
*Flashback on
Saat Jean pingsan, ia berada di ruangan yang serba putih, ia melihat seorang gadis cantik, tapi semakin lama ia memandang wajah gadis itu. Wajah gadis itu perlahan berubah, dari yang cantik menjadi sangat jelek.
Jean sangat terkejut melihat perubahan dari wajah gadis itu.
Gadis itu tersenyum pada Jean dan berkata.
" Balaskan Dendamku, Ku mohon, " gadis itu menitikan air mata, setelah mengatakan itu, gadis itu menghilang tanpa jejak.
" Apa maksudnya? " tanya Jean, bingung
Setelah gadis itu menghilang, ruangan itu berubah menjadi gelap. Tiba-tiba terlihat potongan-potongan gambaran tentang gadis yang dilihatnya tadi.
Gadis itu di siksa oleh seorang wanita dan 2 orang gadis yang cukup cantik, mereka menyiksa tanpa ampun. Tidak ada yang membantu gadis itu selain pelayan setianya.
Gadis itu di fitnah di depan Ayahnya, bahkan Ayahnya tidak membantunya walaupun Ayahnya mengetahui kebenarannya. Gadis itu di asingkan di Kediaman Dingin. Pelayan setianya di bunuh karna di tuduh mencuri.
Setelah gadis itu di asingkan di Kediaman Dingin, hidupnya lebih menderita lagi. Ia terus-terusan di siksa, membuat tubuhnya penuh dengan bekas luka cambukan.
Dan potongan terakhir yang di lihat Jean adalah, gadis itu melakukan sebuah ritual.
Itulah yang di lihat dalam ingatan gadis itu tapi Jean berpikir bahwa itu adalah sebuah mimpi.
*Flashback off
* * * * *
Setelah Jianying dan Jiali pergi, Jean kembali masuk ke dalam kamarnya. Jean mengamati tempat itu dengan seksama. Ia melihat pola array yang berada di lantai, yang digambar oleh gadis yang ada di dalam mimpinya. Jean melihat secarik kertas yang berada di lantai, ia melihatnya dan cukup terkejut dengan isi kertas itu.
" Mantra terlarang. Memberikan raga menukar jiwa, " Jean membaca isi surat itu.
Ia melihat gambar yang ada di kertas itu, sama seperti yang ada di lantai. Akhirnya Jean mengerti apa maksud dari mimpinya.
Untuk memastikan bahwa dugaannya benar, Jean mencari sebuah cermin. Ia melihat wajahnya di cermin, Jean tidak kaget tapi ia merasa sedikit tidak nyaman. Karna Jean sudah melihat wajah gadis itu di mimpi dan sekarang wajah itu miliknya.
__ADS_1
" Jadi dia memberikan raganya untukku? dan aku harus membalaskan dendamnya?, " gumam Jean.
" Tapi bagaimana? aku bahkan tidak tau dunia apa ini?, "
" Kenapa harus aku yang di pilih, benar-benar menyebalkan, "
Jean terus berbicara sendiri, ia tidak tau bagaimana cara mencari informasi. Ia juga belum mengetahui dunia seperti apa yang sekarang ia tinggali. Jean benar-benar kebingungan.
Saat Jean sedang kebingungan dan terus bergumam kecil karna sedikit frustasi, ia tidak sengaja menabrak sebuah lemari kayu.
Bruukk ( suara buku jatuh )
Sebuah buku jatuh tepat di atas kepala Jean.
" Auuhh, astaga apa ini?, " Jean memegang kepalanya yang tertimpuk buku.
" Buku?, " Jean mengambil buku itu dan membukanya, di halaman depan buku itu tertulis ' Untuk Orang Yang Menempati Ragaku '
* isi dari buku itu *
Kekaisaran Qin Berada di Benua Tianzhi, wilayah bagian Barat. Kekaisaran Qin adalah kekaisaran terkuat kedua setelah Kekaisaran Wang.
Aku adalah anak sah. Nona Besar di kediaman Jendral Li, tapi tak seorangpun yang menganggap aku ada, hanya pelayan setiaku saja yang selalu berada di sisiku.
Ayahku memiliki seorang Selir yang bernama Mei-Yin tapi semenjak kematian Ibuku Selir Mei-Yin diangkat Ayahku menjadi permaisuri di kediaman Jendral Li dan sekarang berganti nama menjadi Li Mei-Yin mengikuti marga Ayahku. Ibunda Mei-Yin memiliki dua orang putri, putri pertamanya bernama Li Jianying, adik Jianying berusia 14 tahun sama sepertiku, kami berdua hanya berbeda 2 bulan saja dan putri keduanya bernama Li Jiali, Jiali berusia 13 tahun.
Semua berawal dari kematian Ibuku, saat aku berumur 6 tahun, aku di tuduh meracuni Ibuku hanya karna aku yang memberikan teh itu kepada ibuku. Ayahku begitu membenciku karna semua orang yang tinggal di kediaman Jendral Li tau bahwa akulah yang memberikan teh beracun itu pada Ibuku, tapi aku masih sangat kecil aku tidak tau apapun. Saat semua orang menuduhku, aku melakukan pembelaan, aku mengatakan bahwa bukan aku yang meracuni Ibuku. Tapi mereka semua tidak mempercayainya, hanya pelayan setiaku saja yang mempercayaiku dan terus membelaku.
Aku di hukum Ayahku, di pukul menggunkan kayu panjang sebanyak 20 kali pukulan. Aku tidak bisa bangun dari tempat tidurku selama 3 bulan. Karna aku tidak bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah, aku di kurung di kediamanku selama 6 bulan sebelum usiaku menginjak 7 tahun. Ayahku memberikan kesempatan untukku, untuk mengikuti tes bakat dan elemen. Tes bakat dan elemen akan di ikuti oleh semua anak yang berusia 7-9 tahun.
Tapi karna aku tak memiliki bakat dan juga elemen, Ayahku benar-benar tak menghiraukan aku lagi. Ayahku tak perduli jika aku di tindas oleh orang-orang di kediaman Jendral Li ini. Orang-orang memanggilku dengan sebutan sampah dari Kediaman Jendral Li dan Kekaisaran Qin, karna aku tak bisa berkultivasi. Aku juga di panggil dengan sebutan buruk rupa karna wajahku yang sangat jelek.
Ibunda Mei-Yin dan kedua putrinya terus menyiksaku, aku tak tau mengapa mereka begitu membenciku, padahal aku tidak melakukan sesuatu yang membuat mereka benci padaku. Mereka menuduh pelayan setiaku mencuri, sehingga pelayanku harus mati karna 100 kali pukulan.
Sebenaranya aku memiliki ikatan pertunangan dengan Putra Mahkota Qin Yongsheng sejak masih dalam kandungan. Ibuku dan Ibu dari Pangeran Putra Mahkota adalah teman semasa mereka muda, sehingga kami telah di jodohkan. Aku begitu mencintai Putra Mahkota Yongsheng, tapi Putra Mahkota tidak mencintaiku, Putra Mahkota mencintai Li Jianying adik tiriku.
__ADS_1
Karna Putra Mahkota mencintai adik Jianying. Ibunda, Jianying dan Jiali mengambil kesempatan dan menuduhku mencelakai Jianying karna iri akan cinta Putra Mahkota. Karna mendengar kabar itu, Ayahku menjadi semakin marah dan mengasingkanku di Kediaman Dingin sendirian. Walau aku sudah pindah di Kediaman Dingin. Ibunda, Jianying dan Jiali selalu saja datang untuk menyiksaku.
Aku juga tidak ingin melakukan Mantra Terlarang ini, tapi aku tak punya pilihan lain. Aku orang yang lemah, tidak bisa berkultivasi dan membalaskan dendamku. Aku mendapatkan mantra terlarang ini di bawah tempat tidur, aku hanya bisa mengorbankan ragaku, asalkan dendamku terbalaskan. Ku mohon bantu aku.
Yueyin Lian
* Selesai *
Setelah selesai membaca buku itu, Jean akhirnya mengerti, dia telah melakukan perjalanan waktu.
" Sepertinya, Yueyin sudah lama merencanakan ini, benar-benar tragis, " ucap Jean. Jean sedikit prihatin dengan nasib yang di alami oleh Yueyin. Jean juga pernah merasakan di siksa, tentu saja ia bisa mengerti perasaan dari Yueyin.
" Aku belum tau balas dendam seperti apa yang harus aku lakukan, aku akan memikirkannya nanti, " ucap Jean.
Jean kembali mengamati kamar itu. Kamar itu begitu kotor, ia merasa tak nyaman.
" Yueyin ini, aku tau dia tersiksa. Tapi, apa dia tidak bisa membersihkan kediamannya ini? sangat kotor, ada debu dimana-mana, " ucap Jean, ia sedikit kesal karna pemilik tubuh itu tidak membersihkan Kediamannya itu.
Jean memutuskan untuk membersihkan Kediaman itu, ia mulai menyapu, mengambil air untuk melap debu, mengepel lantai dan menjemur kasur. Setelah Jean merasa kamarnya telah bersih, ia beralih kehalaman. Jean mulai mencabut rumput-rumput liar yang tumbuh, setelah selesai mencabut, Jean menyiram halaman itu. Jean merasa sangat lelah karna ia mengerjakan semuanya sendiri.
" Astaga tubuh ini sangat lemah, cuma pekerjaan yang begitu mudah, aku sudah merasa sangat cape, bahkan tanganku yang menahan cambuk Jiali tadi, masih terasa sakit, " ucap Jean.
Jean tidak berlama-lama beristirahat, ia berjalan menuju ke dapur, saat membuka pintu dapur.
" Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk, " Jean terbatuk.
" Dapur macam apa ini? sangat berdebu dan kotor, " ucap Jean. Jean tak banyak mengeluh lagi, ia langsung membersihkan dapur itu, ia melihat bahan makanan yang masih kelihatan bagus dan ada juga yang sudah tertutup debu. Jean memisahkan bahan makanan yang masih bisa dipakai dan yang akan ia buang. Setelah memisahkan bahan makanan. Jean mulai menyapu lantai, mengambil air untuk melap debu yang masih tertempel, mengepel lantai dan mencuci peralatan dapur yang sudah berdebu.
Akhirnya pekerjaan Jean telah selesai, ia kembali melihat-lihat Kediaman Dingin yang telah ia bersihkan, ia cukup puas akan hasil kerjanya.
" Syukurlah, akhirnya rumah ini bisa layak di huni, " ucap Jean sambil menghela nafas panjang.
Jean cukup lelah dengan pekerjaannya, walaupun dulu ia tinggal sendiri dan sering melakukan semuanya sendirian, tapi rumah Jean tidak sekotor Kediaman Dingin.
Jean ingin membersihkan dirinya, ia menuju ke kamar mandi, saat melihat kamar mandi itu, Jean sedikit terkejut.
__ADS_1
** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊**