
Xiaorui telah sadar dari pingsannya, bahunya terasa sakit karena di pukul oleh Yueyin.
" Jendral Li, waktumu telah habis, " ucap Yueyin kepada Jendral Li.
Jendral Li tersadar, tapi ia mengatakan sesuatu yang membuat Yueyin semakin yakin atas keputusannya untuk memutuskan hubungan dengan Jendral Li.
" Semua bukti mengarah padamu Yin'er, bagaimana mungkin aku meminta maaf padamu?, " ucap Jendral Li dengan lesu.
" Jendral Li. Aku harap kau selalu konsiten dengan pilihanmu, saat semua kebenaran terungkap. Kau tidak akan menyesal, " ucap Yueyin.
Yueyin memasukkan sebutir pil kedalam mulut Xiaorui, semua orang kaget melihat hal itu. Mereka berpikir Yueyin ingin membunuh Xiaorui dengan racun.
" Apa yang kau lakukan? kau ingin membunuh Xiaorui?, " ucap Permaisuri Mei-yin, menuduh Yueyin.
Semua orang yang berada di tempat itu kembali berbisik.
" Apa dia ingin menghilangkan saksinya?, "
" Sepertinya begitu, dia terlalu kejam, "
" Dia anak yang tidak berbakti, pantas saja Jendral Li membencinya, "
Hingga ada seorang pria tua, rambut dan janggutnya sudah berwarna putih.
" Dia tidak memberikan racun kepada penari itu, " ucap pria tua itu.
Semua orang menghadap kearah asal suara itu .
" Astaga. Bukankah dia adalah, Ketua dari Asosiasi Alkemis?, "
" Kau benar. Dia adalah Tetua Yu Zhuting, "
" Dia tidak memberi racun kepada penari itu, tapi pil kejujuran, " Tetua Yu Zhuting kembali berbicara.
" Tetua, apa yang anda maksud dengan pil kejujuran?, " ucap Permaisuri Mei-yin. Ia mulai gugup mendengar perkataan Tetua Yu Zhuting.
__ADS_1
" Sepertinya. Gadis kecil ini ingin penari itu mengatakan suatu kebenaran tanpa menutupi apapun, sehingga gadis kecil ini memberikan pil kejujuran, " ucap Tetua Yu Zhuting.
" Tapi bisa saja itu adalah racun, " ucap Permaisuri Mei-yin.
" Nyonya, apa kau meragukan penilaianku?, " ucap Tetua Yu Zhuting. Merasa tersinggung dengan ucapan Permaisuri Mei-yin.
" Bu.. kan bukan seperti itu maksudku Tetua, " ucap Permaisuri Mei-yin gugup. Semua orang menghormati Tetua Yu Zhuting tentu saja Permaisuri Mei-yin merasa segan kepada Tetua Yu Zhuting.
" Cukup, kalian sangat berisik. Aku ingin mendengar pengakuannya, bukan pertengkaran kalian, " ucap Yueyin dingin.
" Gadis kecil. Aku sedang membelamu, " ucap Tetua Yu Zhuting.
" Terima kasih Tetua sudah membelaku, tapi bisakah aku memulai apa yang sudah lama aku rencanakan?, " ucap Yueyin dingin.
' Walau nadanya terdengar dingin, tapi aku bisa merasakan bahwa dia menghormatiku ' batin Tetua Yu Zhuting.
Yueyin menghargai atas sikap Tetua Yu Zhuting yang membelanya, walau sebenarnya Yueyin tidak membutuhkan bantuan Tetua Yu Zhuting.
" Baiklah, " jawab Tetua Yu Zhuting.
" Apa benar namamu Xiaorui pelayan pribadi dari Ibuku?, " tanya Yueyin kepada Xiaorui.
" Iya benar, " jawab Xiaorui.
' Apa yang terjadi? aku tak bisa mengontrol mulutku, " batin Xiaorui.
Yueyin tersenyum puas di balik cadarnya.
" Aku ingin mengetahui tentang kematian Ibuku, tanpa ada yang di tutupi, " ucap Yeyin dingin.
Permaisuri Mei-yin ingin membunuh Xiaorui tapi sayang, ia tak bisa menyentuh Xiaorui. Xiaorui di lindungi Yueyin menggunakan kekuatannya, tanpa seizinnya tak ada yang dapat menyentuh Xiaorui.
" Memang benar Nyona An diracuni, tapi bukan Nona Besar yang meracuni beliau, " Xiaorui terkejut dengan ucapannya. Mengapa ia tak bisa mengontrol ucapannya.
Xiaorui mulai menceritakan kejadian saat Yueyin berumur 6 tahun.
__ADS_1
" Waktu itu, saat Nona Besar berumur 6 tahun, Nona menemui saya agar membantunya membuatkan teh untuk Nyonya An. Saya dengan senang hati membantu Nona. Saat saya sedang membuat teh, Nona Besar pergi untuk mengambil kue kacang kesukaan Nyonya An. Saat itu Selir Mei-yin menemuiku, Selir memberiku sebuah bubuk, aku sendiri tidak tau bubuk apa itu, Selir memintaku untuk memasukannya ke dalam teh. Awalnya aku tak mau melakukannya, tapi Selir Mei-yun mengatakan bahwa bubuk itu adalah obat untuk memperkuat daya tahan tubuh Nyonya, semua orang di Kediaman Jendral Li mengetahui bahwa Selir adalah orang yang baik, Selir sangat perhatian dan menyayangi Nyona An seperti saudari sendiri, sehingga aku tak menaruh curiga apapun padanya. Saat Nona Besar kembali aku memberikan teh itu kepada Nona, karena Nona ingin menyenangkan Nyonya An jadi Nona yang membawakan teh itu. Tapi siapa sangka bahwa teh itu beracun, ternyata bubuk yang di berikan Selir Mei-yin adalah racun kalajengking hitam yang berasal dari pesisir timur. Aku ingin menceritakan semuanya tapi Selir mengancam akan membunuh keluargaku, andai saja aku punya sedikit keberanian, Nona Besar tidak akan menderita. Maafkan aku, " Xiaorui mulai meneteskan cairan bening yang mengalir di pipinya.
" Ku mohon hiks maafkan aku Nona Besar. Aku berpikir bahwa hiks Tuan akan menemukan bukti dan menghukum orang yang benar-benar bersalah hiks, aku tak tau kalau Tuan akan membiarkan ini begitu saja hiks, dan membiarkanmu menjadi pelakunya. Maafkan aku hiks, " Xiaorui menceritakan semua kejadian dan menyesalinya, ia menangis dan merasa sangat bersalah.
Jendral Li merasa lemas mendengar semua kebenarannya, ia tak bisa mempercayai kebenaran yang telah terungkap ini. Bagaimana bisa Permaisuri Mei-yin yang selama ini begitu lembut di hadapannya, mampu melakukan hal sekejam itu.
" Kenapa? kenapa kau melakukan ini Mei-yin?, " Jendral Li meneteskan air matanya, dan mengusap kasar wajahnya. Bisa di lihat dari raut wajahnya, bahwa Jendral Li sangat terpukul. Selama ini ia membenci anaknya, membiarkannya tersiksa, tidak memberikan kasih sayang yang semestinya. Ia menyesalinya.
" Suamiku. Aku tidak melakukannya, semua ini tidak benar. Anak sampah itu, pasti dia yang telah merencanakan semuanya, " ucap Permaisuri Mei-yin. Ia merasa ketakutan, bagaimana jika kepalanya akan di penggal karena meracuni istri pertama dari Jendral Li.
" Ayah. Apa yang di katakan oleh Ibu itu benar, Ibu tidak mungkin melakukannya, percayalah Ayah, " Jianying membela Ibunya, ia tak ingin Ibunya di hukum.
Jendral Li tidak merespon ucapan Permaisuri Mei-yin dan Jianying. Ia menampar Permaisuri Mei-yin hingga terjatuh. Semua orang yang berada di tempat itu terkejut, mereka tak menyangka bisa melihat drama yang begitu seru.
" Yang Mulia, maaf atas kekacauan yang telah di perbuat oleh keluarga hamba, hamba ingin meminta izin untuk menyelesaikan pertikaian keluarga hamba di rumah, " ucap Jendral Li kepada Kaisar. Ia merasa tak enak karena pertengkaran keluarganya, acara ulang tahun Kaisar menjadi berantakan.
" Tak apa Li, Zhen sangat mengerti. Pergilah Zhen memberimu izin, " ucap Kaisar Qin.
" Terima kasih Yang Mulia, hamba undur diri, " Jendral Li melangkahkan kakinya keluar dari Aula. Ia menyeret Permaisuri Mei-yin tanpa perasaan.
Mereka telah sampai di Kediaman Jendral Li. Para pelayan yang bekerja di Kediaman Jendral Li merasa terkejut atas perlakuan Tuannya Kepada Nyonya.
Jendral Li menyeret Permaisuri Mei-yin ke ruang Keluarga. Jendral Li menyiksa Permaisuri Mei-yin tanpa ampun.
" Ayah. Maafkan Ibu, aku mohon, " Jianying memohon kepada Ayahnya.
Yueyun tiba di ruang Keluarga, ia menyaksikan semua siksaan yang di berikan Jendral Li kepada Permaisuri Mei-yin. Jiali yang melihat kehadiran Yueyin langsung naik pitam.
" Dasar sialan, ini semua karena dirimu, " Jiali menaikan tangannya untuk menampar Yueyin. Namun sayang dengan cepat Yueyin menghindar dan menendang bokong Jiali hingga jatuh tersungkur.
Jendral Li tidak menghiraukan tindakan Yueyin, Yueyin sering di siksa oleh mereka, jadi biarkan saja jika Yueyin ingin membalasnya, itu yang di pikirkan Jendral Li.
** Maaf ya readers🙏 karena updatenya kelamaan. Akhir-akhir ini author banyak kesibukan, harap di maklumi ya readers🙏😊 tapi author bakal tetap update kok, tapi kalian harus sabar ya😊 Makasih buat readers yang selalu setia nungguin🙏😊
Jangan lupa like, vote, dan komen ya readers😊 **
__ADS_1