
Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang pergi menuju penginapan. Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ke penginapan itu, karena penginapan itu dekat dengan tempat pertandingan yang akan diadakan 2 hari lagi.
Mereka bertiga masuk ke penginapan itu.
" Selamat datang Tuan dan Nona, ada yang bisa saya bantu?, " tanya pelayan itu ramah.
" Apa kau masih memiliki kamar VVIP?, " tanya Huli Jing.
" Ada Tuan, tersisa 2 kamar VVIP, " jawab pelayan itu.
" Kami membutuhkan 3 kamar, apa masih ada kamar yang lain?, " tanya Huli Jing.
" Maaf Tuan, semua kamar telah penuh. Banyak para pendatang yang menginap disini karna akan ada pertandingan 2 hari lagi. Hanya tersisa 2 kamar VVIP, " jawab pelayan itu.
" Kami ambil yang itu, " bukan Huli Jing yang menjawab, melainkan Yueyin.
" Kalian berdua tidur di satu kamar dan aku di kamar lainnya, " jelas Yueyin.
" Baik Nona, " jawab Huli Jing dan Long Qiang bersamaan.
" Berapa permalamnya?, " tanya Huli Jing kepada pelayan itu.
" 10 koin emas Tuan, " jawab pelayan itu.
" Terimalah, " Huli Jing memberikan sekantong uang kepada pelayan itu.
" Kami akan menginap selama 5 hari. Di dalam kantong itu terdapat 100 koin emas, dan ini terimalah sebagai tip untukmu, " ucap Huli Jing sambil memberikan 2 koin emas kepada pelayan itu sebagai tip.
" Terima kasih Tuan, dan ini kunci kamarnya, " ucap pelayan itu dan memberikan kunci kamar kepada mereka bertiga.
Mereka bertiga menuju ke kamar yang telah disiapkan.
...* * * * *...
" Apa kau tidak bisa menyuruh mereka pergi?, " tanya gadis itu dengan marah.
" Maaf Nona, saya tidak bisa melakukan itu, " jawab pelayan itu takut.
" Kau tau siapa aku?, " tanya gadis itu, meninggikan suaranya.
" Tentu saja saya tau Nona Bai Xinxin." ucap pelayan itu.
Bai Xinxin adalah anak ke-2 dari Jendral Bai Yong di Kerajaan Wen. Sifatnya manja, pemarah, kekanakan dan tidak mau mengalah, menurutnya apa yang ia inginkan harus ia dapatkan. Dia seorang yang ambisius, cukup menyebalkan jika menemui orang seperti dia.
" Jika kau mengetahui siapa aku, mengapa kau tidak menuruti perintahku?, " tanya Bai Xinxin dengan amarah.
__ADS_1
" Ada apa ini?, " tanya seorang pria parubaya. Walau sudah berumur ia tetap terlihat gagah.
" Tuan Kun, Nona Xinxin ingin menempati kamar VVIP, tapi semua kamar telah penuh begitupun dengan kamar VVIP, " ucap pelayan itu sopan.
" Lalu?, " tanya Tuan Kun bingung, jika sudah penuh pelayan itu dapat mengatakannya.
" Saya sudah mengatakan bahwa penginapan telah penuh tapi Nona Xinxin bersikeras untuk menginap di kamar VVIP, " ucap pelayan itu menjelaskan kebingungan Tuannya.
Tuan Kun akhirnya mengerti dengan permasalahan yang ditimbulkan oleh Nona muda itu. Benar-benar kekanakan pikirnya.
" Maafkan aku Nona, tapi tamu itu telah membayar kamar VVIP nya, mereka juga telah berada di kamar. Tidak mungkin bagi kami untuk membatalkan transaksi kami, nama penginapan kami bisa tercoreng, " Tuan Kun memberi penjelasaan kepada Bai Xinxin, berharap agar gadis itu dapat mengerti.
Di tengah perdebatan mereka, Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua, karna mendengar keributan yang cukup mengganggu.
Melihat mereka bertiga yang keluar dari kamar masing-masing, Bai Xinxin pun tidak ingin melewatkan kesempatan ini.
" Hei, kalian bertiga keluarlah dari penginapan ini dan cari penginapan yang lain, " perintah Bai Xinxin dengan angkuh.
" Kenapa?, " tanya Huli Jing.
" Aku ingin menginap disini, tapi karena kamarnya penuh aku jadi tidak bisa menginap. Kalian keluarlah dan berikan kamar kalian untukku dan kakakku, aku akan memberikan uang yang banyak, " ucap Bai Xinxin meremehkan.
Sebenarnya Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang sudah mengetahui apa yang terjadi, karena keributan yang dibuat oleh Nona muda itu terdengar sampai ke kamar mereka.
Gadis muda bersama kakaknya dan beberapa pengawalnya memasuki penginapan Surga. Gadis yang cantik dan pemuda yang tampan menarik atensi para pengunjung, terlebih mereka bukan orang biasa.
" Pelayan, aku ingin 2 kamar VVIP dan 3 kamar menengah, " ucap gadis itu yang tidak lain adalah Bai Xinxin.
" Maaf Nona, penginapan kami telah penuh, " ucap pelayan itu sopan.
" Baiklah, kalau begitu berikan saja 2 kamar VVIP untukku dan kakakku. Pengawalku bisa mencari penginapan yang biasa, " ucap Bai Xinxin.
" Maaf Nona, ta.. pi, " ucap pelayan itu tergagap karna gugup.
" Ada apa?, " tanya Bai Xinxin sedikit kesal.
" Penginapan telah penuh, tidak ada kamar tersisa, " ucap pelayan itu menjelaskan.
Bai Xinxin sepertinya pura-pura tidak mengerti atau memang bodoh sih. Sudah di bilang penginapan penuh masih saja minta 2 kamar memang goblok.
" Pengawalku tadi telah mengeceknya, dia mengatakan bahwa disini masih tersisa 2 kamar VVIP, " ucap Bai xinxin dengan marah.
" Itu benar Nona, tadi memang tersisa 2 kamar VVIP, tapi sekarang kamar itu sudah ditempati oleh pengunjung yang datang terakhir tadi Nona, " ucap pelayan itu.
*Flashback Off *
__ADS_1
Dan terjadilah pertengkaran yang membuat Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang keluar dari kamar mereka.
" Bagaimana jika kami tidak ingin keluar? bagaimanapun kami yang terlebih dulu mendapatkan kamar itu, " ucap Huli Jing dingin.
" Kau ...," ucapan Bai Xinxin terhenti karena kakaknya.
" Cukup, " Nada rendah dan aura yang kuat membuat semua tamu dan pengunjung yang berada di penginapan itu gemetar. Sedangkan Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang tidak merasakan apapun.
' Aura yang rendah ' batin Huli Jing dan Long Qiang.
Huli Jing ingin menekan aura pemuda itu dengan auranya, tapi Yueyin melarangnya. Pemuda itu levelnya terlalu rendah untuk mereka hadapi, akan sangat merepotkan jika mereka membunuh anak pertama dari Jendral Kerajaan Wen. Masa mereka harus menghancurkan Kerajaan Wen, pikir Yueyin.
Sedangkan Bai Chyou, ia bisa merasakan bahwa ketiga orang yang berada di hadapannya tidak merasa tertekan akan aura yang ia keluarkan.
" Kakak, " panggil Bai Xinxin, tapi sepertinya Bai Chyou tidak mendengarnya. Ia terlalu fokus kepada Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang.
" Kakak, " Bai Xinxin kembali memanggil kakaknya, ia merasa kesakitan karena menahan aura kakaknya. Sedangkan para pengunjung yang lain sudah ada yang pingsan dan berdarah karena aura milik Bai Chyou.
" Kakak, aku mohon hentikan, " ucap Bai Xinxin lirih.
Bai Chyou sadar atas tindakannya, ia segera menarik auranya, membuat mereka yang merasa tertekan bisa bernafas lega.
" Kakak, apa yang kakak lakukan?, " tanya Bai Xinxin kesal.
" Aku tidak sadar saat melakukannya, " jawab Bai Chyou dingin.
" Kalian, cepat bantu mereka yang pingsan dan terluka karna auraku, " ucap Bai Chyou memberi perintah kepada pengawalnya.
" Dan kalian bertiga, ikuti saja kemauan adikku, " ucap Bai Chyou dingin.
Yueyin sudah cukup bersabar dengan kedua bersaudara ini, ia benar-benar ingin menghabisi mereka. Jika tidak mengingat bahwa mereka adalah anak dari orang yang penting di Kerajaan Wen. Sudah dipastikan mereka berdua akan menjadi mayat.
" Kami tidak ingin pergi, " kali ini bukan Huli Jing yang Mengatakanny melainkan Yueyin dengan nada dinginnya.
" Kalian bertiga datang menggunakan penutup wajah, apa kalian takut memperlihatkan wajah kalian yang buruk rupa?, " tanya Bai Xinxin dengan nada mengejek.
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Bai Xinxin. Semua orang terkejut melihatnya tak terkecuali Bai Chyou.
" Jangan menghina Nona kami, " ucap Long Qiang dingin. Ia merasa marah atas perkataan Bai Xinxin.
" Aakkhh, " Bai Xinxin terkejut mendapat tamparan secara tiba-tiba, hingga terjatuh ke lantai.
" Apa yang kau lakukan?, " tanya Bai Chyou dengan amarah yang memuncak. Tidak ada seorangpun yang berani menyentuh adiknya, bahkan adiknya tidak pernah dimarahi, dan sekarang ada orang yang berani menampar adiknya, ia tak bisa menerimanya.
* Hai readersπ udah lama banget author nggak update, maaf ya π author bakalan sering-sering update kokπ Terima kasih karena selalu dukung author ππ Jangan lupa Vote, Like dan Komen ya readers π Terima kasih readers atas dukungannya ππ
__ADS_1