
" Adikmu, mengatakan hal yang tidak bisa aku terima, apa karna kalian anak dari seorang Jendral kalian bisa melakukan hal apapun hanya karna kalian menginginkannya?, " Ucap Long Qiang dingin. Baru kali ini Long Qiang berbicara banyak dengan orang lain.
' Sepertinya dia sangat marah ' batin Yueyin dan Huli Jing, mereka berdua saling memandang, menandakan bahwa pemikiran mereka sama.
" Tapi, bukan berarti kau dapat menamparnya, " ucap Bai Chyou dingin dengan penuh kemarahan.
" Kenapa dia tidak bisa menamparnya?, " ucap Yueyin dingin.
" Kau.. kau pikir siapa dirimu?, " tanya Bai Chyou dengan menahan amarahnya.
" Lalu, siapa dirimu? kalian bisa menghina kami, terutama adikmu menghina Nona kami dan kami tidak bisa menampar adikmu? lelucon macam apa yang kau lontarkan?, " ucap Long Qiang, jujur saja ia tak dapat mengontrol emosinya.
" Kau... jangan salahkan aku, jika aku bersikap kasar, " ucap Bai Chyou dingin.
" Kakak, " panggil Bai Xinxin. Bai Chyou menoleh kearah Bai Xinxin yang masih terduduk di lantai.
" Xin'er, ayo bangun, " ucap Bai Chyou lembut. Ia membantu adiknya berdiri. Bai Xinxin masih memegang pipinya yang masih terasa perih karena di tampar.
" Kakak, aku ingin kakak membuatnya bertekuk lutut dan meminta maaf padaku, " ucap Bai Xinxin kesal dan menatap tajam Long Qiang.
" Itu pasti Xin'er, " ucap Bai Chyou.
Bai Chyou ingin menyerang Long Qiang, tapi ia menahan dirinya. Banyak orang yang melihat mereka, ia tidak ingin melakukan sesuatu yang dapat membuat Ayahnya malu.
" Aku menantang dirimu, dalam pertarungan yang akan diadakan 2 hari lagi. Apa kau berani?, " ucap Bai Chyou meremehkan.
Sebelum menjawab tantangan dari Bai Chyou, Long Qiang melihat kearah Yueyin untuk meminta persetujuannya. Yueyin adalah Tuannya, ia tidak ingin mengambil tindakan yang gegabah.
Yueyin yang mengerti dengan tatapan dari Long Qiang menganggukan kepalanya, pertanda setuju akan tantangan yang diberikan oleh Bai Chyou. Sebenarny Yueyin tidak ingin memperpanjang masalah ini, tapi dua bersaudara itu memang harus diberi pelajaran. Setidaknya Long Qiang bisa mengalahkan Bai Chyou dengan mudah saat pertandingan nanti.
" Aku menerima tantanganmu, " jawab Long Qiang.
" Baiklah, 2 hari lagi kita akan bertanding. Tapi aku ingin dengan sebuah taruhan, bukankah ini akan lebih menarik?, " tanya Bai Chyou dengan senyuman sinisnya.
" Apa taruhannya?, " tanya Long Qiang.
" Jika kau kalah kau harus berlutut dan meminta maaf kepada adikku. Tapi jika aku yang kalah, kau dapat meminta apapun dariku. Bagaimana?, " ucap Bai Chyou.
" Aku setuju, " jawab Long Qiang. Ia tidak terlalu peduli dengan taruhan yang ditawarkan oleh Bai Chyou, toh ia juga hanya ingin memberi pelajaran saja pada dua bersaudara itu.
__ADS_1
Berbeda dengan pemikiran Long Qiang. Bai Chyou sangat ingin mengalahkan Long Qiang dan mempermalukannya di depan umum, walaupun Bai Chyou merasa khawatir karena ia tak dapat mengetahui tingkat spiritual dari Long Qiang, ia tetap memberanikan diri.
Jika berbicara yang sejujurnya. Bai Chyou pun sudah merasakan ada yang berbeda dari Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang. Ia tak dapat merasakan tingkat spiritual atau aura pelatihan mereka, terlebih mereka bertiga menggunakan topeng dan Yueyin menggunakan tudung, tentu saja, itu membuat siapapun yang melihat mereka menjadi penasaran. Awalnya Bai Chyou berpikir mereka bertiga adalah orang yang hebat, terlebih mereka bertiga dapat menahan aura yang dikeluarkan oleh Bai Chyou. Tapi setelah pertengkaran yang terjadi, dan tamparan yang diberikan oleh Long Qiang kepada adiknya. Ia tidak peduli jika mereka bertiga lebih hebat di bandingkan dirinya. Ia sudah bertekad untuk mengalahkan Long Qiang dan membuatnya, meminta maaf kepada adiknya.
Setelah pertengkaran itu, mereka semua telah bubar dan kembali melakukan kegiatan masing-masing, seperti tidak terjadi masalah apapun.
" Aku lapar, ayo pesan makan, " ucap Huli Jing
Yueyin dan Long Qiang pun mengangguk pertanda setuju. Selama pertengkaran tadi, mereka belum makan apapun sejak datang ke penginapan itu. Mereka meminta pelayan untuk mengantar makanan ke kamar Huli Jing dan Long Qiang.
" Apa rencanamu dalam menghadapi Bai Chyou?, " tanya Huli Jing sambil menyantap makanan yang tadi diantarkan oleh pelayan.
Long Qiang mengernyit pertanda tak mengerti. Sedangkan Yueyin hanya menyantap makanannya dan melihat interaksi dua sahabatnya itu.
" Aku akan mengalahkannya, " jawab Long Qiang seadanya dan melanjutkan makannya.
" Bukan itu yang kumaksud. Kau ini, " ucap Huli Jing kesal.
Yueyin hanya tersenyum melihat Huli Jing yang kesal, lucu sekali pikirnya. Sedangkan Huli Jing dan Long Qiang yang melihat Yueyin tersenyum, merasa senang karena Yueyin merasa nyaman bersama mereka.
" Lalu apa maksudmu?, " Long Qiang kembali bertanya dengan nada yang menyebalkan bagi Huli Jing.
" Kau ini! apa kau ingin mangajakku bertarung? kau sendiri yang mengatakan sesuatu dengan tidak jelas, dan sekarang kau mengataiku?, " ucap Long Qiang tak terima karena dirinya dikatai bodoh oleh Huli Jing.
" Siapa takut? lagipula apa yang aku katakan tidak sepenuhnya salah, " jawab Huli Jing menantang.
" Kau ini benar-benar, " ucap Long Qiang. Long Qiang menjitak kepala Huli Jing tidak terlalu kuat.
" Yaa, apa yang kau lakukan?, " ucap Huli Jing sedikit berteriak. Huli Jing reflek memegang kepalanya yang di jitak, memang tidak begitu kuat Long Qiang menjitaknya, tapi tetap saja terasa sakit.
Huli Jing ingin membalas Long Qiang dengan menjitak kepalanya juga, tapi di hentikan oleh Yueyin.
" Cukup. Apa yang kalian lakukan? berhenti bertengkar dan selesaikan makanannya, " ucap Yueyin tegas.
" Tapi dia menjitak kepalaku Nona, ini lumayan sakit, " ucap Huli Jing mengadu kepada Yueyin seperti anak kecil.
" Sudahlah, kau juga mengatainya, " ucap Yueyin memutar matanya malas.
" Ohh, baiklah, " jawab Huli Jing sedikit kesal. Yueyin hanya diam melihatnya.
__ADS_1
" Kalian berdua. Cepat saling meminta maaf. Long, kau juga salah karena telah menjitaknya, " ucap Yueyin.
Huli Jing merasa senang karena Yueyin juga membelanya, sedangkan Long Qiang menatap malas kepada Huli Jing.
" Ayo cepat, kenapa kalian berdua diam saja?, " tanya Yueyin kesal.
" Maafkan aku, " ucap Long Qiang mengulurkan tangannya.
" Maafkan aku juga, " ucap Huli Jing membalas uluran tangan Long Qiang.
Yueyin mengernyit melihat kelakuan dua sahabatnya ini. Apa-apaan, mereka berucap minta maaf sambil bersalaman tapi mata mereka melihat kearah yang lain.
" Hei, apa yang kalian berdua lakukan? minta maaf saja tidak tulus, kalian harus saling berpelukan. Kita ini keluarga, " ucap Yueyin.
Huli Jing dan Long Qiang yang mendengar ucapan Yueyin, saling bertatapan seolah tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Yueyin.
" Ada apa? cepat lakukan, " perintah Yueyin.
Huli Jing berdiri dari tempat duduknya, begitupun dengan Long Qiang.
Huli Jing yang terlebih dulu meluk Long Qiang. Long Qiang hanya diam membatu, ia tidak pernah melakukan hal seperti itu.
" Long. Maafkan aku ya, aku sudah mengataimu. Jangan marah padaku ya, " ucap Huli Jing memelas. Kali ini benar-benar tulus, ia mengakui salahnya.
Long Qiang tersenyum hangat dan membalas pelukan Huli Jing.
" Maafkan aku juga ya, sudah menjitakmu. Apakah masih sakit?, " tanya Long Qiang sedikit khawatir. Ia mengelus kepala Huli Jing yang dijitaknya tadi.
" Sudah tidak sakit lagi, " jawab Huli Jing. Ia menggelengkan kepalanya dipelukan Long Qiang.
" Apakah sangat nyaman? mau sampai kapan kalian berpelukan?, " tanya Yueyin.
Mereka berpelukan cukup lama. Sampai Yueyin harus menginterupsi dan menyuruh mereka untuk sudahi acara bromance itu.
Huli Jing hanya tersenyum konyol dan melepas pelukan mereka, sedangkan Long Qiang merasa malu, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Duduklah, " ucap Yueyin.
Huli Jing dan Long Qiang kembali duduk ke tempat masing-masing melanjutkan makan mereka yang tertunda. Akhirnya mereka dapat menyelesaikan makanan mereka dengan tenang.
__ADS_1
* Hallo readers jangan lupa Vote, Like dan koment ya readers, Terima kasih🙏*