
Zidan mengambil ponselnya dan menelfon Alfin.
"Fin, loh diman??." Kata Zidan saat sambungan telfon terhubung.
"Di apartemennya Alya. Kenapa?." Tanya Alfin.
"Bisa temani gue tidak? Gue lagi butuh teman nih." Tanya balik Zidan.
". . . ." Tidak ada jawaban.
"Fin loh masih disana kan??." Kata Zidan karena tidak ada jawaban.
"Eh, iya Zid. Ke sini saja ikut bergabung tadi gue sudah minta izin ke Alya. Loh bisa ke apartemennya nanti gue kirim alamatnya. Mau tidak??." Kata Alfin.
"Baik dah. Kirim ke gue alamatnya." Kata Zidan dan mematikan sambungan telfonnya. Tidak lama kemudian ada pesan dari Alfin di ponselnya Zidan. Dan Zidan keluar tanpa minta izin ke mami Dinda menuju Alamat yang di kirim oleh Alfin.
Di apatermen Alya.
Ting tong ting tong (bunyi bel di apartemen Alya). Alfin membukanya.
"Eh Zidan. Ayo masuk." Kata Alfin. Zidan pun ikut.
"Sejak kapan lo tinggal satu apartemen sama Alya??." Tanya Zidan.
"Sejak kapan ya. Gue lupa, intinya setiap gue punya masalah sama bokap dan nyokap pasti nginep disini. Silahkan duduk, apa lo punya masalah?. kesini saja disini banyak temannya." Kata Alfin.
"Iya masalah gue berat Fin, lo tau kan tentang gadis cengeng itu?." Tanya Zidan.
"Lah mana gue kenal sama gadis cengeng yang lo maksud." Jawab Alfin.
"Maksud gue, lo tau kan kalau gue masih menunggunya." Kata Zidan.
"Iya gue tau kalau gadis cengeng itu adalah cinta pertama lo. Terus." Kata Alfin.
"Gue di jodohkan sama nyokap gue Fin, apa dia tidak mengerti perasaan gue main jodoh-jodohan segala." Kata Zidan curhat.
"Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Abaikan masalah lo ayo bergabung dengan geng Al. Bukannya lo ingin masuk ke geng Al." Kata Alfin.
"Siapa yang ingin masuk ke geng Al?. Gue ingin kenal lebih dekat sama orang yang gue foto waktu itu. Gue sangat penasaran seperti apa wajahnya." Kata Zidan.
"Apa alasan lo?? Mengapa lo bisa menjadi penggemarnya!." Tanya Alfin.
"Ya siapa coba yang gak kenal geng Al, apalagi sama orang bisu yang selalu memenangkan pertandingannya." Kata Zidan.
"Hai pak bos." Sapa Alya yang sedari tadi mendengarkan percakapan Alfin dan Zidan.
"Hallo Alya." Sapa balik Zidan dengan senyum manisnya.
"Ayo ikut bergabung dengan kami." Ajak Alya. Zidan dan Alfin pun ikut ke ruang santai disana sudah ada Aldi dan Aldo.
"Mereka juga disini." Gumam Zidan. "Fin Alya kok ikut bergabung sama geng Al?." Tanya Zidan.
"Iya dia penggemar berat geng Al, sampai-sampai Alya membeli apartemen ini untuk geng Al." Jawab Alfin
"Ayo duduk." Sambung Alfin. Zidan pun duduk.
"Gak usah sungkan anggap saja rumah sendiri iya kan bos." Kata Aldi lalu melirik Alya.
"Hu'um." Kata Alya mengangguk.
"Aku punya pertanyaan. Kalian bisa menjawab yang tau pertanyaanku." Kata Alya.
"Apa!." Jawab Aldi. Aldo. Alfin bersamaan. Zidan memperhatikannya.
"Bagaimana cara gajah masuk ke dalam kulkas??." Tanya Alya.
"Kulkasnya besar apa kecil?." Tanyak Aldo
__ADS_1
"Kan sudah di bilang tadi kalian menjawab bukan bertanya." Kata Alya.
"Buka kulkasnya masukkan gajahnya." Kata Aldi.
"Hah segampang itu, benar Al?." Tanya Alfin.
"Jawaban yang bagus. Bagaimana cara jerapah masuk kedalam kulkas??." Tanya Alya lagi.
"Ya dibuka kulkasnya keluarkan gajahnya baru masukan jerapahnya. Benar kan Al?." Jawab Alfin lalu bertanya.
"Bagus, kamu mulai mengerti. Disebuah hutan ada perkumpulan binatang, binatang apa yang tidak bisa hadir?." Tanya Alya
"Aku tau." Jawab Aldo mengajungkan tangan.
"Binatang apa?." Tanya Alfin.
"Cacing. benar kan Al??. Karena itu cacing tidak memiliki tulang karena pas waktu pembagian tulang cacing tidak hadir." Kata Aldo. Membuat semua orang diruangan itu tertawa lepas termasuk Zidan, dia lupa akan masalahnya.
"Jawaban yang bagus, tapi bukan itu jawabannya." Kata Alya. Mereka berfikir lagi.
"Apa ya??!!!.." kata Aldo sambil berfikir.
"Jangan bertanya Do cukup jawab saja." Kata Alfin.
"Iya ini aku lagi mencari-cari jawabannya di kepalaku. Semua isi kepalaku berantakan karena kamu menggangguku." Kata Aldo.
"Pasti yang tidak bisa hadir adalah Jerapah." Kata Zidan menjawab.
"Apa alasannya pak bos?." Tanya Alya pada Zidan.
"Emangnya harus ada alasannya ya Al.?." Tanya Aldo.
"Hmm Aldo!! Tidak ada pertanyaan." Kata Aldi dan Alfin bersamaan.
"Alasanya karena jerapah masih terkunci di dalam kulkas." Jawab Zidan.
"Benar ya. Kenapa gak kepikiran dari tadi." Kata Aldo.
"Pertanyaan terakhir. Saat kita berada di sebuah sungai dimana sungai itu tempat buaya yang buas. Bagaimana cara kita menyebrangi sungai??." Tanya Alya. Mereka berfikir keras. Tapi Aldo langsung menjawab.
"Minta buaya itu berbaris." Jawab Aldo.
"Lah mana bisa buaya bicara dengan manusia." Kata Alfin.
"Ada dong. Kan ini cuma tanya jawab jadi jawab saja" Kata Aldo.
"Gak bisa gitu Do, gimana kalau buaya itu kelaparan dan langsung menerkam, kita tidak bisa menyebrangi sungai malah tewas dimakan buaya." Jawab Aldi.
"Kalau begitu kita korbankan Aldo saja untuk menyebrangi sungai itu." Sambung Aldi.
"Maksud kamu apa Di kenapa aku yang menjadi korban??. Tapi kalau buat Alya apa sih yang tidak." Kata Aldo main mata dengan Alya.
"Woyy modus. Disini masih ada aku yang siap berkorban untuk Alya." Kata Alfin.
"Apa alasan kalian mau mengorbankan diri untukku??." Tanya Alya.
"Jawabannya mereka cinta sama kamu Al." Jawab Aldi dan dipelototi oleh Alfin dan Aldo.
"Oh ya. Kalian mencintaiku?." Tanya Alya pada Alfin dan Aldo.
"Iya cinta banget." Kata Alfin dan Aldo bersamaan dengan semangat 45.
"Tapi aku tidak." Jawab Alya santai membuat wajah Alfin dan Aldo kecewa.
"Aku hanya punya rasa sayang untuk kalian." Kata Alya.
"Lebih sayang sama aku apa Aldo?" Tanya Alfin.
__ADS_1
"Buat kamu 100%." Jawab Alya. Alfin tersenyum lebar
"Lah jika semua rasa sayangmu buat Alfin, berapa rasa sayangmu buat aku?." Tanya Aldo cemberut. Alya tersenyum.
"Buat kamu juga 100%." Jawab Alya.
"Tidak bisa begitu Al. Kamu harus pilih salah satu dari kami, masak kamu mau menikahi kami berdua." Kata Aldo tidak puas dengan jawab Alya.
"Kalau kalian mau." Kata Alya santai
"Maksud kamu. Kamu akan menikahi kami berdua?." Tanya Afin.
"Sekarang jaman sudah berubah perempuan bisa menikahi 2 laki-laki sekaligus, dasar wanita ganjen. Bisa-bisanya Alfin suka sama wanita seperti itu." Gumam Zidan dalam hatinya.
"Iya kalau kalian mau." Jawab Alya tersenyum
"Tapi aku tidak mau berbagi istri dengan Alfin." Kata Aldo.
"Siapa juga yang mau berbagi istri dengan kamu." Kata Alfin.
"Sebenarnya cinta siapa yang kamu terima Al?." Tany Aldo.
"Oh.. kalian berdua main tembak-tembakan ya. Nanti aku bisa mati mendadak." Jawab Alya sambil tersenyum.
"Aku serius Al." Kata Alfin dan Aldo bersamaan
"Aku juga. maaf tembakkan kalian meleset." Kata Alya. "Aku tidak pernah memiliki teman sebaik kalian. Terimakasih mau berteman denganku." Kata Alya berkaca-kaca.
"Heh kok jadi gadis cengeng sih. Aku akan selalu ada buatmu Al." Kata Alfin.
"Aku akan merelakanmu dengan laki-laki lain. Jika membuatmu bahagia, tapi aku tidak akan meninggalkanmu." Kata Aldo
"Aku akan menjagamu Al. "Kata Aldi. Membuat Alya tersenyum.
"Itu tugasmu, tapi ingat rahasia tetap rahasia jangan kau ceritakan pada papa mamaku apalagi pada paman dut." Kata Alya. Zidan termenung "paman dut??. Seperti pernah mendengar julukan itu. Dimana ya aku lupa." Gumam Zidan dalam hati
"Jadi siapa yang akan kamu korbankan kepada buaya itu untuk menyebrangi sungai Al?." Tanya Aldo.
"Tidak ada yang akan ku korbankan." Jawab Alya.
"Lalu bagaimana cara menyebrangi sungai itu?." Tanya Alfin.
"Kalian semua bisa berenang kan??." Tanya Alya.
"Iya." Jawab Zidan, Aldi dan Alfin bersamaan.
"Kamu Do bisa berenang kan??." Tanya Alya.
"Tidak bisa." Jawab Aldo malu.
"Jadi Aldo kita korbankan. Kita potong-potong tubuh Aldo dan minta buaya itu untuk berbaris sampai di sebrang sungai agar dapat jatah daging. Nah kita bisa naik kepunggung buaya sambil memberi daging Aldo pada para buaya itu dengan begitu kita bisa menyebrangi sungai. iya kan." Kata Alfin memainkan alisnya keatas kebawah pada Aldo. Aldo yang mendengarnya merinding ngeri membayangkan tubuhnya di potong-potong.
"Husss jangan begitu, Aldo kan juga sahabat kita. Kalau kita mengorbankan Aldo kita tidak akan menemukan orang seperti Aldo lagi, kasian emaknya Aldo di kampung." Kata Aldi.
"Sudah aku bilang tidak ada yang akan dikorbankan disini." Kata Alya.
"Aldo kan tidak bisa berenang." Kata Alfin.
"Kita buat rakit atau perahu dan kita sebrangi sungai bersamaan." Kata Alya santai.
"Gimana kalau diterkam buaya Al?." Tanya Aldo.
"Kalian tenang saja di Sungai itu tidak ada buayanya." Jawab Alya.
"Tadi katanya kamu di sungai itu tempat buaya yang buas." Kata Alfin.
"Iya benar disana tempat buaya yang buas. Tapi tinggal tempatnya. Kalian tau dimana buayanya??." Tanya Alya.
__ADS_1
"Aku tau." Kata Aldo mengacungkan tangannya. "Buayanya ikut perkumpulan binatang di hutan." Jawab Aldi, Aldo, Alfin dan Zidan bersamaan dan mereka tertawa.