Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 16 " Membantu "


__ADS_3

Jean berjalan-jalan di pasar, banyak pedagang yang menawarkan barang jualan mereka sambil berteriak. Jean menuju ketempat penjual kain dan pakaian, ia masuk ke salah satu toko yang terkenal di daerah itu. Jean membeli beberapa hanfu baru untuk di kenakannya. Setelah selesai membeli hanfu, Jean kembali berjalan-jalan di pasar, ia juga memakan beberapa jajanan kecil yang di jual para pedagang.


Jean juga melihat beberapa pertunjukan jalanan. Tiba-tiba Jean melihat orang-orang ramai berkumpul.


' Ada apa ini? apa ada pertunjukkan yang sangat menarik? ' batin Jean


Jean berjalan menuju kearah kerumunan, ia berpikir sepertinya ada yang menarik sehingga banyak orang yang menonton. Ketika Jean sampai di tempat kerumunan itu, ia melihat seorang gadis sedang dilecehkan oleh keempat pria berbadan besar. Bisa di katakan mereka seperti preman pasar.


" Kasihan sekali gadis itu, dia harus berurusan dengan Ketua Yong, " kata seorang wanita tua.


Jean hanya diam saja melihat kejadian itu, ia tidak berniat untuk membantu. Ada banyak orang yang berada disitu pasti mereka akan membantu gadis itu. Itulah yang dipikirkan oleh Jean.


Jean sudah melihat kejadian itu cukup lama, sampai akhirnya Ketua preman itu atau biasa di sebut Ketua Yong, ia merobek hanfu gadis itu. Jean melihat orang-orang yang berada disitu, mereka tak memiliki niat untuk membantu gadis itu.


' Mengapa tidak ada yang membantu gadis itu? ' batin Jean.


Jean seebenarnya tidak ingin ikut campur dalam masalah gadis itu, tapi ia sudah tidak tahan melihat perbuatan keempat preman itu.


" Berhenti, " kata Jean sedikit berteriak, Jean keluar dari kerumununan banyak orang dan maju di depan keempat preman itu.


Semua orang yang berada disitu melihat kearah Jean. Mereka mulai bisik-bisik berbicara tentang Jean.


" Siapa gadis bercadar itu?, " tanya seorang gadis kepada seorang pemuda.


" Sungguh berani gadis itu, apa dia tidak tau Ketua Yong orang yang berkuasa di pasar ini?, " tanya seorang pedagang sayur kepada orang-orang yang berada disitu.


" Entahlah, tapi dia benar-benar mencari kematiannya sendiri dengan melawan Ketua Gong, " ucap seorang pemuda menanggapi pedagang sayur.


" Sangat malang gadis itu, " ucap seorang wanita paru baya.


Semua orang menatap Jean, ada yang merasa kasihan, meremehkan, mengejek, kagum dan masih banyak lagi arti dari tatapan mereka.


" Ohh ternyata hanya seorang gadis, " ucap preman 1.


Jean tidak perduli dengan ucapan preman 1, ia mengalihkan pandangannya kepada gadis yang telah dilecehkan. Jean mengambil hanfu yang baru di belinya dan memberikannya kepada gadis itu.

__ADS_1


" Gantilah hanfumu," ucap Jean.


Gadis itu menerima hanfu yang Jean berikan.


" Terima kasih Nona, " ucap gadis itu. Gadis itu berniat untuk mengganti pakaiannya, saat ia ingin pergi meninggalkan tempat itu.


" Gadis ja**ng, beraninya kau mengabaikanku, " preman 1 kembali berbicara kepada Jean


Gadis itu, ia merasa bersalah, hampir saja ia meninggalkan penyelamatnya bersama preman jahat seperti mereka. Ia urungkan niatnya untuk mengganti hanfunya, ia tidak ingin meninggalkan penyelamatnya. Bagaimana jika penyelamatnya terluka, ia akan merasa sangat bersalah.


" Jangan sakiti Nona ini, Nona adalah orang baik, " ucap gadis itu, untuk melindungi Jean.


" Berarti kau harus ikut dengan kami," ucap preman 2.


" Aku tidak mau ikut bersama kalian, " ucap gadis itu.


" Kalau kau tidak mau, biarkan saja gadis bercadar itu yang ikut bersama kami, ha..ha..ha..ha, " ucap Ketua Yong dan tertawa mesum.


Ketua Yong tidak melihat wajah Jean, tapi ia yakin bahwa Jean adalah gadis yang cantik.


" Pergilah, aku yang akan membereskan mereka, " ucap Jean kepada gadis itu.


Gadis itu tidak ingin pergi, ia tidak ingin penyelamatnya terluka. Apa lagi para preman itu memiliki kultivasi yang cukup tinggi.


" Pergilah, atau ku biarkan kau di lecehkan, " ucap Jean dengan nada kesal, Jean mengeluarkan aura membunuhnya. Jean sangat kesal jika ada yang membantah perintahnya.


Gadis itu menjadi ketakutan, ia langsung berlari dan meninggalkan tempat itu.


Mereka yang berada di tempat itupun merasakan aura pembunuh yang di keluarlan oleh Jean. Ketua Yong dan bawahannya, mulai ketakutan, bahkan sampai gemetar. Tapi mereka tetap menyerang Jean.


" Matilah kau ja**ang, " ucap preman 1. Ia langsung menyerang Jean menggunakan belati.


Mereka yang berada di tempat itu mulai menjauh ketakutan. Tapi tetap tidak ingin pergi, mereka masih ingin melihat tontonan gratis itu.


Jean menangkis serangan preman 1 dengan mudah, ia mematahkan tangan kanan preman 1, dan merebut belatinya. Jean menusuk perut preman 1 dan merobeknya dan langsung menebas leher preman 1 hingga tewas. Darah berceceran di tempat itu, bahkan ada darah yang terciprat mengenai wajah Ketua Yong.

__ADS_1


Wajah Ketua Yong dan kedua bawahannya langsung pucat pasi, melihat kejadian itu. Jean membunuh bawahan Ketua Yong dengan kejam, bahkan tidak sampai 5 menit bawahan Ketua Yong sudah tewas.


' Sangat cepat, aku bahkan tidak bisa melihat gerakannya. Tapi, aku tidak bisa merasakan tingkat kultivasinya ' batin Ketua Yong.


Walaupun Jean tidak memiliki kultivasi, tapi Jean adalah seorang pembunuh no.1 di dunia sebelumnya, ia sudah melewati latihan antara hidup dan mati. Bahkan ia harus melawan orang yang lebih kuat darinya, tentu membunuh keempat preman pasar itu sangat mudah baginya. Terlebih keempat preman itu hanya mengandalkan pil untuk menaikan tingkat kultivasi mereka tanpa mengimbangi dengan kekuatan fisik.


Jean langsung menuju kearah Ketua Yong dan bawahannya, ia langsung menghabisi mereka tanpa membiarkan mereka melakukan perlawanan. Jean melakukannya dengan sangat cepat, bahkan mereka yang berada di tempat itu tidak menyadari bahwa Jean sudah menghabisi para preman itu. Mereka yang berada di tempat itu hanya melihat Ketua Yong dan bawahannya sudah tewas dan terjatuh di tanah.


Jean merasa cukup senang. Ia sudah lama tidak membunuh orang, perasaanya cukup tenang setelah membunuh. Jean memiliki jiwa Psikopat, ia akan merasa senang setelah membunuh.


Mereka kembali bisik-bisik membicarakan Jean.


" Gadis itu sangat hebat, aku bahkan tidak melihat gerakannya saat membunuh Ketua Yong dan bawahannya, " kata pemuda 1.


" Kau benar, dia benar-benar hebat, aku sangat mengaguminya, " kata pemuda 2.


" Walaupun dia hebat, tapi dia menggunakan cadar, pasti karna wajahnya jelek, " kata gadis 1.


" Bilang saja kau iri padanya, " kata pemuda 1


" Untuk apa aku iri padanya, aku bahkan lebih cantik darinya, " kata gadis 1. Ia merasa kesal karna Jean mendapat rasa kagum dari para pemuda yang berada di tempat itu.


Jean langsung pergi meninggalkan tempat itu. Setelah Jean pergi baru gadis yang dilecehkan tadi muncul.


" Apa kalian melihat Nona yang tadi membantuku?, " tanya gadis itu kepada seorang gadis.


" Maksudmu gadis bercadar?, " tanya gadis 1.


" Iya benar, apa kalian melihatnya?, " gadis itu kembali bertanya.


" Dia sudah pergi, " jawab pemuda 1.


" Apa? apa kalian tau dimana perginya Nona itu?, " tanya gadis itu.


" Kami tidak tau, kau cari saja dia. Ayo kita pergi, " jawab gadis 1 dan pergi meninggalkan gadis itu.

__ADS_1


** jangan lupa like, vote dan koment ya readers😊**


__ADS_2