Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 46 " Aura Membunuh "


__ADS_3

Setelah berakhirnya Pertemuan antar Pendekar di hari pertama, para pendekar menuju ke tempat peristirahatan yang telah di sediakan. Yueyin, Huli Jing dan Long Jiang berdiri di antara para pendekar yang sedang membicarakan tentang pertarungan untuk menjadi pemimpin Pendekar.


" *Menurutmu, siapa yang akan menjadi Pemimpin? "


" Tentu saja Pangeran Dunrui, semua orang juga tau, Pangeran Dunrui satu-satunya murid dari Tetua Ho "


" Itu benar, tapi sudah bertahun-tahun para pendekar golongan hitam tidak mencari keributan, aku takut besok mereka akan membuat onar, seperti pemilihan Pemimpin pendekar sebelumnya "


" Aku juga berpikir seperti itu, semoga saja pendekar golongan hitam, tidak mencari masalah "


" Iya, kalau mereka mencari masalah, sepertinya kita akan kesulitan mengatasinya, aku dengar, pendekar golongan hitam yang bernama Kaibo telah mencapai ranah Kaisar level akhir (3) "


" Apa benar? jika seperti itu, kita akan dalam bahaya, Tetua Ho saja masih di ranah Kaisar level dua "


" Untuk apa takut, walaupun Tetua Ho berada di ranah Kaisar level dua, tapi banyak pendekar hebat lainnya disini, dengan jumlah kita yang banyak, kita masih memiliki kesempatan untuk menang* "


Segerombolan pendekar itu terus membicarakan tentang penentuan pemimpin baru, dan kemungkinan yang terjadi esok.


" Sepertinya, esok akan ada sesuatu yang menarik, " ucap Huli Jing tertarik dengan percakapan para pendekar.


" Hm, aku tidak sabar, " ucap Yueyin.

__ADS_1


" Sebaiknya, kita jangan berada di keramaian seperti ini, bagaimana jika berdiri di sebelah sana saja, disana tak terlalu ramai, " ucap Long Qiang memberi usul.


" Baiklah, aku juga tidak nyaman berdiri disini, " ucap Yueyin.


Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang berdiri di tempat yang tidak terlalu ramai, agar tidak menjadi pusat perhatian. Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang hanya berdiri tanpa berceloteh seperti pendekar lainnya, mereka hanya diam dan memperhatikan keadaan, dengan beberapa kali menanggapi ucapan Huli jing, tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri mereka dan memeluk lengan kanan Long Qiang dengan manja, Long Qiang tersentak kaget, dan langsung menepis tangan gadis itu, Yueyin dan Huli Jing yang melihat sikap gadis itu, sedikit kaget, tapi hanya sebentar dan langsung menatap gadis itu dengan tajam, dan aura membunuh yang kuat. Para pendekar yang merasakan aura membunuh yang kuat, langsung menoleh kearah mereka bertiga dan gadis yang tadi memeluk lengan Long Qiang. Para pendekar mulai tak bisa menahan aura membunuh yang begitu kuat, bahkan Tetua Ho yang sudah hadir untuk penentuan pemimpin barupun, kesulitan untuk menahan aura tersebut.


" Tuan, Nona, tolong tarik kembali aura kalian, aku tak bisa menahannya lagi, aku bisa mati, " ucap Bai Chyou tersengal-sengal, karna hampir kehabisan nafas.


Yueyin dan Huli Jing menarik kembali aura mereka, dan melihat sekitar, ada beberapa pendekar yang pingsan, ada juga yang memuntahkan seteguk darah segar, dan yang paling banyak, para pemdekar terduduk lemas di lantai. Untung saja ada Bai Chyou yang menghentikan tindakan Yueyin dan Huli Jing, jika tidak, dapat di pastikan akan ada banyak pendekar yang meninggal, karna tak dapat menahan aura Yueyin dan Huli Jing.


' Siapa mereka? auranya sangat menyeramkan ' batin Jendral Bai.


" Nona, Tuan, apa yang terjadi? , " tanya Bai Chyou mewakili para pendekar yang hadir, karna Bai Chyou tak ada yang berani bertanya.


" Nona, apa yang anda lakukan?, " tanya Bai Chyou penuh selidik pada gadis itu.


" A.. a.. aku hanya ingin berkenalan, " jawab gadis itu gugup, bahkan tangannya gemetar ketakutan.


" Kalau hanya ingin berkenalan, mengapa mereka sangat marah padamu?, " tanya Bai Chyou.


" A.. aku, " jawab gadis itu gugup, tak dapat menjawab pertanyaan dari Bai Chyou.

__ADS_1


" Sudahlah, biar aku yang jelaskan, " ucap Yueyin menyela.


" Aku dan kedua sahabatku tidak tau dari mana datangnya Nona ini, tapi dia dengan tak sopannya memeluk lengan sahabatku Long tanpa malu, karna terkejut, sahabatku Long menepis tangannya, jujur saja aku dan sahabatku Huli tidak menyukai tindakan dari Nona ini, dan terjadilah seperti yang kalian saksikan tadi, " jelas Yueyin.


" Nona, mengapa kau melakukan tindakan yang memalukan seperti itu?, " tanya Bai Chyou, wajahnya mulai tak enak dilihat, karna menahan kesal. Siapa yang tak marah? karna ulah gadis itu, mereka yang berada di tempat itu hampir kehabisan nafas, karna tak dapat menahan aura membunuh yang dikeluarkan Yueyin dan Huli Jing.


" *Bukankah dia Lingling, murid dari perguruan Bintang? "


" Eh, kau benar, aku baru menyadarinya, setelah melihat pola di bajunya "


" Padahal Lingling, salah satu murid terbaik di perguruan Bintang, mengapa dia mempermalukan dirinya seperti itu? sangat disayangkan* "


Para pendekar banyak yang bebisik-bisik membicarakan gadis itu. Ternyata gadis itu bernama Lingling, ia salah satu murid terbaik di perguruan Bintang. Lingling adalah gadis berbakat, di usianya yang masih terbilang muda, ia sudah berada di ranah Bumi level 4, sehingga banyak pendekar dan para Tetua menganggapnya sebagai seorang jenius.


" Lingling, " Panggil seorang pria paru baya, suaranya yang rendah dan dingin, membuat Lingling gugup.


" Gu.. guru, " jawab Lingling gugup, menoleh keasal suara. Lingling segera menuju ke gurunya, ia menyembunyikan dirinya, dibelakang punggung gurunya.


" Tuan, Nona, saya harap kalian dapat memaafkan kelakuan murid saya, sepertinya saya terlalu memanjakan dia, sehingga dia menjadi tak sopan, " ucap pria paru baya itu dengan sopan.


" Baiklah, kali ini kami memaafkan tindakan kurang ajarnya, tapi, jika dia melakukan hal yang sama, jangan salahkan aku, jika aku bertindak kejam, karna kami tak menyukai orang asing yang suka mencari perhatian, " ucap Yueyin tegas dan dingin.

__ADS_1


" Baik Nona, saya dapat menjamin bahwa murid saya tidak akan melakukan hal yang sama, " ucap pria paru baya itu, entah kenapa, pria paru baya itu merasa gugup saat berbicara dengan Yueyin.


Yueyin menangguk, menanggapi pria paru baya itu, ia dan kedua sahabatnya pergi meninggalkan tempat peristirahatn, mereka akan mencari udara segar dengan suasana yang tenang.


__ADS_2