
Setelah menceritakan begitu banyak kejadian dimasa lalu, dimana kisah cinta berakhir dengan tragis hanya karena sebuah keegoisan.
Mereka kembali membahas topik inti dari pertemuan rahasia itu.
" Jika seperti yang kalian ceritakan tadi, berarti Dewi Bulan tidak bersalah, lalu mengapa kita harus mencegah kebangkitannya?, tanya Pangeran Qin Jun, Pangeran kedua dari Kerajaan Qin.
" Setelah kematian Dewi Bulan, dua ratus tahun kemudian, kami semua mendapat kabar dari Dewa Bintang. Dewa Bintang mengatakan bahwa seribu tahun kemudian, Dewi Bulan akan bangkit dan kekuatannya takkan terkalahkan, kekacauan terjadi dimana-mana. Dewa Bintang adalah pemegang takdir, ia mengetahui masa lalu, masa sekarang dan masa depan, sehingga semua orang percaya akan apa yang ia katakan, terlebih Dewi Bulan memiliki dendam yang mendalam, sulit dikatakan bila ia tak membalas dendam, " ucap Kaisar Wang.
" Sebenarnya, kita tidak bisa mencegah Dewi Bulan untuk bangkit, " ucap Tetua Ho.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan?, " tanya Jendral Bai.
__ADS_1
" Menurut perkiraan waktu ramalan, seharusnya Dewi Bulan telah bangkit, kita tidak bisa mencegahnya, karena itu telah ditakdirkan, tugas kita hanya untuk melindungi dunia dari kekacauan yang akan terjadi, dengan menjaga Pedang Cahaya Bulan, " jawab Tetua Ho.
" Jika benar Dewi Bulan telah bangkit, bukankah kita semua dalam bahaya, " ucap seorang pendekar.
" Dewi Bulan tidak akan bertindak sembarangan, ia akan terlebih dulu mencari Pedangnya, " jawab Kaisar Wang.
" Maka dari itu, aku mengadakan pertemuan rahasia ini, setelah semua kondisi telah kondusif, kita akan sama-sama kembali ke Perguruan Bulan Sabit, untuk menjaga Pedang Cahaya Bulan, walau kita bukan lawan dari Dewi Bulan, tapi dengan jumlah kita yang banyak, kita masih bisa menghadapinya, " ucap Tetua Ho meyakinkan para Pendekar.
" Lalu, bagaimana dengan dua dunia lainnya? apakah mereka tidak akan membantu kita?, " tanya seorang pendekar.
" Sepertinya Pangeran dunia bawah (Iblis) yang telah diangkat menjadi Kaisar sangat tergila-gila pada Dewi Bulan, " ucap seorang pendekar.
__ADS_1
" Itu benar, siapapun yang melihat Dewi Bulan akan langsung jatuh hati padanya, itu karena kalian belum melihatnya, jika kalian melihatnya, aku yakin kalian tak akan bisa menolak pesonanya, bahkan Tetua Ho juga memiliki sedikit rasa untuk Dewi Bulan, " jawab Kaisar Wang, sambil tersenyum sinis ke arah Tetua Ho.
Orang-orang yang berada pada rapat rahasia tersebut hanya terdiam, tidak banyak yang menanggapi jawaban Dari Kaisar Wang. Banyak dari mereka yang berpikir, secantik apa Dewi Bulan, sampai bisa membuat penguasa dari tiga dunia begitu menggilainya. Tanpa mereka ketahui bahwa bukan hanya tiga penguasa dari tiga dunia saja yang menggilai Dewi Bulan, masih banyak orang-orang penting lainnya yang menggilai Dewi Bulan.
*Disisi Lain.
Huli Jing merekam semua kejadian dari awal pertemuan hingga akhir, menggunakan batu spiritual perekam, batu spiritual perekam sangat spesial, karena dapat merekam semua kejadian, bisa dikatakan seperti kamera di zaman modern.
Huli Jing kembali, menuju ke tempat Long Qiang dan Nonanya berada.
" Bagaimana?, " tanya Yueyin, setelah melihat Huli Jing masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
" Semuanya ada disini Nona, " jawab Huli Jing, sambil menunjukan batu perekam dan menyerahkannya pada Yueyin.
" Kerja bagus Huli, " puji Yueyin, sambil menunjukkan senyum menyeramkan. Long Qiang dan Huli Jing dapat merasakan bahwa Nonanya akan segera membalaskan dendamnya, mereka telah siap, karena dendam Nonanya adalah dendam mereka juga dan sebentar lagi mereka akan segera menemukan Pedang Cahaya Bulan, dan semuanya akan dimulai.