
Dirumah Alya. Alya menelfon mama Anjani
"Ma, Alya lusa wisuda. Mama kapan pulang?." Tanya Alya saat sambungan telfon terhubung.
"Mama masih sibuk sayang, nanti kalau urusan mama sama papa kelar kami akan pulang." Jawab mama Anjani.
"Mama selalu begitu dari dulu mama dan papa selalu mewakilkan pada paman Dut, mengambil rapot, acara kelulusan dan sekarang pun begitu." Kata Alya cemberut.
"Mama kan sudah bawa Jid untuk menemanimu." Kata Mama Anjani.
"Tapi kurang lengkap jika tidak ada kalian." Kata Alya.
"Ya sudah nanti mama usahakan hadir di acara wisudamu." Kata mama Anjani.
"Terimakasih mama." Kata Alya tersenyum lalu mematikan hpnya karena Zidan datang.
"Siapa yang menelfon sayang?." Tanya Zidan lalu mencium kening istrinya.
"Mama mas, adek minta mama pulang karena acara wisuda adek akan diadakan lusa." Kata Alya. Sambil mengambil tas yang dibawa Zidan dan berjalan beriringan menuju kamar.
"Mas ganti baju dulu. Adek siapkan makanannya." Kata Alya lalu pergi ke dapur Zidan kekamar mandi.
"Biar saya saja bi yang akan menyajikannya." Pinta Alya pada bi Shita.
"Baik non." Jawab bi Shita lalu pergi. Zidan turun dan mereka makan bersama.
Acara wisuda, Alfin membawa seorang wanita Dini namanya.
"Siapa Fin tumben bawa wanita?." Tanya Aldi saat Alya dan Alfin berkumpul.
"Dia istri ku Di." Jawab Alfin santai.
"Lo gak bilang ke gue Fin." Kata Zidan yang bersama Alya.
"Ya mana gue tau kalau gue dijodohkan, apa sekarang jaman nur baya ya main jodoh-jodohan gitu." Kata Alfin.
"Karena orang tua ingin yang terbaik buat anaknya Fin." Kata mami Dinda yang menghadiri acara wisuda Alya.
"Eh, tante." Kata Alfin tersenyum.
"Kapan nikah?." Tanya Alya.
"Kemarin, tante datang kok." Jawab Alfin.
"Kok mami gak bilang sih." Kata Zidan.
Mami Dinda hanya tersenyum dan masuk ke aula diikuti Zidan. Acara wisuda pun dimulai mahasiswa mahasiswi yang lulus di panggil satu persatu untuk mengambil ijazah di atas panggung dan berjalan berbaris. Dan di umumkan mahasisawa yang terbaik adalah Aldi. Lalu mempersembahkan sebuah puisi yang membuat semua orang di aula menangis.
Ibu..
Engkau tak kenal lelah merawat ku.
Siang dan malam kau korbankan.
Nada-nada yang indah selalu kau ucap.
__ADS_1
Tangisan nakal dari bibirku,
Tak menjadi deritamu.
Tanganmu yang lembut talah mengangkat tubuh ini.
Ibu..
Begitu banyak pengorbananmu..
Yang telah engkau korbankan.
Kau bekerja siang dan malam merawatku
Tak pernah libur,
Selalu lembur.
Tak ada harga
Selalu kerja.
Bagai surya..
Engkau selalu memberi tak harap kembali..
Hingga kini aku dewasa.
Ibu..
Yang tak menurut
Yang tak patuh
Dan tak ada harga untuk pengorbananmu
Setetes air susumu pun tak sanggup untuk ku bayar.
Terimakasih ibu.. aku mencitaimu.
Semua orang bertepuk tangan. Acara wisuda di tutup.
Mahasiswa dan mahasiswi saling ngengucapkan selamat dan foto bersama dengan sahabat keluarga dan kekasih. Tapi sampai acara wisuda selesai mama Anjani dan papa Frendi tidak datang. Dan satu persatu pulang.
"Mas aku mau ke apartemen." Kata Alya.
"Baik." Kata Zidan.
Alya, Zidan dan mami Dinda masuk ke mobil dan mereka pulang.
Di apartemen Aldo sudah memesan beberapa makan dan menyajikan di meja makan bersama. Alfan dan Jihan, Prem dan keluarganya, Man cuma mengirim pesan pada Alya karena tidak bisa hadir dan mengirim bunga. Aldi den Linda, Alfin dan Dini. Alek dan Aleksa (saudara kembar Alek) datang ke apartemen Alya begitu juga dengan pak Rafi, Emi dan Adi. Yafiq dan istrinya, beserta BRANDALAN ikut mengucapkan selamat pada Alya.
"Selamat ya." Kata Alek.
"Terimakasih, bagaimana dengan keadaan ibu baik?" Tanya Alya.
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah sehat, terimakasih ya.," jawab Alek.
"Sama-sama." Kata Alya tersenyum.
"Ini mbak terima ya hadiah dari kami." Kata Aleksa.
"Kamu siapa?." Tanya Alya karena tak mengenal Aleksa.
"Dia saudara kembarku." Jawab Alek.
"Ayo aku kenalkan pada geng Al." Kata Alya.
Saat Aleksa bersalaman dengan Aldo, Aleksa tertarik.
"Mas Aldo sudah punya pacar?." Tanya Aleksa.
"Tidak, kenapa?." Tanya balik Aldo.
"Akan aku kenalkan dengan temanku, boleh aku meminta nomermu." Jawab Aleksa. Aldo langsung memberikan nomernya pada Aleksa.
"Perkenalkan, ini Zidan suami saya." Kata Alya memperkenalkan Zidan. "Dan ini maminya Zidan mertua saya." Kata Alya mengenalkan mami Dinda.
"Sudah tau." Jawab Alfin, Aldi dan Aldo kompak.
"Loh kalian kok sudah tau, padahalah aku belum mengundang keacara nikahanku." Kata Alya.
"Aku hadir Al, keacara akadmu dengan Zidan ada papa dan mamamu juga tante Dinda." Kata Alfin tersenyum
"Kapan aku kok gak hadir ke acara akad nikahku sendiri." Kata Alya.
"Kamu ingat waktu Zidan langcang masuk kekamarmu menggunakan kunci cadangan dan menyembunyikan gambar masa kecil kalian lalu meninggalkan figora itu kosong." Kata Alfin. Alya mengangguk " dan kamu dijaga Aldi waktu itu."sambung Alfin.
"Oh, pantesan. Waktu itu aku dicegat keluar sama Aldi seperti dikurung di apartemen" Kata Alya memukul kepala Aldi.
"Maaf bos, khilaf. Kan menjalankan tugas bos." Kata Aldi sambil mengajungkan 2 jari tangannya (jari tengah dan jari telunjuk) seperti ini. ✌.
Jam menunjukkan pukul 22: 30 para tamu pulang satu persatu dan malam ini Zidan dan Alya bermalam di apartemen begitu juga geng Al dan mami Dinda sama Jihan.
Saat sarapan geng Al sudah seperti keluarga sendiri mereka sarapan bersama sambil bercanda.
"Mi, aku akan melamar anak mami." Kata Alfan setelah sarapan. Mami Dinda dan Jihan terkejut.
"Kalau mami terserah pada Jihan karena dia yang akan menjalankan hidupnya." Jawab mami Dinda. Jihan malu-malu tapi mengangguk tanda setuju.
"Selamat ya." Kata Alfin pada Alfan dan Jihan bergantian diikuti Aldi, Aldo, Alek, dan Aleksa.
Setelah sarapan selesai apartemen Alya tinggal 4 orang (mami Dinda, kak Jihan, Zidan dan Alya). Mereka sudah kembali bertugas.
"Maaf ya dek." Kata Jihan pada Zidan.
"Iya kak sama-sama." Jawab Zidan.
"Dia adalah wanita yang manis baik lagi." Kata Jihan, Zidan hanya tersenyum tak mengerti dengan perubahan kakaknya.
"Kami pulang dulu ya." Kata mami Dinda lalu pergi diikuti Jihan.
__ADS_1
"Hati-hati mami." Kata Zidan mencium pipi mami Dinda lalu melepaskannya pergi.