Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 37 " Kemenangan Long Qiang "


__ADS_3

Sekarang sudah sampai ke ronde 3 pertandingan, banyak penonton yang tidak bisa percaya bahwa Bai Chyou dapat terluka parah, sedangkan lawannya masih baik-baik saja.


" Siapa pria ini? dia bisa mengalahkan Chyou dengan mudah, " ucap Pangeran kedua.


" Sepertinya dia bukan orang sembarangan, aku bisa melihatnya, " ucap Yu Liang.


" Aku juga bisa melihatnya, dia bisa saja mengalahkan Chyou saat awal ronde, tapi dia menahannya. Sepertinya dia ingin menjaga harga diri Chyou, " ucap Pangeran kedua.


" Dia selalu melihat kearah ruang VVIP yang berada di sebelah kanan. Menurutku, dibandingkan menahan diri, dia seperti mendengarkan perkataan orang yang berada di ruang VVIP itu, " ucap Yu Liang.


" Maksudmu, dia menahan diri karena disuruh oleh orang berada di ruang VVIP itu?, " tanya Pangeran kedua memastikan.


" Iya benar, aku mengatakan itu karena aku melihatnya yang ingin menjatuhkan Chyou saat ronde kedua, tapi saat dia melihat kearah ruang VVIP itu, dia tidak melakukannya, " ucap Yu Liang.


Ronde ketiga sedang berlangsung, pertarungan semakin sengit. Long Qiang akan mengalahkan Chyou di ronde ketiga sesuai perkataannya kepada Yueyin. Tanpa berlama-lama Long Qiang langsung memukul Bai Chyou di titik vitalnya. Bai Chyou terkapar di arena, mulutnya mengeluarkan banyak darah segar, adiknya yang melihat keadaan kakaknya langsung masuk ke dalam arena.


" Kakak, " ucap Bai Xinxin lirih dengan derai air mata.


Banyak penonton yang terkejut akan kejadian itu, mereka bepikir bahwa Bai Chyou akan mampu melewati sampai lima ronde.


" Bukankah dia, terlalu cepat mengakhiri pertarungan mereka?, " tanya Huli Jing.


" Itu lebih baik. Apa kau ingin melihat Bai Chyou mati di tangan Long Qiang? Long Qiang bukan orang yang sesabar itu, " ucap Yueyin. Huli Jing mengangguk setuju.


Kembali ke dalam arena.


" Kenapa kau melakukan ini pada kakakku, " ucap Bai Xinxin dengan tangis yang tak henti.


Tapi sebelum Long Qiang menjawab, pembawa acaranya sudah memotong terlebih dulu.


" Pemenang dari pertarungan ini, adalah Tuan Long. Selamat kepada Tuan Long, " ucap Pembawa acara itu.


" Dasar pembawa acara bodoh, apa kau tak melihat kakakku sedang terbaring lemah?, " ucap Bai Xinxin dengan marah dan masih terus menangis.


" Bagian kesehatan tolong angkat Tuan Bai Chyou, dan segera panggilkan tabib, " ucap Pembawa acara itu gugup.


Bai Chyou di bawa ke sebuah ruang, dan di periksa oleh tabib.


" Bagaimana tabib?, " tanya Bai Xinxin khawatir.


" Tenang Nona, Tuan muda Bai Chyou baik-baik saja. Luka luarnya memang cukup parah, beliau juga terkena pukulan di titik vitalnya, tapi Nona bisa tenang, karena pukulan yang diberikan oleh lawan beliau, hanya untuk melumpuhkan dan tidak bermaksud untuk membunuh, " ucap Tabib.


" Apanya yang tidak ingin membunuh? bukankah kau dapat melihatnya, kakakku sampai terkapar dan mengeluarkan darah dari mulutnya, " ucap Bai Xinxin kesal.


" Tapi Nona, jika memang seperti yang Nona katakan, lawan Tuan muda Bai Chyou dapat membunuhnya, saat beliau sedang tidak berdaya tadi, " ucap Tabib.

__ADS_1


Bai Xinxin ingin membalas ucapan dari Tabib itu, tapi ia terlebih dulu di hentikkan.


" Xinxin cukup, " ucap Pangeran kedua yang sejak tadi sudah berada di ruangan itu, menginterupsi.


" Kau terlalu meremehkan orang lain, sehingga selalu membuat kakakmu yang harus menyelesaikannya untukmu. Sekarang lihat? bukankah kau salah dalam memilih lawan sekarang ini?, " ucap Pangeran kedua.


Pangeran kedua tidak begitu menyukai Bai Xinxin, sifatnya yang manja dan suka seenaknya, membuatnya tak menyukainya. Terlebih setiap kali Bai Xinxin membuat masalah atau mencari masalah, Bai Chyou yang selalu membantu dan membereskannya. Bai Chyou dan Pangeran kedua sudah berteman sejak kecil, sehingga Pangeran kedua sudah menganggap Bai Chyou seperti saudara kandung. Melihat keadaan Bai Chyou yang sekarang ini tengah terbaring lemah di atas tempat tidur, membuatnya menjadi sedih. Jika saja Bai Xinxin tidak membuat masalah di penginapan Surga, pasti Bai Chyou akan baik-baik saja.


Di sisi lain.


" Nona, " panggil Long Qiang.


" Bagaimana?, " tanya Yueyin.


" Dia tidak mati dan tidak begitu parah, " ucap Long Qiang.


" Aku mengerti, kau melakukannya dengan baik Long, " ucap Yueyin.


" Terima kasih Nona, " ucap Long Qiang.


" Ya, tapi bukankah kau terlalu cepat mengalahkannya?, " sekarang Huli Jing yang bersuara.


Long Qiang mengernyit, tak mengerti maksud dari Huli Jing. Bukankah ia sudah menahan diri untuk tidak mengalahkannya di awal pertandingan dan mengalahkannya saat ronde ketiga.


" Kenapa kau tidak mengalahkannya saat ronde kelima saja?, " tanya Huli Jing.


" Kenapa harus?, " tanya Long Qiang.


" Kau ini, " ucap Huli Jing kesal.


" Banyak penonton yang berpikir bahwa Bai Chyou dapat bertahan sampe lima ronde, " lanjut Huli Jing.


" Jika aku menahannya sampai lima ronde, aku pasti sudah membunuhnya, " ucap Long Qiang.


" Baiklah, kau yang menang sekarang, " ucap Huli Jing mengalah.


" Ayo kita temui Bai Chyou, " ucap Yueyin.


" Untuk apa Nona?, " tanya Huli Jing.


" Memberikannya obat, " ucap Yueyin.


" Nona, bukannya kita terlalu lembut padanya?, " tanya Huli Jing.


" Tidak, aku punya rencana. Bukankah sebentar lagi ada pertemuan antar pendekar yang akan di adakan di Kerajaan Wang?, " ucap Yueyin.

__ADS_1


" Maksud Nona?, " tanya Huli Jing.


" Kita sembuhkan dulu Bai Chyou. Lalu Long Qiang, kau mintalah undangan untuk menghadiri pertemuan itu, " ucap Yueyin.


" Baik Nona, " ucap Long Qiang.


" Jadi Maksud Nona, kita akan menghadiri pertemuan pendekar itu?, " tanya Huli Jing memastikan.


" Itu benar. Awalnya aku tidak terpikirkan sama sekali, tapi semalam aku mendengar beberapa pendekar yang membahasnya, bahwa undangan untuk pertemuan pendekar itu, telah diantar kebeberapa perguruan. Dengan mengikuti pertemuan itu, bukankah kesempatan untuk mendapatkan pedangku akan semakin besar, " ucap Yueyin.


" Itu benar Nona, kesempatan kita semakin besar. Kalau begitu ayo kita pergi, " ucap Huli Jing.


Mereka bertiga menuju ke ruangan yang di tempati oleh Bai Chyou.


" Kami ingin bertemu dengan Bai Chyou, " ucap Huli Jing saat mereka bertiga sudah berada di depan pintu, tapi di tahan oleh penjaga.


" Maaf, tapi Nona Bai Xinxin tidak mengizinkan siapapun masuk ke dalam, " ucap penjaga.


" Apa-apaan ini?, " ucap Bai Xinxin kesal karena ada keributan di depan ruangan kakaknya.


" Kalian lagi, " ucap Bai Xinxin saat melihat Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang.


" Kami ingin bertemu dengan kakakmu, " Huli Jing.


" Tidak bisa. Kakakku sedang sakit, " ucap Bai Xinxin.


" Aku memiliki sebuah permintaan, sehingga kami harus menemui kakakmu, " ucap Long Qiang.


" Apa tidak bisa menunggu hingga Chyou pulih?, " tanya Pangeran kedua, ia sedikit kesal.


" Tidak bisa. Besok kami sudah akan berangkat, " ucap Yueyin.


" Bukankah, kalian menginap selama 5 hari?, " ucap Bai Xinxin. Ia mengetahuinya karena mendengarnya dari pelayan di penginapan Surga.


" Ada yang mendesak, " ucap Yueyin


" Tapi, kakakku sedang sakit, " ucap Bai Xinxin.


" Jika kau terus menghalangi kami, kami akan menganggap bahwa kau dan kakakmu, ingkar janji, " ucap Huli Jing.


" Tapi ini pemaksaan namanya, " ucap Pangeran kedua, ia sudah menunjukan raut ketidaksukaannya.


" Kami tidak punya banyak waktu. Izinkan kami atau tidak sama sekali, " ucap Yueyun dingin.


Hei, mereka memiliki niat baik, Yueyin ingin menyembuhkan Bai Chyou hanya saja Yueyin tak ingin mengatakannya, akan sangat merepotkan jika mereka lebih banyak bertanya.

__ADS_1


__ADS_2