
Bai Chyou kembali bersama Yueyin dan kedua temannya untuk bergabung dengan para pendekar yang lain.
" Pangeran, terima kasih karna telah mengizinkan teman-temanku untuk bergabung, " ucap Bai Chyou.
" Tidak masalah, kita memiliki arah jalan yang sama, " jawab Pangeran Dunrui.
" Nona dan kedua Tuan, sekarang kita bisa melakukan perjalanan bersama, walau kita memiliki tempat tujuan yang berbeda, tapi aku sangat senang bisa berjalan bersama kalian, " ucap Bai Chyou senang.
" Tuan muda Bai, mengapa kau sangat bersemangat?, " tanya Huli Jing.
" Tentu saja aku bersemangat, Tuan kau sendiri mengetahuinya, bahwa aku mengagumi kalian bertiga, " jawab Bai Chyou. Huli Jing hanya mengangguk menanggapi Bai Chyou.
" Mari kita lanjutkan perjalanan, " titah Tetua Ho.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan yang menarik hanya beberapa percakapan antar pendekar seputar pedang dan kultivasi.
Sedangkan Pangeran Dunrui dan Kaisar Wang terus memperhatikan Yueyin dan kedua temannya, rasa penasaran semakin tumbuh di hati mereka, sejak awal bertemu dengan ketiga teman dari Bai Chyou, tak ada yang tau, bagaimana rupa dari ketiga orang itu, mereka selalu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Saat perjalanan berlangsung, Kaisar Wang tak dapat membendung rasa penasarannya, sehingga ia membuka percakapan.
" Maaf Nona, " ucap Kaisar Wang.
__ADS_1
Yueyin yang merasa bahwa dirinyalah yang di panggil menoleh kearah Kaisar Wang.
" Bolehkah aku melihat wajahmu, " Kaisar Wang kembali berucap.
Yueyin menatap datar Kaisar Wang.
" Maaf Yang Mulia, saya tidak dapat melakukannya, " jawab Yueyin.
" Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu Nona, hanya saja, aku merasa penasaran, melihatmu mengingatkanku pada seseorang, " ucap Kaisar Wang jujur.
" Walau seperti itu, saya tetap tidak bisa menuruti permintaan anda Yang Mulia, " ucap Yueyin.
" Nona, bukannya anda terlalu angkuh, Yang Mulia Kaisar hanya ingin melihat wajahmu, seharusnya kau merasa bahwa ini adalah suatu kehormatan untukmu, " ucap seorang pendekar yang bernama Yao.
" K..au.., " ucap Yao gagap.
" Yang Mulia adalah seorang Kaisar di benua ini, bagaimana bisa dirimu tidak merasa terhormat, " ucap Yao dengan marah, wajahnya terlihat memerah karna menahan amarah.
" Tuan, Nonaku bukanlah dirimu, kami adalah seorang pengembara, kami tidak tunduk pada Kekaisaran atau Kerajaan manapun, mengapa Nonaku harus merasa terhormat?, " tanya Huli Jing, ia terlihat marah, terdengar dari intonasi nadanya yang sarkastik.
" Cukup, " Pangeran Dunrui menghentikan perdebatan itu.
__ADS_1
" Bila Nona ini tak ingin menunjukkan wajahnya, biarkan saja, " Pangeran Dunrui kembali berucap.
Kaisar Wang sedikit kecewa, tapi ia tak ingin memperpanjang masalah, bila ia terus meminta Yueyin untuk membuka topengnya, mungkin akan terjadi pertumpahan darah.
" Biarkanlah saja, kita lanjutkan perjalanan, " titah Kaisar Wang.
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam, mereka sampai pada jalan yang bercabang. Rombongan Tetua Ho akan pergi menuju jalan sebelah kiri, sedangkan Yueyin dan kedua temannya akan memilih jalan lurus, mereka akan segera berpisah.
" Nona dan kedua Tuan, kita akan berpisah, kami menuju kearah sini, " ucap Bai Chyou, sambil menunjuk kearah jalan yang akan mereka lalui.
" Baiklah, Tuan muda Bai kami akan kearah sini, untuk melanjutkan perjalanan kami, " ucap Huli Jing.
" Nona dan kedua Tuan, aku harap kita dapat bertemu lagi, " ucap Bai Chyou.
" Tentu, kita pasti bertemu lagi, ini untukmu, " ucap Yueyin, ia memberikan sebotol pil untuk Bai Chyou.
Bai Chyou menerimanya, ia membuka penutup botolnya, dan ia sangat terkejut.
" Pil peningkatan kultivasi level enam, " ucap Bai Chyou terkejut.
" Astaga bahkan dengan pola sempurna, Nona anda yakin ingin memberikan ini untuk saya?, " ucap kembali Bai Chyou diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
" Bukan masalah, kau adalah teman yang baik, kau pantas mendapatkannya, " ucap Yueyin, lalu pergi meninggalkan Bai Cyou beserta rombongannya, ia dan kedua temannya melanjutkan perjalanan.