Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 9 " Memulai Pelatihan "


__ADS_3

" Baiklah, aku rasa Jean juga tidak akan keberatan dengan rumah kecil ini, " kata Tuan Jorce. Sebenarnya Tuan Jorce sedikit tidak rela membiarkan Jean tinggal di rumah yang kecil seperti itu, ia ingin Jean tinggal di rumah yang besar dan mewah. Tapi Tuan Jorce hanya bisa membiarkan Jean tinggal di rumah kecil itu karena itu adalah satu-satunya rumah yang dekat dengan markas miliknya.


" Tuan. Anda bisa tenang, justru Nona mengatakan bahwa ia menyukai rumah ini. Karena jauh dari keramaian dan Nona menyukai ketenangan, " jawab asisten Zhan menjelaskan kepada Tuan Jorce.


" Benarkah?, " tanya Tuan Jorce.


" Benar Tuan, tadi sebelum saya kesini, saya tidak sengaja bertemu dengan Nona di ruang tengah, dan saya sempat menunjukkan foto rumah itu kepada Nona, " jawab asisten Zhan.


" Baguslah jika dia menyukainya. Cari pelayan yang terbaik untuk Jean, " perintah Tuan Jorce.


" Maaf Tuan, Nona mengatakan bahwa Nona ingin tinggal sendiri, " jawab asisten Jorce.


" Apa? Kenapa?, " tanya Tuan Jorce.


" Nona Jean mengatakan kalau Nona lebih nyaman tinggal sendiri. Apa Tuan mengizinkan Nona?, " kata asisten Zhan.


" Baiklah, jika itu memang pilihannya. Apa kau sudah mengurus semuanya?, " tanya Tuan Jorce.


" Sudah Tuan. Nona Jean sudah resmi menjadi anak anda, saya juga sudah memasukan Nona ke sekolah milik Tuan, " jawab asisten Zhan.


" Bagus, kau memang tidak mengecewakanku," kata Tuan Jorce memberi pujian kepada asisten Zhan.


" Terima kasih Tuan. Tuan, Nona Jean bisa pindah ke rumah barunya 3 hari lagi dan minggu depan Nona bisa masuk ke sekolah Tuan, " kata asisten Zhan.


" Baiklah, kau boleh kembali, " kata Tuan Jorce.


" Baik Tuan, " jawab asisten Zhan.


Asisten Zhan pergi meninggalkan ruang kerja Tuan Jorce.


* * * * *


3 Hari Kemudian


Hari ini Jean akan pindah ke rumah barunya. Tuan Jorce menyuruh Jean untuk membawa beberapa pelayan untuk melayaninya tapi Jean tetap tidak mau membawa para pelayan, ia ingin tinggal sendiri.


" Apa kau yakin Jean, tidak membawa pelayan bersamamu?, " tanya Tuan Jorce kepada Jean.


" Yakin Ayah, " jawab Jean dengan yakin.


" Baiklah, tapi biarkan Zhan yang menyiapkan keperluan bulanan untukmu, " kata Tuan Jorce.


" Baik Ayah, " jawab Jean.


" Ayo kita berangkat, " perintah Tuan Jean kepada asisten Zhan.


Selama perjalanan menuju rumah baru milik Jean, hanya terdapat keheningan di dalam mobil itu. Perjalanan yang jauh membuat Jean mengantuk, Jean tertidur di dalam mobil. Karena merasa kasihan, Tuan Jorce mengangkat Jean, membiarkan Jean tidur di pangkuannya selama perjalanan.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang jauh, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Tuan Jorce membangunkan Jean dengan lembut, takut mengagetkan Jean saat membangunkannya.


" Jean bangun, kita sudah sampai, " Tuan Jorce membangunkan Jean dengan nada yang lembut walaupun wajahnya tetap datar.


Jean mengucek ngucek matanya, untuk memperjelas penglihatannya setelah bangun dari tidur.


Tuan Jorce keluar dari mobil sambil menggendong Jean, ia menurunkan Jean saat sudah berada di luar mobil. Saat melihat rumah itu dan susana yang tenang di daerah itu membuat Jean merasa nyaman.


" Bagaimana?, " tanya Tuan Jorce kepada Jean.


" Suka. Tenang dan nyaman, " jawab Jean.


" Baguslah jika kau suka, ayo masuk, " kata Tuan Jorce.


Jean hanya mengangguk sebagai jawaban.


Mereka masuk ke dalam rumah baru milik Jean, barang-barang yang dibawa untuk pindahan Jean, para pengawal yang mengangkat dan memindahkan barang-barang tersebut. Asisten Zhan membawa kepala pelayan bersama mereka untuk mengatur setiap ruangan yang ada di rumah baru milik Jean. Hari sudah menjelang petang, para pengawal dan kepala pelayan sudah selesai membereskan rumah baru milik Jean.


" Jean, Ayah dan yang lainnya akan kembali ke rumah, kau baik-baiklah disini, " kata Tuan Jorce.


" Baik Ayah, " jawab Jean.


" Nona, anda tak perlu takut, disini terdapat banyak pos penjaga. Banyak pengawal yang berada di sekitar sini untuk menjaga markas. Saya juga sudah memberitahu kepada para pengawal untuk menjaga Nona dengan baik, " kata asisten Zhan menjelaskan kepada Jean agar ia tak merasa takut.


" Baik paman, " jawab Jean.


" Baik Ayah, berhati-hatilah, " jawab Jean.


" Hmm, " Tuan Jorce hanya menjawab dengan deheman.


Mobil yang di kendarai Tuan Jorce pergi meninggalkan pekarangan rumah milik Jean. Jean hanya menatap mobil Tuan Jorce yang sekarang sudah menjadi Ayahnya. Setelah mobil ayahnya menghilang dari pandangannya ia masuk ke dalam rumah baru miliknya.


' Perpisahan macam apa ini? kenapa Tuan dan Nona tidak berpelukan? mereka hanya mengucapkan sedikit kata-kata dengan wajah datar tanpa ekspresi ' batin kepala pelayan.


Kepala pelayan naik mobil bersama para pengawal.


" Kepala pelayan, ada apa denganmu?, " tanya pengawal yang menyetir mobil.


" Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa sedikit bingung, " jawab kepala pelayan.


" Apa yang membuatmu bingung?, " tanya pengawal yang menyetir mobil.


" Bukankah Tuan Jorce sudah mengangkat Nona Jean sebagai anaknya?, " tanya Kepala pelayan kepada pengawal yang menyetir mobil.


" Itu memang benar, apa yang salah?, " tanya pengawal yang menyetir mobil.


" Bukankah Tuan dengan Nona Jean tadi ekspresinya sangat datar, bahkan mereka tidak bepelukan, " jelas Kepala pelayan.

__ADS_1


" Tuan adalah orang yang sangat dingin dan Nona Jean, waktu kami bertemu dengan Nona Jean dia juga memiliki sifat yang sama dengan Tuan. Jadi menurutku itu sangat wajar, lagipula Tuan akan pindah, Tuan akan tinggal di markas, karena Tuan sendiri yang akan melatih Nona Jean, " jelas seorang pengawal yang duduk di kursi belakang.


" Ohh, " jawab Kepala pelayan, disertai dengan anggukan yang artinya ia mengerti.


#POV Tuan Jorce


" Zhan, besok urus semua keperluan saya untuk pindah ke markas, " perintah Tuan Jorce.


" Baik Tuan, " jawab asisten Zhan.


Setelah percakapan singkat itu, tidak ada percakapan lainnya yang ada hanya keheningan.


# POV Jean


Jean mulai membersihkan diri ( mandi ). Setelah selesai mandi, Jean menuju ke dapur ia berniat untuk memasak. Jika kalian bertanya dari mana Jean tau masak? tentu dari Panti Asuhan. Kadang Nona Lin membangunkan Jean tengah malam hanya untuk memasak makanan untuknya.


Jean memutuskan untuk memasak Nasi goreng untuk makan malamnya.


Jean tidak begitu pintar memasak, ia hanya bisa masak seadanya. Jean menyelesaikan makan malamnya, ia langsung membersihkan peralatan makannya. Karena Jean tinggal sendiri ia melakukan semuanya sendiri, setelah menyelesaikan aktifitasnya Jean masuk ke dalam kamarnya memasuki alam mimpi.


* * * * *


Keesokan Harinya. . .


Tuan Jorce sudah pindah dan tinggal di markas miliknya, dan Tuan Jorce sekarang sudah berada di rumah Jean, ia ingin melatih Jean sesuai yang ia janjikan.


" Jean, kamu sudah siap?, " tanya Tuan Jorce kepada Jean dengan wajah datar dan nada yang tegas.


" Siap Ayah, " jawab Jean dengan yakin.


" Baik, hari ini kita akan mulai latihan untukmu Jean, " kata Tuan Jorce.


" Baik Ayah, " jawab Jean.


* * * * *


Mulai dari hari itu Jean berlatih dengan sangat keras. Pelatihan yang diberikan kepadanya bukan hanya bela diri dan kekuatan fisik biasa, melainkan seperti di Neraka. Pelatihan yang di terapkan Tuan Jorce lebih kejam dari pelatihan militer. Bukan hanya itu, Jean juga di latih untuk memiliki pengetahuan medis dari yang tradisional sampai modern semua di pelajarinya. Jean juga di latih untuk menjadi pebisnis yang hebat, cerdas dan juga cerdik, ia juga di latih menjadi pembunuh yang menjalankan tugas dengan cepat dan bersih, dan masih banyak lagi pelatihan Neraka yang di jalankan Jean.


Tuan Jorce menjadikan Jean sebagai penerus dan juga pewaris yang sempurna baginya dan tak terkalahkan.


Jean berumur 10 tahun.



** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊


supaya author tetap semangat😊

__ADS_1


__ADS_2