Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 53 " Mencari Pedang Cahaya Bulan "


__ADS_3

" Tak apa aku bisa mengerti, " jawab Huli Jing, dengan senyum misteriusnya.


" Terima kasih Tuan, atas pengertiannya, " ucap Bai Chyou.


" Achyou, ayo kembali, " ucap Jendral Bai. Jendral Bai kembali ke lantai dua terlebih dulu.


" Tuan, Ayahku telah memanggil, aku undur diri Tuan, " ucap Bai Chyou. Huli Jing hanya mengangguk menanggapi Bai Chyou. Bai Chyou pergi meninggalkan Huli Jing, menyusul Ayahnya.


Huli Jing terus memperhatikan Bai Chyou dan Jendral Bai yang telah menghilang, memasuki ruangan yang berada di lantai dua. Huli Jing memesan tiga kamar. Setelah memesan, Huli Jing kembali pada Yueyin dan Long Qiang.


" Bagaimana?, " tanya Long Qiang.


" Tidak ada apa-apa, mereka sangat waspada, bahkan Bai Chyou saja tidak dapat mengatakan apapun, Jendral Bai terus mengawasinya, " ucap Huli Jing. Walau tadi Bai Chyou melihat Yueyin dan Long Qiang, tapi jarak mereka cukup jauh, sehingga mereka berdua tak mendengar percakapan mereka.


" Long, " panggil Yueyin.


" Iya Nona, " jawab Long Qiang.


" Menurutmu, mengapa pedangku bisa bergetar hebat?, " tanya Yueyin.


" Karna anda telah bangkit Nona, " jawab Long Qiang.


" Apa sejak awal aku bangkit pedangku telah bergetar?, " tanya Yueyin.


" Tidak Nona, pedang Cahaya Bulan bergetar karna ia merasakan kehadiran Nona, saat kekuatan Nona telah kembali sepenuhnya, " jawab Long Qiang.

__ADS_1


" Jadi, maksudmu pedangku baru bergetar akhir-akhir ini?, " tanya Yueyin.


" Benar Nona, " jawab Long Qiang.


" Aku mengerti, " ucap Yueyin.


" Nona, hari akan gelap, sebaiknya kita beristirahat, ini kunci yang diberikan oleh pelayan, " ucap Huli Jing.


" Kau benar, sebaiknya kita beristirahat, dan besok kembali melakukan perjalanan kita, " ucap Yueyin.


" Baik Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang.


Mereka menuju ke kamar masing-masing, untuk beristirahat, merilekskan segala pikiran dengan masuk ke alam mimpi yang indah.


Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang sedang menikmati sarapan pagi, di penginapan tersedia dengan restoran, sehingga para pengunjung tak perlu mencari makan di luar.


#Para kultivator POV


" Bagaimana, " tanya Tetua Ho.


" Semuanya telah dipersiapkan Tetua, " jawab salah satu pendekar.


" Bagus, sekarang kita sarapan bersama, lalu kita lanjutkan perjalanan, " ucap Tetua Ho.


" Baik Tetua, " jawab para pendekar.

__ADS_1


Bai Chyou terlihat bersemangat, baru kali ini, ia bisa mengikuti sebuah misi yang sangat penting, berbanding terbalik dengan Ayahnya, Jendral Bai terlihat banyak pikiran, terlihat dari kerutan di keningnya.


" Ada apa Ayah? kau terlihat cemas, " tanya Bai Chyou, ia mengkhawatirkan Ayahnya.


" Aku tak apa, selesaikan sarapanmu, " jawab Jendral Bai.


Hanya qda keheningan, para pendekar makan dengan tenang. Sampai Pangeran Dunrui memecah keheningannya.


" Tuan muda Bai, " panggil Pangeran Dunrui.


" Iya Pangeran Mahkota, " jawab Bai Chyou hormat.


" Aku melihat ketiga temanmu, mereka berada di bawah, " ucap Pangeran Dunrui.


" Itu benar Pangeran, kemarin kami sempat bertemu, saat saya sedang memesan di bawah, kalau boleh tau, ada apa Pengeran?, " ucap Bai Chyou, diakhiri dengan pertanyaan.


" Mengapa mereka bisa berada disini?, " tanya Pangeran Dunrui.


" Mereka adalah pendekar pengembara Pangeran, tujuan mereka adalah ke pinggiran Kerajaan Wang, Tuan Huli mengatakan setelah selesai mengembara di Benua Tianzhi, mereka akan pergi ke Benua lainnya, untuk mengembara, " jawab Bai Chyou.


" Sayang sekali, padahal aku melihat kemampuan mereka cukup hebat, " ucap Tetua Ho, mendengar penjelasan Bai Chyou.


" Bukan cukup hebat, tapi sangat hebat, " ucap Bai Chyou tanpa sadar. Para pendekar menatapnya, menuntut penjelasan.


" Ah, maafkan aku, aku hanya asal bicara, sepertinya aku terlalu banyak bicara, " ucap Bai Chyou kembali, ia merasa menyesal atas ucapannya tadi.

__ADS_1


__ADS_2