
Ting tong ting tong. (Bunyi bel di apartemen Alya).
"Siapa tamu yang datang malam-malam." Kata Aldi lalu membuka pintu Apartemen Alya.
"Cari siapa??." Tanya Aldi saat membuka pintu apartemen
"Alya ada??." Tanya seorang pemuda.
"Tunggu disini dulu." Kata Aldi lalu kedalam
"Al, ada yang cari kamu." Kata Aldi
"Siapa?." Tanya Alya.
"Aku gak kenal." Jawab Aldi. Lalu Alya berdiri menemui 2 pemuda.
"Hai Prem, Man. Ayo masuk." Kata Alya mempersilahkan tamunya.
"Perkenalkan Di ini Prem dan ini Man." Kata Alya memperkenalkan Prem dan Man pasa Aldi.
"Lama gak ketemu, gimana kabar kalian??." Tanya Aldo.
"Baik mas." Jawab Prem dan Man bersamaan. "Ini buat Alya." Kata Prem meberi bingkisan.
"Wow! Tau dari mana kalau aku suka escrem?." Tanya Alya.
"Dari mas Alfin." Kata Prem.
__ADS_1
"Oh, itu. Iya Al aku yang kasi tau Prem kalau kamu suka escrem. Aku tanya untuk apa gak di jawab, eeeh hari ini datang kesini." Kata Alfin.
"Ini Al buat kamu."kata Man meberikan buah-biahan.
"Terimakasi ya. Ayo makan bersama, aku gak mungkin menghabisi semuanya. Buah-buahannya buat kalian. Escremnya buat aku. Ayo silahkan dimakan. Hem nyami." Kata Alya sambil memakan escremnya setelah eskremnya tinggal separuh.
"Eh, lupa gak buat minuman, aku buatin dulu ya." Kata Alya lalu kedapur escremnya ditaruk di meja makan. Tak sengaja Zidan yang dari kamar mandi melihat escrem Alya.
"Ah, gak papakan cuma satu semdok. Aaamm." Kata Zidan. Suapan pertama enak dan mencoba suapan ke dua kok ketagihan pas waktu suapan ke tiga Alya datang dan menjewer telinga Zidan.
"Itu escrimku, kenapa kamu memakannya kembalikan!" Kata Alya dengan nada tinggi sambil menjewer Zidan yang membuat semua orang memperhatikannya.
"Iya aku kembalikan, lepasin dulu telingaku sakit." Kata Zidan sambil meringis kesakitan.
"Mana?." kata Alya.
"Muntahkan!!." Kata Alya.
"Ya gak bisa Al." Kata Zidan. Alya melepaskan tangannya dari telinga Zidan dan Zidan mengusap-ngusap telinga yang memerah karena di jewer Alya.
"Kalau bukan miliknya jangan main nyosor-nyosor, aku gak suka hal ini terulang kembali." Kata Alya lalu mengambil sisa escrimnya. "Sana bawa minumannya keluar." Kata Alya. Zidan pun mematuhinya.
"Dia lebih kejam dari mami" gumam Zidan.
"Apa kamu mengatakan sesuatu?." Tanya Alya.
"Tidak Al, ini aku mau membawa minuman keluar." Kata Zidan lalu bergabung dengan Prem, Man, Aldo, Aldi, Alfin. Sedangkan mereka semua tertawa melihat Alya sama Zidan di dapur.
__ADS_1
"Bagus ya.. tertawa terus!." Kata Zidan lalu menaruk nampan yang berisi minuman di meja. Tak lama kemudian Alya ikut bergabung.
"Oh iya Prem, Man ada perlu apa kalian kesini?." Tanya Alya.
"Aku ingin mengucapkan terimakasih, sejak kejadian itu kamu menyadarkanku dan aku berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku memulai bisnis bengkelku dan aku kesini ingin memberi undangan pernikahan padamu Al." Kata Prem lalu memberikan undangan pernikahan Prem.
"Kamu mau nikah. Bagus beri aku ponakan yang banyak ya." Kata Alya tersenyum Prem juga membalas senyuman Alya.
"Ini Al buat kamu." Kata Man.
"Apa ini??." Tanya Alya.
"Undangan peresmian Delerku. Berkatmu Aku bisa sukses. Jangan lupa hadir ya." Kata Man.
"Kamu sukses itu karena usahamu sendiri." Kata Alya tersenyum. "Buat Prem dan Man selamat atas kesuksesan kalian. Ayo kita bersulang." Kata Alya lalu mereka mengadukan gelas yang berisi jus satu sama lainnya. "Ting!." (Bunyi gelas saat beradu)
Jam menunjukkan pukul 23:34.
"Kita pamit dulu Al." Kata Prem.
"Gak nginep nih?." Tanya Alya.
"Tidak, terimakasih tawarannya. Jangan lupa hadir ya ke acara peresmian delerku nanti kalian semua juga boleh ikut." Kata Man lalu pergi diikuti Prem.
"Ya sudah hati-hati di jalan." Kata Alya saat mengantar Prem dan Man di depan pintu apartemen.
"Iya." Jawab Prem dan Man bersamaan.
__ADS_1