Sang Dewi Bulan

Sang Dewi Bulan
Episode 43 " Pertemuan antar Pendekar "


__ADS_3

" Nona, Tuan, " teriak seorang pemuda sambil melambaikan tangan kearah Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang.


Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang yang merasa terpanggil menolehkan kepala, melihat siapa yang memanggil mereka.


" Bai Chyou, " ucap Huli Jing.


" Kita bertemu lagi Nona dan Tuan, " ucap Bai Chyou menghampiri Yueyin dan kedua sahabatnya dengan senang.


" Iya, kita bertemu lagi, " jawab Long Qiang, yang hanya di angguki oleh Yueyin dan Huli Jing.


Ternyata yang memanggil Yueyin dan kedua sahabatnya adalah Bai Chyou anak dari Jendral Bai. Saat Yueyin dan kedua sahabatnya memasuki tempat pertemuan, Bai Chyou agak bingung, karena Yueyin mengenakan topeng sehingga ia menjadi ragu apakah mereka bertiga adalah orang yang ia kenal, tapi saat melihat topeng yang dikenakan oleh Long Qiang, ia menjadi yakin bahwa mereka bertiga adalah orang yang ia kenal, dan tanpa ragu menyapa mereka.


" Apa kabar?, " tanya Yueyin, sekedar basa-basi.


" Baik, Terima kasih juga atas saran kultivasinya Nona, " jawab Bai Chyou sopan.


" Sama-sama, kultivasimu meningkat banyak, " jawab Yueyin.


" Itu semua berkat Nona, kultivasiku dapat meningkat dengan cepat, " jawab Bai Chyou.


" Itu bukan karnaku, itu karna kemampuanmu yang hebat, " jawab Yueyin.


" Terima kasih Nona, atas pujiannya, " jawab Bai Chyou tersenyum. Yueyin hanya menganggukan kepala, menanggapi Bai Chyou.


" Achyou, " Panggil seorang pria paru baya


" Ayah, " jawab Bai Chyou, menoleh ke sumber suara.


" Siapa mereka Achyou?, " tanya pria paru baya itu, mengintimidasi tiga orang yang berada di depannya.


" Mereka adalah orang yang aku ceritakan waktu itu Ayah, " jawab Bai Chyou.


" Yang meminta plakat undangan?, " tanya pria paru baya itu.


" Iya Ayah, " jawab Achyou.


" Nona, Tuan, ini adalah ayahku Jendral Bai, " ucap Bai Chyou, memperkenalkan ayahnya kepada Yueyin dan kedua sahabatnya. Mereka bertiga hanya menganggukan kepala, menanggapi Bai Chyou.

__ADS_1


" Ayah, jangan marah, mereka bertiga memang seperti itu, irit bicara, " ucap Bai Chyou, takut-takut jika ayahnya akan tersinggung dengan tanggapan Yueyin dan kedua sahabatnya.


" Bukan masalah, ku dengar salah satu dari kalian pernah bertarung dengan putraku, " ucap Jendral Bai.


" Saya yang bertarung, " ucap Long Qiang.


" Oh, jadi kau yang bertarung dengan putraku, kau kelihatannya cukup hebat, senang bisa bertemu denganmu dan juga kedua sahabatmu, " ucap Jendral Bai.


" Kami juga merasa senang dapat bertemu dengan Jendral Bai, " jawab Huli Jing.


" Hm, pertemuan akan segera dimulai, kita akan duduk di tempat masing-masing, " ucap Jendral Bai.


" Ayah, aku ingin duduk bersama mereka, apakah boleh?, " tanya Bai Chyou.


" Baiklah, jika kau ingin duduk bersama mereka, Ayah izinkan, " ucap Jendral Bai.


" Terima kasih Ayah, " ucap Bai Chyou, memberi hormat pada Ayahnya.


" Kenapa ingin duduk bersama kami?, " tanya Huli Jing.


" Entahlah, tapi aku akan terlihat sangat keren, jika duduk bersama kalian, " jawab Bai Chyou datar, tapi dapat dilihat dari sorot matanya bahwa ia sangat senang.


Mereka berempat duduk di tempat yang telah disediakan. Yueyin, Huli Jing dan Long Qiang dapat menyadari bahwa mereka bertiga menjadi pusat perhatian, ditambah dengan Bai Chyou, anak dari Jendral Bai, membuat semua orang semakin penasaran dengan ketiganya, dan apa hubungan yang dimiliki ketiganya dengan Bai Chyou.


Jendral Bai, terus saja melihat kearah Yueyin dan kedua sahabatnya, Jendral Bai merasa segan terhadap ketiga orang tersebut, tapi ia tak dapat merasakan tingkat kultivasi dan aura yang mereka miliki, membuat Jendral Bai semakin sulit menebaknya. Tapi Jendral Bai tau bahwa ada dua kemungkinan yang membuat dirinya tak dapat merasakan tingkat kultivasi dan aura mereka, yang pertama karna kultivasi yang dimiliki oleh ketiganya lebih tinggi dibandingkan dirinya, atau yang kedua, karna mereka tidak memiliki kultivasi atau bisa dikatakan mereka sampah yang tak bisa apa-apa. Tapi jika memilih opsi kedua, tidak mungkin salah satu dari mereka bisa mengalahkan putraku, terlebih mereka berani datang ke pertemuan antar pendekar, itu sama saja mencari kematian. Jendral Bai terus saja bergumul dengan pikirannya sendiri, sampai ada yang mengagetkannya.


" Jendral Bai, " panggil seorang kakek, sambil memegang pundak Jendral Bai


" Iya Tuan Xiao, " jawab Jendral Bai, sedikit tersentak karna terkejut.


" Ada apa?, " tanya Tuan Xiao.


" Tidak ada apa-apa Tuan Xiao, " jawab Jendral Bai.


" Aku melihatmu melamun, ada yang kau pikirkan?, " tanya Tuan Xiao.


" Tidak ada yang serius, hanya saja, sedikit mengganggu pikiranku, " jawab Jendral Bai.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, jika itu benar-benar mengganggu pikiranmu, katakan padaku, " ucap Tuan Xiao.


" Bukan masalah besar, tak perlu khawatir Tuan, " jawab Jendral Bai.


" Baiklah, kalau seperti itu, " ucap Tuan Xiao, tak ingin memaksa. Jendral Bai mengangguk menanggapi Tuan Xiao.


* Mulainya acara Pertemuan


Untuk pertemuan antar pendekar, biasanya akan dilakukan pertandingan antar pendekar untuk menguji kemampuan masing-masing. Sekarang sudah ada dua pemuda dari dua perguruan yang berbeda, mereka dengan sukarela melakukan pertandingan.


* Di tempat Yueyin


" Perguruan Bintang dan Perguruan Teratai, " ucap Bai Chyou.


" Kami tau, kami pernah melihat kedua perguruan itu bertanding di Kerajaan Wen, " jawab Huli Jing. Bai Chyou mengangguk setuju.


" Ranah Huang level tujuh, " ucap Long Qiang.


" Itu benar, dia bernama Haocun dari perguruan Bintang, sedangkan dari perguruan Teratai bernama Jiazhen, dia berada di ranah Huang level enam, " jawab Bai Chyou, dan sedikit penjelasan.


Haocun dan Jiazhen mulai bertanding, para pendekar, pangeran dan para Raja menonton pertandingan tersebut, tak terkecuali Yueyin dan ketiga pria yang bersamanya.


" Menurut kalian siapa yang akan menang?, " tanya Huli Jing.


" Tentu saja Haocun, dia berada di ranah Huang level tujuh, perbedaan keduanya jelas terlihat, " jawab Bai Chyou.


" Jiazhen akan menang, " jawab Long Qiang.


" Mengapa? bukannya Jiazhen berada di ranah Huang level enam?, " tanya Bai Chyou tak mengerti.


" Kekuatan Haocun tak seimbang, " ucap Yueyin.


" Maksudnya?, " tanya Bai Chyou semakin bingung.


" Memang benar Haocun berada di ranah Huang level 7, tapi, kekuatannya tak seimbang dengan kondisi fisiknya, dia pasti mengkonsumsi pil untuk meningkatkan kultivasinya tapi dia tidak meningkatkan kekuatan fisiknya, membuat kekuatannya tak seimbang, aku sudah memperhatikan pergerakannya selama pertarungan, Haocun tidak begitu cepat merespon serangan dari Jiazhen, dia kelihatan kewalahan menghadapi Jiazhen padahal dia berada satu level di atas Jiazhen, sedangkan Jiazhen walau dirinya berada di ranah Huang level enam, tapi, kekuatannya stabil, sehingga pergerakannya lebih cepat, dan responnya terhadap serangan Haocun juga lebih cepat, " ucap Huli Jing, memberi penjelasan kepada Bai Chyou.


Dan benar saja, pemenangnya adalah Jiazhen dari perguruan Teratai. Bai Chyou menatap Yueyin dan kedua sahabatnya dengan takjub, mereka benar dalam menebak bahwa Jiazhen yang akan menang.

__ADS_1


" Wah, kalian bertiga benar-benar hebat, " puji Bai Chyou.


__ADS_2