
Seorang gadis tomboy terlahir dari keluarga yang kaya raya. Sang ibu dan sang ayah sibuk bekerja dan bekerja sehingga mereka tidak memiliki waktu berkumpul bersama dengan putri semata wayangnya.
Alya menjadi gadis tomboy karena kurang perhatian dari orang tuanya. Ia juga sering pulang malam karena nongkrong dengan teman-temannya.
Jam menunjukkan pukul 2 pagi dini hari, Alya pulang kerumah orangtuanya dan masuk ke dalam rumah menggunakan kunci cadangan.
"Non Alya sudah pulang," sapa bi shita saat Alya masuk ke dalam rumah.
"Apakah Alya mengganggu tidur bibi?"
"Tidak, non. Bibi menang sengaja menunggu non Alya pulang, karena mendengar kabar bahwa non Alya akan pulang."
"Apakah mama dan papa sudah pulang bi?"
"Belum, non." Jawab bibi.
Lalu Alya menaiki tangga menuju ke kamarnya, dan mandi kemudian tidur.
Di pagi hari Alya sudah siap-siap berangkat ke kampus.
__ADS_1
"Non, sarapannya sudah siap." Kata bik Shita saat Alya melewati meja makan.
"Saya makan diluar saja bik." Kata Alya berjalan menuju pintu utama di ikuti oleh bik Shita.
Sebelum masuk ke dalam mobil langkah Alya di hentikan oleh bi Shita.
"Ini ada uang dari tuan, non." Kata bi Shita sambil memberikan uang.
"Tidak usah bi, bibi simpan saja. Alya masih punya uang." Kata Alya lalu masuk ke dalam mobil dan pergi ke kampus.
Hampir 3 tahun berturut-turut ia tidak lulus karena sering bolos. Pihak kampus sudah kualahan menghadapi Alya dan ingin meneluarkan Alya dari kampus tapi mereka tidak bisa melakukannya karena kampus itu milik orang tua Alya.
Tapi mereka tidak ada yang mau berteman dengan Alya karena mereka sering melihat Alya berkelahi, sering bergaul dengan banyak laki-laki dan tak jarang pulang malam.
Alya tidak peduli tentang pendapat mereka tentang hobinya yang seri keluar malam toh dia bisa menjaga dirinya sendiri.
Dari sini banyak orang yang takut mendekati Alya, takut ketularan nakalnya. namun anehnya diantara mereka banyak gadis yang menyuruh menghajar kekasihnya karena tidak setia, bahkan menyuruh membunuhnya dengan imbalan yang besar, Alya selalu menolaknya dengan perkataan lembut agar tidak menyinggung perasaannya dan membalasnya dengan sebuah saran atau nasihat hingga membuat para gadis yang mendatangi Alya kembali dengan akal sehatnya.
"Alya!!." panggil Melinda seorang mahasiswa yang satu kamus dengan Alya. Alya menghentikan langkahnya yang mau menuju ke kelas dan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Aku Melinda." Kata Melinda memperkenalkan dirinya dan menyulurkan tangannya lalu menarik Alya ke tempat yang sepi.
"Iya, ada apa?." Tanya Alya.
"Aku punya tugas buat kamu, bisahkah kamu menghabisi laki-laki ini?." Tanya Melinda sambil menunjukkan sebuah foto laki-laki pada Alya.
"Siapa dia?." tanya balik Alya.
"Dia kekasihku." Jawab Melinda.
"Kenapa harus aku habisi, kamu bisa menghindarinya atau mengurung diri dirumah agar tidak bertemu lagi dengan kekasihmu." kata Alya santai.
"Dia telah menghianatiku." kata Melinda dengan berkaca-kaca menahan air matanya.
"Kamu putuskan saja, dan mencari penggantinya tidak perlu menghabisinya. bukankah dia dulu pernah membuat mu bahagia." kata Alya lalu pergi.
"Tapi aku tidak terima Al!." teriak Melinda karena Alya semakin menjauh tak menghiraukan ucapan Melinda.
"Suatu saat kau akan mengerti dengan ucapanku." Gumam Alya sambil berjalan.
__ADS_1
Bersambung . . .