
Saat makan siang Zidan pulang karena ingin makan siang berasama Alya.
"Al. Apa kamu mau ikut aku??." Tanya Zidan setelah mereka selesai makan.
"Mas gak balik ke kantor?" Tanyak balik Alya.
"Aku butuh hiburan." Jawab Zidan.
"Kemana?." Tanya Alya.
"Ke vila." Jawab Zidan. "Sudah gak usah pikir-pikir ikut saja." Kata Zidan langsung menggendong Alya.
3 jam perjalanan Alya di kejutkan dengan pemandangan bukit yang di kelilingi kebun teh, dan sampai ke sebuah villa.
"Mas sering ke sini?." Tanya Alya saat turun dari mobil.
"Setiap aku bosan dengan pemandangan di kota pasti aku datang ke vila ini." Jawab Zidan lalu mereka memasuki vila.
Di sore hari Zidan dan Alya berjalan-jalan di kebun teh, hingga menjelang malam. Zidan mengumpulkan kayu lalu membakarnya karena udara sangat dingin di malam hari.
"Kamu senang," kata Zidan sambil memakaikan jaket pada Alya. Alya mengangguk dan Zidan memeluknya.
"Mas.. penggemar berat geng Al?." Tanya Alya.
__ADS_1
"Tidak." Jawab Zidan.
"Tapi aku sering melihatmu menyaksikan pertandingannya dan selalu memberi semangt pada Al, di akhir pertandingan mas juga tak pernah Absen memeluk dan meminta tanda tangan di dadanya." Kata Alya. Zidan tersenyum.
"Kamu cemburu?." Tanya Zidan.
"Tidak." Jawab Alya. "Kenapa aku harus cemburu pada diriku sendiri." Gumam Alya dalam hati.
"Al seorang perempuan." Kata Zidan dan membuat Alya membulatkankan matanya. "Apa dia mengetahui kalau akulah Al yang dia maksud??." Gumam Alya dalam hati.
"Dari mana mas tau kalau Al seorang perempuan?." Tanya Alya.
"Dari pelukanya." Jawab Zidan.
"Sudah tau perempuan, kenapa mas masih sering memeluknya." Kata Alya pura-pura ngambek.
"Tidak." Kata Alya cemberut yang dibuat-buat.
"Tapi bukan itu alasannya kenapa aku menjadi penggemarnya." Kata Zidan lalu berdiri.
"Terus karena apa??." Tanya Alya.
"Ayo masuk dulu, biar aku ceritakan nanti di dalam, di luar udaranya sudah semakin dingin." Kata Zidan, Alya pun menurutinya.
Saat di dalam vila, Zidan menuju ke kamar dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
__ADS_1
"Mas ceritamu belum selesai." Kata Alya yang berdiri di samping tempat tidur.
"Ayo tidur, besok kita pulang." Kata Zidan.
"Jangan buat aku penasaran ayo ceritakan kenapa alasan kamu menjadi penggemar beratnya sampai-sampai di layar posel, leptop ada foto Al yang lagi memelukmu dan mentandatangi bajumu." Kata Alya.
"Sini tidur di sampingku." Kata Zidan.
"Gak mau, ceritakan dulu." Kata Alya.
"Dulu aku anak yang sagat nakal, dan ada seorang gadis yang aku rindukan sehingga aku menjadi anak yang pendiam, menunggu gadis itu kembali, tapi sebelum gadis itu kembali papi mengalami kecelakaan dan meninggal dunia hari itu adalah hari yang menyedihkan hingga aku tumbuh menjadi orang yang dingin, aku memiliki seorang kakak perempuan dan dia jatuh cinta sama seorang laki-laki yang gak tau pekerjaannya apa cuma bisa menghabisi uang orang tuanya saja, dan bertunangan dengannya. Aku teringat pesan papi untuk selalu menjaga dan melindunginya, aku selalu melindungi dan menjaga kakakku dari laki-laki itu. Semakin lama laki-laki itu permintaannya semakin aneh dia meminta agar kakakku menemaninya balapan sepeda motor dengan kepercayaan diri dia selalu mengikuti pertandingan jadi aku terpaksa ikut menoton pertandingan itu di tengah-tengah kesibukanku demi menjaga kakakku. Saat aku pertama kali melihat geng Al memenangkan pertandingan itu yang membuat laki-laki itu frustasi namun tetap bersih keras ingin megikuti pertandingan itu tapi selalu kalah oleh geng Al aku pun senang melihatnya. Inilah alasanku menjadi penggemar berat Al bukan gengnya, karena Al yang mengalahkan laki-laki itu." Kata Zidan.
"Jadi kamu merindukan seorang gadis?." Tanya Alya.
"Iya." Jawab Zidan. "Apa kamu cemburu?." Tanya Zidan.
"Tidak, aku juga merindukan seorang laki-laki." Jawab Alya.
"Siapa?." Tanya Zidan.
"Jid ku, dia laki-laki yang baik selalu menuruti apa yang aku minta ya walau sedikit nakal. Aku merindukannya mas.." Kata Alya mulai berkaca-kaca.
"Kenapa dia meninggalkanmu?." Tanya Zidan sambil tersenyum namun Alya tidak melihatnya.
"Bukan dia yang meninggalkanku, tapi aku. Aku juga gak tau kapan aku pergi, yang aku tau aku sedang tidur dikamar Jid, dan saat aku terbangun aku berada di tempat yang tidak aku kenal. Aku tidak pernah bertemu dengan Jidku lagi setelah itu karena orang tuaku membawaku keluar negri setelah dewasa aku kembali ke Indonesia." Kata Alya.
__ADS_1
"Ayo tidur, besok kita kembali ke kota." Kata Zidan, mereka pun tidur.