
Pagi yang mendung Alya bangun dengan malasnya lalu memaksakan diri menuju ke kamar mandi dan melakukan aktivitasnya di sana.
"Al, ayo sarapan dulu katanya mau bareng sama aku ke kampus." Teriak Zidan di depan kamar Alya.
"Iya ini aku sudah siap." Jawab Alya lalu membuka pintu. Mereka sarapan bersama.
"Zid, kapan kamu mau mengenalkanku dengan mami mu." Kata Alya.
"Kenapa?." Kata Zidan.
"Kenapa-kenapa kita sudah melakukannya waktu di apartemen." Kata Alya cemberut.
"Terus kamu mau melakukannya juga dirumah ini. Aku sudah rindu." Goda Zidan.
"Kepalamu perlu di perbaiki, aku sudah telat sebulan." Kata Alya memukul kepala Zidan.
"Jika mama dan papamu pulang ya, atau kita melakukan lagi nanti." Zidan tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya pada Alya. "Ku kenalkan ke mamiku pas." sambung Zidan.
"Gak mau, pokoknya aku ingin secepatnya kita nikah." Kata Alya dengan muka di tekuk dan kedua tangan di dada.
"Ya kita nikah kalau kamu hamil." Kata Zidan santai.
__ADS_1
"Gak mau pokoknya hari ini juga." Kata Alya
"Kamu kan mau sidang skripsi, nunggu kamu lulus ya.. lagian syarat nikah kan harus ada wali dari sang pembelai perempuan dan saat ini papa masih keluar negeri kan." Kata Zidan.
"Aku akan suruh mama sama papa pulang secepatnya. Kamu jangan lari dari tanggung jawabnmu." Kata Alya.
"Baik." Kata Zidan. "Dengan syarat kamu harus menjadi wanita yang sesungguhnya seperti yang aku harapkan, tidak pulang malam di atas jam 10, dan jangan selalu bergaul dengan banyak laki-laki. tapi kamu selalu melanggarnya." Sambung Zidan.
"Aku kan lagi berusaha Zid, tapi.. untuk menjauhi mereka sepertinya sulit untuk dilakukan. karena merekalah yang selalu menemaniku disaat aku di jauhi semua orang dan mama sama papa sibuk dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak punya waktu denganku.." Kata Alya sedih.
"Baiklah saya izinkan kamu bersama mereka dengan syarat jangan bergonjengan dengan mereka jika kamu keluar dengan mereka, kamu harus mengajakku." kata Zidan serius.
"No Zid, tapi panggil aku Mas, Abang atau sayang." Kata Zidan.
"Iya mas abangku Sayang." Kata Alya kesal.
"???." Zidan.
Setelah sarapan mereka berangkat, Alya ke kampus, Zidan ke kantor.
Alya, Alfin dan Aldi menunggu giliran untuk sidang skripsi
__ADS_1
"Namaku sudah di panggil, aku duluan ya" Kata Alya saat namanya di panggil lalu masuk ke dalam ruangan khusus sidang skripsi.
"Semangat Al." Kata Alfin.
"Semoga lancar." Kata Aldi.
Alya keluar dengan wajah gembira karena di pastikan sudah lulus kuliah.
"Akhirnya aku lulus juga tahun ini." Kata Alya.
"Selamat ya." Kata Alfin dan Aldi ikut bahagia.
"Al nanti sore ada pertandingan kamu hadir?." Tanya Aldi.
"Oh pasti." Kata Alya. "Aku pergi dulu ya, maaf tidak bisa menunggu kalian sidang. Semoga sidang kalian lancar ya." Kata Alya lalu pergi.
Alya pergi karena mau ke apotik membeli tes pek dan melanjutkan perjalanannya ke apartemen Alya. Alya pesan makanan banyak untuk merayakan kelulusannya dengan geng Al melalui gojek, dan bersantai di kamarnya sambil mengirim pesan kesemua gengnya, termasuk Prem dan Man disuruh bergabung.
Di siang hari semua orang berkumpul di apartemen Alya. Alya melupakan Zidan tapi Alfin mengundangnya ikut bergabung namun Zidan tidak bisa hadir karena sibuk dengan pekerjaannya.
Alya merayakan kelulusannya dengan gembira dan banyak dari tamu yang Alya undang membawakan hadiah.
__ADS_1