaibo, apa kau tak cukup mengacaukan dunia persilatan? sudah banyak korban berjatuhan hanya karna kejahatanmu, " ucap Tetua Ho menahan amarah.


" Tentu saja, itu tidak cukup, aku ingin menjadi Pemimpin Pendekar, " ucap Kaibo dengan tawa mengejek.


" *Kaibo, kejahatanmu sudah tidak dapat dimaafkan, kau telah membunuh banyak orang yang tak berdosa, hanya karna keserakahanmu " ucap seorang pemuda.


" Lalu kenapa? jika aku membunuh mereka, mereka saja yang begitu lemah, hukum disini, siapa yang kuat dialah yang berkuasa" jawab Kaibo.


" Aku akan membunuhmu, kau telah membunuh anak dan juga istriku" ucap seorang pemuda, penuh dengan amarah dan mulai menyerang Kaibo, setelah itu terjadilah pertempuran yang tidak bisa dielakkan*.


*flashback end


Yueyin dan kedua sahabatnya hanya melihat pertarungan yang tiada habisnya. Walau banyak dari para pendekar dari dua golongan tersebut yang terluka bahkan meninggal, mereka tak kunjung berhenti bertarung, Yueyin hanya menatap malas pertarungan tersebut.


" Nona, apa kita tidak akan membantu?, " tanya Huli Jing, penasaran.

__ADS_1


" Kita lihat situasinya terlebih dulu, jika ada yang mendesak, salah satu dari kalian akan pergi membantu, " jawan Yueyin tenang.


" Baik Nona, " jawab mereka berdua serempak.


Saat Yueyin sedang melihat pertarungan dengan tenang, ia melihat bahaya pada Bai Chyou. Seorang pendekar golongan hitam ingin menikam Bai Chyou dari belakang menggunakan pedangnya, Yueyin yang melihat itu langsung turun tangan melawan pendekar tersebut.


" Apa kau baik-baik saja?, " tanya Yueyin.


" Aku, baik-baik saja Nona, " jawab Bai Chyo, ia sedikit terkejut saat Yueyin membantunya, karena biasanya, Yueyin hanya memerintahkan Huli Jing atau Long Qiang.


" Berhati-hatilah kau cukup ceroboh, " ucap Yueyin.


" Nona, tolong bantu Ayahku, " ucap Bai Chyou memelas.


" Aku tidak ingin ikut campur dalam masalah golongan putih dan golongan hitam, " jawab Yueyin.


" Tapi Nona, Ayahku benar-benar membutuhkan bantuan, Ayahku diserang oleh beberapa pendekar golongan hitam yang berkultivasi tinggi, aku mohon padamu Nona, " Mohon Bai Chyou dengan putus asa.


Huli Jing dam Long Qiang yang telah berdiri di samping Yueyin hanya diam, sambil melihat Bai Chyou yang terus memohon untuk membantu Ayahnya.


" Huli, Long, Kita akan membantu Ayahnya Bai Chyou, apa kalian keberatan?, " tanya Yueyin.


" Kami tak merasa keberatan sama sekali Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang.


" Baiklah, ayo, " ucap Yueyin.

__ADS_1


Mereka berempat pergi menuju kearah belakang gunung, ternyata Jendral Bai berlari hingga ke belakang gunung untuk mencari tempat yang cukup luas untuk bertarung, tapi dilihat dari segi manapun, Jemdral Bai akan tetap dirugikan jika melawan beberapa pendekar golongan hitam sendirian.


__ADS_2