
" Bagaimana?, " Tanya Yueyin kepada Huli Jing.
Huli Jing hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" Apa kau tak menemukan satu penduduk pun?, " sekarang Long Qiang yang bertanya.
" Sebenarnya tadi aku menemukan seorang wanita, " ucap Huli Jing terpotong.
" Lalu?, " tanya Long Qiang.
Huli Jing memutar matanya malas.
" Dengarkan dulu penjelasanku sampai selesai, mengapa kau memotong perkataanku?, " ucap Huli Jing malas.
" Baiklah, maafkan aku. Lanjutkan, " Long Qiang hanya cengengesan menanggapi Huli Jing.
" Tadi aku bertemu dengan seorang wanita, aku menanyakan apakah di desa ini ada tempat penginapan? akupun mengatakan bahwa kita akan bermalam di desa ini. Tapi wanita itu menyuruh kita pergi dari desa ini, dia mengatakan bahwa kita semua akan mati. Lalu wanita itu terlihat sangat ketakutan bahkan tubuhnya bergetar, aku ingin menenangkannya karna khawatir, tapi dia menepisnya dan lari ketakutan, dan dia juga tidak menjawab pertanyaanku, " ucap Huli Jing. Menjelaskan apa yang terjadi.
" Sebenarnya, apa yang terjadi dengan desa ini?, " tanya Yueyin.
" Nona sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat, hari sudah semakin gelap, " ucap Long Qiang.
Yueyin mengangguk setuju. Ia bisa memikirkan kembali masalah desa Siji setelah menemukan tempat untuk beristirahat. Mereka bertiga berjalan menyusuri jalanan desa yang sepi.
" Nona. Sepertinya tak ada tempat penginapan di desa ini, " ucap Long Qiang.
" Kau benar Long, " ucap Yueyin.
" Nona. Tadi saat aku mencari seorang penduduk untuk bertanya, aku melihat sebuah Kuil. Bagaimana kalau kita beristirahat saja disana untuk sementara waktu, " ucap Huli Jing.
" Kuil di tengah Desa? bukankah sebuah Kuil harus berada di pegunungan? tempat yang sunyi dan tenang, " ucap Yueyin.
" Aku juga kurang mengerti akan hal ini Nona, tapi sebaiknya kita kesana saja. Dari pada terus berada di luar seperti ini, " ucap Huli Jing.
" Baiklah. Ayo kita pergi, " ucap Yueyin. Mereka berjalan menuju ke Kuil yang di sebutkan oleh Huli Jing.
Mereka sudah berada di depan Kuil. Kuilnya tidak terawat sama sekali, tempat yang kotor, terdapat sarang laba-laba, banyak debu dan Kuil yang rusak.
" Nona. Apa sebaiknya Nona istirahat di dalam dimensi saja?, " ucap Long Qiang setelah melihat kondisi Kuil itu.
" Tidak perlu. Ayo masuk, " ucap Yueyin.
Yueyin membuka pintu Kuil, dan terdapat banyak kelelawar yang terbang keluar dari Kuil, Yueyin dengan segera menghindar. Long Qiang dan Huli Jing dengan sigap melindungi Yueyin.
" Nona. Kuil ini tidak aman, " ucap Long Qiang.
" Benar Nona, sebaiknya kita pergi dari sini, " ucap Huli Jing.
__ADS_1
" Long. Huli. Kalian tau kan siapa aku?, " tanya Yueyin.
" Tau Nona, " jawab Long Qiang dan Huli Jing serempak.
" Kalau begitu, kita harus membantu para penduduk desa untuk menyelesaikan masalah ini. Aku adalah seorang Dewi, apa aku tega melihat para manusia mendapatkan masalah yang begitu besar?, " ucap Yueyin.
" Kami mengerti Nona, " ucap Huli Jing dan Long Qiang serempak.
Ternyata Dewi memang Sang Dewi Bulan, walaupun dia selalu bersikap dingin dan tegas, dia masih memiliki sisi kebaikan tak terbatas. Itulah yang di pikirkan oleh Huli Jing dan Long Qiang.
Huli Jing dan Long Qiang membersihkan Kuil untuk di tempati sementara. Huli Jing mengambil tumpukan jerami untuk di duduki oleh mereka agar tidak kedinginan. Long Qiang mencari ranting kayu untuk di jadikan kayu bakar, agar dapat menghangatkan tubuh.
Hari sudah sangat larut, terdapat kesunyian yang sangat mencekam. Tiga orang yang sedang melakukan perjalanan, kini sedang terlelap dalam tidurnya.
* * * * *
Ada suara langkah kaki besar yang sedang menuju ke arah Kuil. Suara langkah kakinya semakin terdengar jelas. Yueyin tersadar dari tidurnya, ia bisa merasakan ada bahaya yang mendekat. Yueyin tidak ingin membangunkan Huli Jing dan Long Qiang. Yueyin mengintip dari balik jendela Kuil yang telah rusak, ia mengernyitkan keningnya.
" Makhluk apa itu?, " gumam Yueyin.
Bahaya itu semakin mendekat, ia membuka pintu Kuil dengan keras. Huli Jing dan Long Qiang yang mendengar dentuman pintu yang keras membuat mereka tersadar dari alam mimpinya.
" Suara apa itu?, " tanya Huli Jing.
" Ssstt, jangan berisik, " ucap Yueyin berbisik.
" Makhluk apa itu?, " tanya Yueyin bingung.
" Nona. Sepertinya itu adalah Lamashtu, " ucap Long Qiang.
" Lamashtu?, " tanya Yueyin bingung.
" Lamashtu adalah makhluk penghisap darah bahkan memakan daging hingga tulang-tulang manusia, " jawab Long Qiang.
" Apa?, " Yueyin sedikit terkejut mendengar penjelasaan Long Qiang.
" Ternyata ada makhluk semengerikan itu di desa kecil seperti ini, " gumam Yueyin.
" Nona. Sebaiknya kita tidak perlu membantu para penduduk, " ucap Huli Jing yang di angguki oleh Long Qiang.
Yueyin mengerutkan keningnya. Ia tak menyukai perkataan yang di lontarkan Huli Jing.
" Nona. Aku tau apa yang Nona pikirkan. Nona berpikir bahwa kami berdua tidak peduli dengan para penduduk. Tapi Nona, Lamashtu adalah salah satu makhluk yang kuat, cukup sulit untuk menghadapinya, " sekarang Long Qiang yang berbicara.
Yueyin hanya terdiam, ia sedang memikirkan apa yang di katakan oleh Huli Jing dan Long Qiang.
" Tapi, jika kesulitan seperti ini saja tak dapat kita atasi. Bagaimana dengan kesulitan berikutnya, yang pasti lebih sulit di bandingkan sekarang. Apakah kita akan menghindar juga?, " tanya Yueyin dingin.
__ADS_1
Huli Jing dan Long Qiang merasa malu, bagaimana bisa mereka menghindar dari kesulitan yang sekarang?, bahkan perjalanan mereka baru saja di mulai.
" Nona. Maafkan kami, " ucap Huli Jing dan Long Qiang serempak.
" Kita akan bersama-sama melawan Lamashtu, " ucap Huli Jing dengan semangat.
" Benar Nona. Kita akan bersama melawannya, " ucap Long Qiang.
Yueyin tersenyum di balik cadarnya, walau awalnya ia merasa sedikit kecewa atas perkataan Huli Jing dan Long Qiang tapi ia tau bahwa mereka hanya mengkhawatirkan dirinya.
" Itu baru temanku. Pemberani dan mau berjuang, " ucap Yueyin.
Huli Jing dan Long Qiang sangat senang mendengar perkataan Yueyin yang mengatakan bahwa mereka adalah teman bukan sebagai hewan kontrak dan majikan.
" Apa ada yang tau cara mengalahkannya?, " tanya Yueyin.
Huli Jing dan Long Qiang menggelengkan kepala, mereka belum pernah melawan Lamasthu. Sehingga mereka tidak tau kelemahan dari makhluk itu. Mereka bertiga terus berunding untuk mengalahkan Lamashtu, tanpa mereka sadari, Lamashtu telah menyerang mereka. Beruntung dengan cepat mereka dapat menghindar.
" Sial, dia sangat kuat, " ucap Yueyin.
Mereka bertiga mulai menyerang Lamashtu, Huli Jing dari sisi kiri, Long Qiang dari sisi kanan dan Yueyin menyerang dari arah depan. Mereka cukup kewalahan melawan Lamashtu.
Huli Jing terkena serangan dari Lamashtu. Yueyin yang melihat Huli Jing terluka, menjadi sangat marah. Yueyin ingin mengeluarkan kekuatannya, tapi Long Qiang mencegahnya.
" Jangan Nona. Itu akan sangat berbahaya, kita belum menemukan pedang milik Nona. Jangan melakukannya, " ucap Long Qiang.
" Tapi Huli terluka. Bagaimana bisa aku hanya diam saja?, " ucap Yueyin.
" Nona. Apa yang di katakan Long benar, selama ini Nona telah menyembunyikan kekuatan Dewi mu Nona. Mereka akan mengetahui jika Nona telah kembali, jangan lakukan itu, " ucap Huli Jing. Ia terluka tapi tak begitu parah.
Yueyin tidak mengeluarkan kekuatan miliknya.
' Apa yang di katakan oleh Huli dan Long benar. Aku belum menemukan pedang milikku, terlebih musuh-musuhku tidak boleh mengetahui jika aku telah kembali. Setidaknya untuk sekarang aku harus merahasiakannya ' batin Yueyin.
( Author kasih sedikit penjelasannya ya buat para readers. Lamashtu merupakan sosok makhluk yang buas, menakutkan, dan jahat dari cerita legenda bangsa Sumeria. Ia menghisap darah, memakan daging hingga mengunyah tulangnya.
Dalam mitologi Yunani, Lamashtu merupakan satu dari sekian banyak makhluk hibrid yang berasal dari keturunan Lamia.
Konon, diceritakan bahwa ia sangat menyukai dan mengganggu perempuan yang sedang dalam masa kehamilan hingga sang jabang bayi keluar ) (sumber : google - fakta mitos).
Ok, itu dia readers sedikit penjelasan tentang Lamashtu.
Lamashtu
** **hallo readers😊 maaf ya kalau ceritanya membosankan🙏 semoga kalian tetap setia ngebaca Novel author😊
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author dengan vote, like dan koment ya readers😊 Terima kasih* *