
#Pov Kediaman Bulan Biru
Sudah 3 setengah tahun lamanya, Jean berkultivasi di dalam Air Surgawi, tapi belum ada tanda-tanda bahwa ia akan keluar dari Air Surgawi.
" Long, apa Nona masih belum keluar dari kultivasi tertutupnya?, " tanya Huli.
" Belum, aku sudah berada disini sejak tadi, tapi belum ada tanda-tandanya, " jawab Long.
Huli hanya mengangguk, menanggapi Long. Lalu mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.
" Ayo kembali, hari akan gelap, " ucap Huli, mengajak Long kembali ke Kediaman.
Long mengangguk, lalu pergi bersama Huli kembali ke Kediaman.
Saat Long dan Huli sedang tertidur dengan pulasnya. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang dahsyat, Huli dan Long terbangun dari tidur mereka. Mereka berdua keluar dari kamar masing-masing.
" Suara apa itu?, " tanya Huli kepada Long saat mereka bertemu.
" Aku juga tidak tau, sebaiknya kita pergi melihatnya, " jawab Long.
" Ayo, sepertinya suaranya berasal dari Air Surgawi, " ucap Huli.
Mereka berdua pergi menuju ke arah Air Surgawi. Sesampainya disana mereka berdua melihat Lotus raksasa perlahan keluar dari Air Surgawi. Kuncup Lotus perlahan terbuka, menampilkan seorang gadis yang sangat cantik, gadis itu turun dari Lotus. Huli dan Long terpana melihat gadis cantik itu, rambut hitam yang tergerai indah, mata yang bersinar, kulit seputih porselen, bibir semerah ceri, benar-benar keindahan yang tiada duanya.
Setelah gadis itu berada di daratan. Lotus itu kembali ke dalam Air Surgawi.
" Kenapa bengong?, " tanya gadis itu.
Huli dan Long tersadar akan tingkah konyol mereka, mereka merasa malu.
" Selamat Nona, " ucap Huli dan Long.
Ternyata gadis itu adalah Yueyin ( Jean ) yang telah menyelesaikan kultivasi tertutupnya. Aura Dewinya sekarang sangat kuat tidak seperti sebelumnya, tingkat kultivasinya pun sudah berada di tingkat Bakat Alam akhir (9). Tapi memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan tempat yang ia tinggali, Yueyin adalah Dewi, sehingga kekuatan Bakat Alam yang diperolehnya adalah tingkatan bagi para Dewa-Dewi. Sehingga untuk seluruh Benua Tianzhi ialah yang terkuat.
" Mn, terima kasih, " ucap Yueyin.
" Mari kita kembali ke kediaman Nona, " ucap Huli.
" Mn, " jawab Yueyin, berjalan terlebih dulu. Huli dan Long mengikutinya dari belakang.
Mereka sudah sampai di Kediaman Bulan Biru.
" Aku akan kembali ke duniaku 2 hari lagi, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, " jawab Huli dan Long serempak.
" Kami akan membantu Nona untuk membersihkan Paviliun Dingin, " ucap Huli.
__ADS_1
" Tidak perlu, aku bisa sendiri. Sebaiknya kalian berdua berlatih untuk meningkatkan kekuatan kalian, sekarang aku sudah cukup kuat, aku juga ingin kalian menjadi kuat, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, terima kasih atas perhatiannya, " ucap Huli dan Long.
" Mn, ini juga sudah saatnya untuk membalaskan dendam pemilik tubuh yang asli. Setelah itu aku akan mencari Pedang Cahaya Bulan, " ucap Yueyin.
Percakapan mereka hanya sampai disitu. Mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
* * * * *
2 Hari Kemudian
" Aku akan kembali ke duniaku hari ini, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, " jawab Huli dan Long.
" Jika Nona membutuhkan kami, Nona bisa memanggil kami kapan saja, " ucap Long.
" Baiklah, aku mengerti. Berlatihlah dengan giat dan jaga kesehatan kalian. Saat aku kembali kesini, aku akan menguji kekuatan kalian, " ucap Yueyin.
" Baik Nona, " jawab Huli dan Long.
Yueyin keluar dari dimensi miliknya, ia juga sudah menghilangkan tanda bulan di keningnya. Yueyin sudah berada di dalam kamarnya yang lusuh, Paviliun Dingin sangat kotor karna sudah 3 bulan tidak di bersihkan, Yueyin membersihkan Paviliun Dingin menggunakan kekuatan miliknya.
" Sepertinya, kekuatan ini cukup berguna, " ucap Yueyin.
Tiba-tiba datang seorang pria paru baya, umurnya memang sudah tidak muda lagi, tapi tubuhnya masih tegap dan terlihat gagah.
" Ayah, apa kita tidak salah masuk Paviliun?, " tanya Jiali kepada Ayahnya.
" Sepertinya benar ini Paviliun Dingin, " ucap Jendral Li yang masih terkejut.
Yueyin keluar dari kamarnya, saat mendengar ada suara bising di halaman Paviliun Dingin, tak lupa ia telah mengenakan cadar.
" Untuk apa kalian datang kesini?, " tanya Yueyin.
" Apa kau tidak memiliki sopan santun?, " tanya Jendral Li kepada Jean dengan marah.
" Tidak, " ucap Yueyin dingin.
" Apa maksudmu?, " tanya Jendral Li semakin marah.
" Aku tidak mendapat pengajaran etika, " ucap Yueyin semakin dingin.
deg... deg... deg
Detak jantung Jendral Li berdetak lebih cepat, ia merasa sakit di hatinya, biar bagaimanapun Yueyin adalah anak kandungnya. Lagipula apa yang di katakan Yueyin memang benar, Yueyin tidak mendapatkan perhatian sejak kecil, bagaimana Yueyin bisa belajar tentang etika?. Jadi jangan salahkan Yueyin jika ia tak tau harus bersikap seperti apa.
__ADS_1
" Yin'er, jangan bicara seperti itu pada Ayahmu, " ucap Permaisuri Mei-yin, ia hanya ingin memprovokasi Jendral Li agar semakin membenci Yueyin.
" Jangan memanggilku dengan sebutan Yin'er. Memangnya seperti apa bicaraku?, " ucap Yueyin di sertai pertanyaan kepada Permaisuri Mei-yin.
" Cukup. Yin'er walaupun kau tak mendapatkan pengajaran etika, tapi kau juga tidak boleh bersikap seperti ini, " ucap Jendral Li. Ia kembali memarahi Yueyin.
" Jendral Li, kita tidak dekat. Memanggilku dengan sebutan Yin'er, itu sangat menggelikan, " ucap Yueyin dengan dingin dan sinis.
deg... deg... deg
Lagi-lagi rasa sakit yang menyahat hati yang dirasakan Jendral Li. Untuk pertama kalinya Yueyin tidak memanggilnya dengan sebutan Ayah melainkan Jendral Li.
" Jendral Li. Aku dulu memang lemah tapi tidak untuk sekarang, aku juga tidak membutuhkan kasih sayangmu. Tapi bagaimana bisa orang sepertimu tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, " ucap Yueyin. Melanjutkan ucapannya.
Yueyin pemilik tubuh asli, tidak ingin membunuh Ayahnya, ia juga tidak membenci Ayahnya, sehingga Jean yang sekarang menempati tubuhnya hanya ingin memprovokasi Jendral Li, untuk mencari kebenarannya.
" Apa maksud ucapanmu?, " tanya Permaisuri Mei-yin dengan gugup.
" Aku tidak memiliki maksud apapun, " ucap Yueyin.
Yueyin sangat ingin membunuh Permaisuri Mei-yin berserta kedua putrinya, tapi ia tak ingin melakukannya sekarang. Ia ingin membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota terlebih dahulu. Lalu ia akan menyingkirkan orang-orang yang telah menyiksa Yueyin asli.
" Sudah. Kami kesini hanya ingin memberitahumu, besok adalah ulang tahun Kaisar. Kau juga harus pergi untuk menghadiri acara tersebut, " ucap Jendral Li dengan tegas.
" Ayah, apakah dia juga harus hadir?, " tanya Jianying dengan manja.
" Dia harus ikut Ying'er, apa kau lupa?, " tanya Jendral Li dengan lembut.
" Baiklah. Besok jangan mempermalukan keluarga kita. Apa kau mengerti?, " tanya Jianying dengan nada kesal.
" Kalian pergilah dari Paviliunku, aku ingin beristirahat, " ucap Yueyin. Ia tak menanggapi ucapan Jianying dan malah mengusir mereka.
" Kau... , " Jianying sangat marah, ia ingin memukul Yueyin, tapi di tahan oleh Jendral Li.
" Ying'er. Sudahlah, ayo kita kembali, " ucap Jendral Li.
" Tapi Ayah, " ucap Jianying.
" Biarkan saja, ayo kita kembali, " ucap Jendral Li.
Mereka meninggalkan Paviliun Dingin. Jendral Li merasakan perasaan yang aneh, entah mengapa ia merasa Yueyin sangat berbeda. Yueyin dulu adalah seorang yang lemah, penakut, pemalu dan tidak bisa melakukan apapun selain menangis, mengapa sekarang terasa sangat berbeda? itulah yang dipikirkan oleh Jendral Li.
Jendral Li tidak bisa merasakan tingkat kultivasi dan aura Yueyin. Yueyin bisa menyembunyikan tingkat kultivasi dan auranya, sehingga para lawan tak dapat mengetahui seberapa kuat dirinya.
Li Yueyin Lian ( Setelah berkultivasi tertutup )
__ADS_1
** jangan lupa vote, like dan koment ya readers😊
Terima kasih🙏 **