
Bai Chyou tiba di penginapan Surga. Ia langsung menemui Yueyin dan 2 sahabatnya.
" Ini plakatnya, " ucap Bai Chyou, memberikan plakat itu kepada Long Qiang.
" Ternyata kau menepati janjimu, " ucap Long Qiang, ia menerima plakat itu.
" Tentu saja, aku tidak akan menelan kembali ucapanku, " ucap Bai Chyou bangga.
" Tapi, Ayahmu?, " tanya Yueyin.
" Ayahku, beliau mengatakan bahwa kalian sendiri yang akan menanggung akibatnya, jika terjadi sesuatu, karena plakat itu telah berada di tangan kalian, " ucap Bai Chyou.
" Aku mengerti, " ucap Yueyin.
" Nona, aku tak tau siapa kalian sebenarnya, aku juga tidak dapat merasakan tingkat kultivasi dan aura dari kalian, tapi entah mengapa aku dapat dengan yakin mengatakan kalian bukan orang sembarangan. Aku sendiri tak mengerti tapi aku seperti, cukup bangga pada diriku karena dapat mengenal kalian, walau awal pertemuan kita tak menyenangkan. Sekarang kalian telah memiliki plakat itu, kalian harus berhati-hati banyak pendekar yang menginginkan plakat itu, nyawa kalian bisa menjadi taruhannya. Awalnya aku sedikit ragu, tapi aku percaya kalian dapat menjaganya dengan baik, " ucap Bai Chyou semangat.
" Kau tak perlu mengkhawatirkan kami, " ucap Yueyin.
Yueyin mengeluarkan sebuah cincin dari lengan bajunya dan memberikan cincin itu kepada Bai Chyou.
" Untukku?, " tanya Bai Chyou menyakinkan. Yueyin mengangguk. Bai Chyou mengambil cincin itu, ia cukup terpana karena desain cincin yang sangat indah.
" Ada beberapa pil di dalan cincin itu, yang dapat membantumu untuk berkultivasi, " ucap Yueyin.
" Benarkah? aku memang memiliki cincin ruang tapi cincin ruang yang kau berikan desainnya sangat cantik, " ucap Bai Chyou, ia tidak memperhatikan ucapan Yueyin tentang pil. Ia masih terpana dengan desain cincin itu.
" Bisakah kau bersikap biasa saja? bukankah kau anak dari seorang Jendral? mengapa lihat cincin ruang saja sampai seperti itu, " ucap Huli Jing sinis.
" Aku kan sudah bilang, aku memiliki cincin ruang tapi desainnya tidak secantik ini, " ucap Bai chyou kesal.
__ADS_1
" Itu cincin ruang yang di desain khusus oleh Nona kami, kau orang pertama yang mendapatkannya. Di dalam juga terdapat bom sinyal, jika kau dalam masalah, kau dapat meminta bantuan kami. Ini sebagai ucapan terima kasih, Nona kami tau bahwa tidak mudah bagimu untuk mendapatkan plakat itu, " ucap Huli Jing.
" Baiklah, terima kasih. Aku harap suatu saat nanti kita dapat bertemu lagi, " ucap Bai Chyou tulus.
Mereka bertiga hanya mengangguk menanggapi Bai Chyou. Akhirnya mereka pergi meninggalkan penginapan Surga, setelah berpamitan dengan Bai Chyou. Yueyin juga memberikan beberapa saran untuk kultivasi Bai Chyou. Entahlah Bai Chyou merasa beruntung dapat bertemu dengan Yueyin dan sahabatnya.
Huli Jing dan Long Qiang juga tidak mempermasahkan cincin ruang yang diberikan oleh Yueyin kepada Bai Chyou. Menurut mereka Yueyin adalah orang yang pintar dan bijaksana, ia tau apa yang ia lakukan, sehingga Huli Jing dan Long Qiang selalu menyetujui keputusan Yueyin.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Wang. Tak banyak kendala yang terjadi selama perjalanan. Sudah 3 hari lamanya mereka melakukan perjalanan menuju ke Kerajaan Wang, akhirnya mereka tiba di pusat kota Kerjaan Wang.
" Wah, pantas saja Kerajaan Wang menjadi Kerajaan terbesar, pasarnya sangat ramai, " ucap Huli Jing.
Setelah sampai di Kerajaan Wang, Huli Jing selalu saja cerewet memuji Kerajaan Wang. Yueyin dan Long Qiang tidak menanggapinya, hanya terus mendengar ocehannya yang tidak penting.
" Kita kesini untuk suatu tujuan, bukan untuk bermain, kau mengerti?, " ucap Long Qiang.
" Iya, aku tau. Tak perlu terus mengingatkanku seperti itu, " gerutu Huli Jing.
" Aku setuju. Nona, sebaiknya kita makan di restoran yang itu saja sambil bertanya, siapa tau kita bisa mendapatkan informasi tentang rumah yang mau disewakan, " ucap Huli Jing.
Yueyin mengangguk setuju atas usulan yang diberikan Huli Jing, mereka bertiga masuk ke dalam sebuah restoran yang tadi ditunjuk oleh Huli Jing. Restoran ini terbilang cukup ramai, banyak orang yang datang untuk menikmati berbagai hidangan dari restoran itu.
" Nona, ada apa?, " tanya Long Qiang.
" Bukan apa-apa, " jawab Yueyin.
Long Qiang hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi. Sejak masuk ke dalam restoran itu, Yueyin bisa mengetahui bahwa restoran itu untuk para kalangan atas. Yueyin dapat mengetahuinya karena dilihat dari interior restoran yang mewah dan elegan, para tamu yang mengenakan pakaian yang terbuat dari kain dengan kualitas tinggi. Setelah mereka memasuki restoran itu, banyak mata yang mengekori setiap gerak-gerik mereka. Entah mengapa, Yueyin pun tak tau alasannya, mungkin karena Yueyin dan kedua sahabatnya dianggap orang tak mampu mungkin. Entahlah, Yueyin pun tak ingin memikirkannya lagi, ia hanya merasa risih saja, karena terus di tatap.
" Pesan tempat makan pribadi, " ucap Yueyin.
__ADS_1
" Baik Nona, " jawab Huli Jing.
Tempat makan di restoran itu terbagi menjadi 2 yang pertama yang berada di lantai 1, tempat di lantai 1 di buka untuk umum, siapapun bisa duduk dan makan, sedangkan tempat makan di lantai 2 di peruntukan bagi mereka yang mau makan atau melakukan pertemuan dengan teman secara pribadi, tapi yang pasti harganya lebih mahal dibandingkan dengan lantai 1.
Setelah memesan tempat makan yang berada di lantai 2, mereka bertiga langsung menuju ke tempat makan itu, diantar oleh pelayan yang betugas. Pelayan itu mendapatkan 1 koin emas sebagai tip karena telah melakukan pekerjaannya dengan baik, sebelum pelayan itu pergi, mereka juga bertanya tentang rumah yang disewakan, beruntung pelayan itu mengetahui ada seorang saudagar kaya yang ingin menyewakan rumahnya, karena ia telah membangun sebuah rumah yang lebih besar dan telah menetap di rumah barunya.
Yueyin dan kedua sahabatnya makan dengan tenang sebelum sebuah insiden terjadi.
BRAK.
Bunyi pintu yang rusak, seseorang terjatuh ke dalam tempat makan pribadi Yueyin dan kedua sahabtanya.
" Apa-apaan ini?, " tanya Huli Jing kesal, acara makan mereka yang tenang, telah hancur. Meja makan berantakan.
Tak ada yang menjawab pertanyaan dari Huli Jing. Orang yang tadi terjatuh sekarang sedang bertarung, mereka sekarang bertarung di dalam tempat makan Yueyin. Yueyin naik pitam, acara makannya yang tenang, hancur berantakan gara-gara dua orang sialan yang sedang bertarung.
" Bereskan mereka, " titah Yueyin dingin dan penuh amarah, ia benar-benar marah sekarang ini.
" Baik Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang serentak.
Huli Jing dan Long Qiang menarik kedua orang yang sedang bertarung itu keluar, dan melemparkannya ke lantai 1, Huli Jing dan Long Qiang tidak menghajar keduanya.
Karena di serang tiba-tiba, keduanya tampak terkejut dan belum siap. Banyak orang yang melihat pertengkaran itu.
" Kenapa kalian melempar kami?, " tanya pria yang bernama Lu Zhongdi dan Ji Kang bersamaan, tak terima atas perlakuan Huli Jing dan Long Qiang.
" Kalian mengahancurkan acara makan kami, kalian tidak meminta maaf dan sekarang kalian bertanya, kenapa? bukannya muka kalian sangat tebal setelah membuat kekacauan, " ucap Huli Jing sinis. Hei tentu saja ia marah, Nonanya saja sudah kehilangan kesabaran apalagi dirinya.
" Astaga, berani sekali dia, apa dia tidak tau siapa yang sedang dia hadapi?, " tanya seorang pengunjung berbisik.
__ADS_1
" Kalau aku jadi dia, aku tidak akan melakukan hal yang merugikan diriku sendiri, benar-benar cari kematian sendiri, " ucap seorang pengunjung berbisik.