SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
47. KABAR DUKA


__ADS_3

Saat usia kandungan Alya menginjak 3 bulan, Alya sendirian membeli escrim kesukaannya berjalan kaki karena jaraknya dekat dengan apartemen Alya. Ditengah jalan saat perjalanan pulang ada mobil melaju kencang.


"ALYA!!!!." (BRUK..).


Semua orang panik dan berkumpul di rumah sakit saat polisi mengabarkan kalau Alya kecelakan. Mama Anjani dan papa Frendi yang baru datang dari bandara langsung menuju ke rumah sakit. Didepan ruang UGD tangisan pecah.


"Maafkan mama sayang. Mama bisa pulang sekarang dan melihatmu seperti ini. Mama rindu.." Kata mama Anjani di rangkul papa Frendi.


"Sudah, mah. Do'akan saja." Kata Papa Frendi menenangkan.


"Fren, bagaimana dengan cucu kita?." Tanya Mami Dinda panik.


"Kita belum tau kondisinya Din, dokter bilang Alya masih kritis." Jawab papa Frendi sedih.


Bi Shita datang dengan membawa tas besar.


"Tuan, nyonya. Ini milik non Alya." Kata bi Shita ikut berduka.


"Apa ini?." Kata papa Frendi menghampiri tas yang di bawa bi Shita.


"Ini adalah uang yang tuan titipkan ke saya untuk diberikan pada non Alya, namun non Alya tidak menerimanya dia menyuruhku untuk menyimpannya." Kata bi Shita.


"Dasar anak itu." Kata Papa Frendi yang meneteskan air mata lalu mengusapnya seketika.


Jihan terpukul mendengar Alya kecelakaan


"Dia gadis yang manis, jangan tinggalkan kakak." Kata Jihan menangis.


Saat dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana dok keadaan anak saya?." Tanya papa Frendi, dokter menggeleng.

__ADS_1


"Dia tidak bisa diselamatkan, tapi belum bisa dikunjungi karena masih dalam proses otopsi." Kata Dokter.


"Dini.." kata Alfin lirih dan menatap istrinya. "Apa kamu marah jika aku lebih mencintai Alya dari pada mencintaimu." Kata Alfin dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak mas. Aku tau peran mbak Alya dalam hidupnya mas. Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang." Kata Dini lembut pada suaminya.


"Alya! Kamu tidak boleh pergi, kenapa kamu tinggalkan kakak. Kakak menyesal telah melakukanmu dengan buruk dulu, Alya kembali." Kata Jihan dengan menangis yang menjadi-jadi di rangkul Alfan dan mami Dinda disampingnya.


"Sudah sayang, ikhlaskan saja kepergian Alya. Agar dia bisa tenang disana." Kata Alfan mengelus-ngelus bundak Jihan.


"Terimakasih mbak Alya, kamu adalah motovasiku yang membuatku berubah lebih baik dari sebelumnya." Kata Prem sedih.


"Selamat jalan mbak Alya, semoga kamu tenang disana." Kata Man sambil berkaca-kaca.


"Terimakasih mbak telah memberikan pekerjaan yang lebih baik kepadaku." Kata Yafiq sedih.


"Terimakasih mbak, mbak Alya telah mengajarku sebagai seorang istri tidak seharusnya menuntut suami dan membebani hutangnya sendiri, seorang istri harus saling bahu membahu dengan suaminya. Itu yang mbak ajarkan padaku. Selamat jalan." Kata Istri Yafiq.


"Terimakasi non, nona telah memberiku pekerjaan yang aman dari preman." Kata Rafi dengan mata yang berkaca- kaca


"Tidak ada lagi orang yang bernama Alya." Kata Aldo menangis.


"Alya akan selalu ada di dalam hati kita." Kata Aldi sedih memeluk Aldo sambil mengelus-ngelus bunggung Aldo.


Alek dan Aleksa datang, karena melihat wajah semua orang yang sedih, Alek dan Aleksa menghampiri Aldo dan Aldi yang berada di paling pojok.


"Bagaimana keadan Alya?." Tanya Alek.


"Dokter tak sanggup, dia telah tiada." Kata Aldo sedih. Aleksa mengelus-ngelus tanga Aldo.


"Sabar ya mas." Ucapnya pelan. Alek pun ikut berduka.

__ADS_1


BRANDALAN datang ikut melihat kondisi Alya. Saat mendengar keadaan Alya mereka terpukul ada yang kekamar mandi dan memukul-mukul tangannya ke dinding, ada yang menangis sambil berpelukan ada yang berkaca-kaca karena ikut berduka.


"Alya!! Kembalilah. Ayo kita bertarung kembali.. aku suka melihatmu bertarung dan menghajar kami dari pada melihatmu seperti ini." Kata Badri yang di banjiri airmata di pipinya.


"Terimakasih Al, kamu telah mengajarkan kami untuk menghargai seorang perempuan." Kata Rendi menangis.


"Selamat jalan Alya, pengorbananmu tak akan kami lupakan." Kata Amir berduka.


"Terimakasih mbak. Kau telah mengajarkan kami jagoan yang sebenarnya." Kata Nakul.


"Selamat jalan mbak Alya." Kata Doni merasa kehilangan.


"Alya!!." Ucap Aris tak bisa berkata-kata dan mengeluarkan airmata merasa terpukul.


"Alya!! Selamat jalan." Kata Luki.


"Ini hanya mimpikan. Alya masih hidup" Kata Asim tidak terima lalu berlari kekamar mandi dan memukul-mukul tembok dan kembali dengan rambut yang berantakan.


"Gadis manis, kembalilah." Kata Noval dan menyenderkan diri ketembok dengan berjan mundur lalu duduk jongkok sambil memegang kepalanya.


"Apakah Zidan mengetahui semua ini?." Tanya mami Dinda.


"Tidak, nyonya karena pak Zidan lagi makan bersama pak Hari merayakan keberhasilan kerja sama mereka." Jawab Aldi.


"Jangan kasi tau dia, aku takut dia kenapa-kenapa." Kata mami Dinda sambil mengusap airmatanya.


"Baik, nyonya." Jawab Aldi.


**Bersambung..


Rasanya ingin berhenti sampai disini saja.. tapi ada pepatah mengatakan jika kau berani memulai maka kau harus berani mengakhiri..

__ADS_1


😔 Selamat membaca..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian like 👍 komentar 🖑 dan votenya...✌**


__ADS_2