SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
3. APARTEMEN ALYA


__ADS_3

"Hai Alya!" Sapa Alfin.


Alya hanya melihatnya, Alfin langsung duduk di samping Alya. Tidak lama Aldi datang membawa 3 porsi makanan beserta minuannya di bantu penjaga kanti dan menuju meja yang di tempati Alfin dan Alya.


Alfin adalah teman Alya sejak meraka masuk di kampus. Pertama kali mereka berteman. Saat hp mereka tertukar, sejak itu mereka sering bertemu dan membuat Alfin jatuh cinta kepada Alya karena Alya selalu mau menjandi pendengar yang baik dan selalu memberi solusi di setiap masalah yang di hadapi oleh Alfin.


"Perkenalkan nama saya Aldi." Sapa Aldi sambil menjulurkan tangan kepada Alfin, saat penjaga kantin sudah meninggalkan mereka bertiga.


"Alfin." balas Alfin


"Dan ini Alya." Sambung Alfin. Sambil menunjuk ke arah Alya.


"Sudah tau, siapa yang tidak mengenalnya dia adalah wanita satu-satunya yang bertahan di kampus ini sampai 3 tahun gak lulus-lulus." Jawab Aldi yang membuat Alfin melototinya. "Maaf." Sambung Aldi


Mereka menikmati makanan yang mereka pesan.


"Apakah kamu mahasiswa baru disini??" Tanya Alfin.


"Iya, baru seminggu." Jawab Aldi sambil tersenyum.


"Boleh aku menjadi teman kalian??." Sambung Aldi


Alfin melihat Alya. Alya menganggukkan kepala sambil mengunyah makanannya tanda setuju.


"baiklah. Dengan syarat." Kata Alfin sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa syaratnya??" Tanya Aldi


"Kamu harus makan dan minum apa yang kami makan dan kami minum." Jawab Alfin. Alya hanya tersenyum melihat ucapan sahabatnya itu.


"Oh cuma itu, baik lah". Aldi


Jam kuliah masuk, mereka memasuki kelas yang sama dan mengikuti mata kuliah. Seperti biasa Aldi selalu bedebat dan menang dalam perdebatannya, dan karena ini ia terkenal kecerdasannya di kampus. Membuat semua gadis kampus kagum padanya.


Jam kuliah berakhir seperti biasa Alya dan Alfin pulang ke apartemen Alya, di ikuti oleh Aldi. Sesampainya di apartemen.


"Kamu mengikuti kami??". Tanya Alfin pada Aldi.


"Hehehe. Apa ini tempat tinggal kalian??" bukan menjawab malah balik tanya Aldi.


Alya yang baru keluar dari mobil langsung menghampiri 2 sahabatnya itu.


"Apa kalian cuma mau di sini!..Ayo masuk". Kata Alya


Mereka masuk lift dan ke lantai 7 tempat Alya tinggal. Ia jarang pulang karena orangtuanya sering keluar kota dan meninggalkannya sendiri membuatnya bosan dan memilih tinggal di apartemen.


Di dalam apartemen ada 3 kamar, ruang dapur dan meja makan, ruang santai. Alya memiliki kamar pribadi yang tidak boleh masuk tanpa seizinnya termasuk teman-temannya.


"Silahkan masuk, anggap rumah sendiri." Kata Alya lalu naik ke lantai dua.


"Waw.." Aldi merasa kagum saat masuk kedalam apartemen itu banyak barang-barang mahal yang menghiasi di dalamnya.

__ADS_1


"Apakah kamu juga tinggal disini??" Tanya Aldi pada Alfin.


"Iya, disaat aku tidak ingin pulang kerumah." Jawab Alfin.


"Alya adalah sahabat terbaik yang pernah aku kenal." Sambung Alfin.


"Apakah kamu pernah wik wik dengannya??". Kata Aldi penasaran.


"Apa kamu bilang?? Wik wik!!" Tanya Alfin bingung.


"Iya, wikwik." Jawab Aldi dengan mengetuk telunjuk kanan dan telunjuk kirinya beberapa kali.


"Oh, maksudmu. Berhubungan suami istri??". Kata Alfin.


"Iya." Aldi.


Alfin hanya tersenyum dan berkata


" belum, dia itu ibarat bunga indah, membuat banyak kupu-kupu tertarik kepadanya. Tapi sulit untuk disentuh." Alfin


"Maksudmu??." Aldi


"Nanti kamu akan mengerti apa maksudku."


Bersambung . . .

__ADS_1


__ADS_2