Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 41 "Pasar Budak "


__ADS_3

Huli Jing, Long Qiang dan Yueyin telah sampai dipasar budak. Mereka melihat banyak budak yang berada di atas panggung untuk di jual. Para budak terlihat sangat lusuh seperti tak terurus. Yueyin cukup mengerti dengan keadaan yang terjadi, banyak orang tua yang tidak mampu menghidupi keluarganya tega menjual anaknya untuk di jadikan budak, tapi kebanyakan dari budak itu adalah hasil rampasan perang.


" Nona, " panggil Long Qiang.


" Ada apa?, " tanya Yueyin, melihat kearah Long Qiang.


" Berapa banyak budak yang kita butuhkan?, " tanya Long Qiang.


" Menurutku, 5 budak cukup, " bukan Yueyin yang menjawab tapi Huli Jing.


" Itu terlalu banyak, kita hanya butuh 2 orang saja, " jawab Yueyin.


" Dan juga jangan memanggil dengan sebutan budak, itu cukup kasar untuk didengar, " Yueyin melanjutkan ucapannya dengan wajah datarnya namun terkesan tegas. Huli Jing dan Long Qiang hanya mengangguk, menyetujui ucapan Yueyin.


Mereka mengakhiri percakapan singkat itu, dan mulai mencari budak yang akan dibeli.


" Nona, dua orang itu sepertinya cocok untuk jadi pelayan di kediaman kita, " ucap Huli Jing. Yueyin melihat kearah yang ditunjuk oleh Huli Jing


" Sepertinya kau benar, Huli segera lakukan transaksi dengan pemilik dari kedua orang itu, " ucap Yueyin.


" Baik Nona, " jawab Huli Jing.


Huli Jing menemui pemilik dari kedua budak tersebut, ia akan membeli kedua gadis budak itu. Transaksi terjadi dengan cepat, sekarang Huli Jing dan kedua budak itu sudah berada di tempat Yueyin dan Long Qiang.


" Kalian berdua, perkenalkan ini Nona Yueyin. Nona adalah orang yang telah membeli kalian, dan di sebelah Nona adalah Long Qiang, dia juga sahabat Nona, " ucap Huli Jing. Kedua gadis tersebut memberi hormat kepada Yueyin dan Long Qiang. Huli Jing telah memperkenalkan dirinya terlebih dulu kepada dua gadis itu sebagai sahabat Yueyin, sehingga Huli Jing juga memperkenalkan Long Qiang sebagai sahabat dari Yueyin.


Yueyin hanya tersenyum tipis dibalik tudungnya mendengar ucapan Huli Jing, ia tidak mempermasalahkannya, toh memang benar, mereka bertiga adalah sahabat, oh tidak, bukan hanya sahabat tapi keluarga dan sekarang mereka sedang mencari satu anggota keluarga yang telah hilang selama ribuan tahun. Entah mengapa Yueyin merasa sangat nyaman, hatinya menghangat saat memikirkan bahwa mereka adalah keluarga.


' Ayah angkat, apakah sekarang aku bisa menganggap mereka sebagai keluargaku? setelah beberapa kali dipatahkan harapanku karena pengkhianatan ' batin Yueyin.


" Ayo kita kembali, " ucap Yueyin.

__ADS_1


" Baik Nona, " jawab Huli Jing, Long Qiang dan kedua gadis itu.


Setelah meninggalkan pasar budak, tidak butuh waktu yang lama mereka telah sampai di kediaman Bulan. Yueyin sendiri yang menamai kediaman tersebut.


" Ayo masuk, " ajak Huli Jing kepada kedua gadis itu.


" Terima kasih Tuan, " ucap salah satu gadis.


" Tidak perlu sungkan, kedepannya kalian akan tinggal disini dan akan mengurus kediaman ini, jadi kalian berdua harus segera menyesuaikan diri secepatnya, " ucap Huli Jing.


" Baik Tuan, kami akan melakukan yang terbaik, " ucap kedua gadis itu.


" Lalu, nama kalian?, " tanya Long Qiang. sekarang mereka berada di ruang tamu, kediaman bulan.


" Nama hamba Xinxin, sedangkan adik hamba bernama Xiuying Tuan, " jawab Xinxin.


" Nama yang bagus, " bukan Long Qiang yang mengatakannya melainkan Yueyin.


" Terima kasih Nona, " jawab Xinxin dan Xiuying.


" Hm, " jawab Yueyin.


" Baik Nona, " jawab Huli Jing


" Kalian ikuti aku, aku akan menunjukan dimana kalian akan beristirahat, " ucap Huli Jing. Sekarang mereka bertiga sedang dalam perjalanan menuju ke kamar Xinxin dan Xiuying.


" Nah, ini kamar kalian. Kamar kalian dekat dengan kamar kami bertiga, jadi jika terjadi sesuatu akan lebih mudah meminta bantuan, " ucap Huli Jing.


" Terima kasih Tuan, " ucap Xinxin dan Xiuying.


" Sama-sama. Sekarang kalian bersihkan diri terlebih dulu, lalu datang ke ruang makan, kita akan makan bersama, " ucap Huli Jing.

__ADS_1


" Baik Tuan, " jawab Xinxin dan Xiuying.


...* * * * *...


Saatnya makan malam, Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang telah berada di ruang makan, mereka sedang menunggu Xinxin dan Xiuying.


" Maaf Nona dan Tuan kami datang terlambat, " ucap Xinxin dan Xiuying.


" Kenapa bisa terlambat, " tanya Long Qiang dingin, ia tidak suka jika Nonanya menunggu.


" Maaf Tuan, tadi kami tersesat jadi kami datang terlambat Tuan, " jawab Xiuying takut.


" Baiklah, karna kalian orang baru aku tidak akan menyalahkan kalian. Duduklah, " ucap Long Qiang.


" Maaf Tuan, tapi tidak pantas orang rendahan seperti kami, makan bersama dengan Nona dan Tuan, apalagi berada dalam satu meja yang sama, " jawab Xinxin takut, mereka baru saja di beli, ia tidak ingin ditendang kembali ke pasar budak, disana terlalu mengerikan.


" Tidak apa, duduklah. Ayo kita makan bersama, " ucap Huli Jing.


" Tapi Tuan, i.. ni, " jawab Xiuying gugup.


" Sudahlah, ayo cepat duduk, dengan sikap kalian yang seperti ini, nanti Long akan sangat marah karna kalian menunda makan malam Nona, " ucap Huli Jing menakut-nakuti Xinxin dan Xiuying, walaupun sebenarnya yang di ucapkan Huli Jing memang benar.


"E.. eh, " Xinxin dan Xiuying gugup, mereka berdua langsung duduk tanpa protes.


" Kalian berdua menakuti mereka, " ucap Yueyin datar. Huli Jing dan Long Qiang tidak begitu menanggapi Yueyin.


" Ayo makan, ambillah apa yang ingin kalian makan, jangan sungkan, " ucap Huli Jing.


" Terima kasih Tuan, " jawab Xinxin dan Xiuying.


" Ayo makan Nona, ini sudah terlambat, " ucap Long Qiang sambil mengambil lauk untuk Yueyin.

__ADS_1


" Hm, " jawab Yueyin.


Mereka makan dengan keheningan, hingga selesai dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2