
Saat di deler Al.
"Pokoknya aku gak mau tau ini adalah balapan terakhir kamu mengerti." Kata Zidan marah langsung meminta Alya ganti baju dan mereka pulang menggunakan mobil.
"Alya sudah ketahuan siapa yang akan meneruskannya." Kata Aldo.
"Jika masih ada job kamu saja Fan yang menggantikan Alya." Kata Alfin, Alfan mengangguk.
Berita Alya tersebar sangat cepat dan Alya juga terkenal di media pasalnya Alya putri semata wayang dari presdir terkenal di kotanya dan ada yang menberitakan hubungan Alya dengan Zidan dan itu di dengar oleh Alya.
Sesampainya di dalam rumah..
"Apa benar mas, orang yang papa nikahkan denganku adalah kamu?." Tanya Alya.
"Tanya saja pada rumput bergoyang." Kata Zidan lalu pergi.
"MASS!!." teriak Alya. Membuat Zidan menutup telinganya.
"Kebiasaan tu anak kalau sudah tau sebuah rahasia pasti teriak-teriak, bagaimana kalau dia tau aku adalah Jidnya. Mungkin gendang telingaku akan pecah oleh teriakannya." Gumam Zidan dalam hati lalu masuk kamar mandi.
"Mas cepat keluar!! Kamu harus jelaskan padaku semua ini berawal dari mana kok bisa semua orang tau kalau kamu adalah suamiku, apa itu benar.. dan aku gak merasa tu kalau kita sudah nikah, kapan?." Teriak Alya namun di dalam kamar mandi Zidan cuma cikikikaan menahan tawa. Alya teriak-teriak gak jelas hingga merasa capek, lalu Alya tertidur di ranjang. Karena sudah aman gak da teriakan dari Alya, Zidan pun keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Alya." Panggil lembut Zidan, namun tidak ada jawaban. "Apakah kamu sudah tidur?." Tanya Zidan. Tetap tidak ada jawaban dan Zidan memberanikan diri untuk tidur disamping Alya menggunakan helm untuk jaga-jaga saat terbangun agar tidak kenak tinju lagi oleh Alya.
Sebelum matahari menampakkan sinarnya, Zidan terbangun karena lehernya merasa sakit, sedangkan Alya tidur pulas. Zidan membuka helmnya dan tersenyum jahil, Zidan membuka semua pakaian yang Alya gunakan dan memberi beberapa ****** di tubuh Alya. lalu pergi tanpa memasang pakaian Alya kembali cuma menutupnya dengan selimut.
Karena Alya belum bangun Zidan langsung berangkat ke kantor.
"Pagi pak." Sapa semua karyawan Zidan.
Sejak Silvi tau Alya adalah istri dari bosnya Silvi mengundurkan diri dan di ganti oleh Aldi.
"Di. keruanganku sekarang." Kata Zidan pada Aldi menggunakan telfon kantor.
"Baik bos." Jawab Aldi lalu menaruk telfon di tempat semula dan masuk keruangan Zidan.
Tok. Tok. Tok. (Suara pintu).
"Di, apa jadwal saya hari ini." Kata Zidan saat Aldi ada di ruangan Zidan.
"Jam 9 bos akan melihat lokasi pembangunan proyek di kota B. Jam 4 sore ada meting dengan pak Hari." Jelas Aldi.
"Baik lah kamu siapkan berkasnya." Kata Zidan.
__ADS_1
"Baik pak, saya permisi dulu." Kata Aldi lalu pergi.
Alya terbangun dan melihat diruangan itu tidak ada orang kecuali dirinya.
"Apa mas Zidan tertidur di kamar mandi kok gak keluar-keluar sih," kata Alya sambil mengusap-ngusap matanya dan Alya terkejut saat melihat tubuhnya telanjang dengan banyak tanda merah.
"MAS ZIDAN!!!!!" teriak Alya. Sehingga membuat penghuni rumah kaget mendengar teriakan Alya.
"Ada apa dengan nona Alya?." Tanya para ART rumah Alya.
"Sana mbak Shita, kamu periksa." Kata pak kebun. Bi Shita pun menaiki tangga dan menuju ke kamar Alya.
Tok. Tok. Tok. (Suara pintu).
"Apa nona baik-baik saja?." Tanya bi Shita di luar kamar.
"Iya bi, saya baik-baik saja." Jawab Alya dari dalam. Alya ke kamar mandi dan setelah berpakaian rapi keluar kamar.
"Bi mana mas Zidan?." Tanya Alya pada bi Shita karena tidak melihat keberadaan Zidan di rumahnya.
"Tadi pagi ke kantor non." Jawab bi Shita. Lalu Alya pergi.
__ADS_1
"Ternyata pak Zidan adalah suaminya. Nona yang terbaik, aku sudah salah faham dengannya. Dan dia juga wanita yang mandiri setiap uang yang di kasi tuan selalu ditolaknya dan menyuruhku untuk menyimpannya karena masih punya uang, pasti karena balapan liar itu. Lalu aku apakan uang ini, apa aku akan kembalikan pada tuan nanti." Gumam bi Shita.