
Di rumah Alya
"Mama gak suka kamu main kabur begitu." Kata mama Anjani marah Alya hanya diam tidak membantah.
"Alya sana masuk ke kamar." Kata papa Frendi kepada Alya.
"Mama belum selesai bicara." Kata mama Anjani.
"Alya sana pergi, biar papa yang urus mama." Kata papa Frendi, lalu Alya pergi.
"Papa tu selalu manjain Alya, kalau dia salah selalu saja papa benarkan. Anak dan papanya sama saja." Kata mama Anjani ngambek.
"Sudah sudah ma, dengan marah-marah waktu tidak akan berputar kembali dan Alya tidak salah kok. Dia hanya membantu agar nama kampus kita tidak buruk di masyarakat." Kata Papa Frendi.
"Setidaknya Alya kan tidak main kabur-kaburan begitu pa, buat mama panik saja." Kata Mama Anjani.
"Mama yang salah kenapa tadi mama marahin Alya di depan Aldo dan Alfin di Rumah sakit?." Kata papa Frendi
"Mama memberi pelajaran kepada Alya agar dia tidak mengulanginya kesalahan lagi." Kata Mama Anjani.
"Bukan pelajaran namanya kalau marah-marah di tempat umum seperti itu. Itu memalukan, seharusnya jangan begitu kepada Alya. Papa tau Alya salah pergi dari rumah tanpa izin, jika Alya minta izin waktu itu apakah mama mau mengizinkannya?." Kata papa Frendi.
"Tidak, itu berbahaya buat Alya. Itukan bukan tugas Alya." Jawab mama Anjani.
"Itu yang Alya pikirkan mama dan papa tidak akan mengizinkannya pergi, demi menyelamatkan nama baik kampus dan masyarakat dari bandar narkoba Alya pergi tanpa izin kita. Dia sudah dewasa ma, dia juga bisa melakukan apapun yang dia mau, karena dari dulu kita sudah meninggalkan dia hidup mandiri. Kita sebagai orang tua harus mendukung apapun yang dia lakukan." Kata papa Frendi.
"Kita sebagai orang tua juga harus menghukumnya jika membuat kesalahan dan mengingatkannya ke jalan yang benar." Kata mama Anjani.
"Mama benar tapi menghukum di tempat umum itu bukan hukuman tapi mempermalukan Alya, apalagi di depan teman-teman Alya." Kata papa Frendi. Mama menunduk mengakui kesalahannya.
"Mama mau minta maaf kepada Alya pa." Kata mama Anjani menaiki tangga.
__ADS_1
"Mama tunggu." Kata papa Frendi membuat langkah mama Anjani berhenti.
"Ini sudah malam sebaiknya mama istirahat, Alya pasti sudah tidur. Besok saja minta maafnya ya." Kata papa Frendi.
"Mama juga berfikiran begitu pa, mama mau minta maaf besok saja, ini mama mau kekamar mama." Kata mama Anjani.
"Papa kira mau kekamar Alya." Kata papa Frendi tersenyum karena kamar papa dan mama bersebelahan dengan kamar Alya. sedangkan mama Anjani berhenti di depan kamar Alya.
"Hampir saja tadi." Kata Mama Anjani ikut tarsenyum.
"Kebiasaan deh ma, difikir dulu sebelum bertindak. Ayo tidur." Kata papa Frendi lalu mereka masuk kamar.
Di apartemen Alya Aldi bangun.
"Ah kenapa kepalaku pusing." Kata Aldi sambil memijat kepalanya pelan.
"Kamu sudah bangun." Kata Aldo.
"Sana bersihkan badanmu. Nanti setelah sarapan kita menemui Alya." Kata Alfin, Aldi pun ke kamar mandi.
"Ada apa pak??." Tanya Aldi saat sambungan telfon terhubung.
"Temui Aku di kafe biasa." Jawab Budi langsung memetikan telfonnya. Aldi terburu-buru keluar Apartemen dan di cegat oleh Aldo,
"Mau kemana kamu Aldi?." Tanya Aldo
"Ada urusan mendadak." Jawab Aldi sambil menuruni tangga dan menghampiri Alfin dan Aldo di meja makan.
"Apa kalian pergi tadi malam tanpa mengajakku?." Tanya Aldi
"Kamu tidur terlalu pulas, kami tidak tega membangunkanmu." Kata Alfin tersenyum. Aldi meminum susu dengan terburu-buru dan memakan roti tawar sambil berjalan.
__ADS_1
"Aku pergi dulu." Kata Aldi dengan mulut penuh dengan makanan. Aldo dan Alfin tertawa melihat tingkah laku Aldi.
"Ayo kita jenguk Alya." Kata Alfin bersemangat.
"Ayo." Kata Aldo setuju.
Di kafe ternama Aldi mencari keberadaan paman Budi. Ia menemukan paman Budi dengan seorang laki-laki di depan paman Budi lalu Aldi menghampirinya.
"Kamu mau Mila kami lukai seperti Alya! Iya." Kata Budi dengan marah
"Tidak." Jawab Aldi.
"Kenapa kamu tidak menjalankan tugasmu dengan baik hah!." Bentak Budi
"Tugas apa yang tidak aku jalankan dengan baik, paman Frendi saja mengatakan aku mengerjakan tugas dengan baik, iyakan paman." Kata Aldi, iya laki-laki di depan Budi adalah Frendi papanya Alya
"Hai itu bukan pamanmu tapi dia bosmu tau." Kata Budi. Frendi hanya mendengarkan percakapan itu
"Dia kan papa dari temanku Alya." Kata Aldi tak mau kalah.
"G*bl*k! Kenapa kamu lalai menjaga Alya sehingga dia terluka." Kata Budi mulai menjotos wajah Aldi hingga di ujung bibir Aldi mengeluarkan darah segar.
"Kan saya sudah menjaganya dengan aman mengantarkan kerumah Alya, apa perlu saya nginep juga dirumah Alya tidak sekalian tuan menikahkan aku dengan Alya agar aku setiap saat bahkan setiap detik bersama dengan Alya. Itu di luar tugas saya tuan karena Alya sudah bersama orang tuanya malam itu." Kata Aldi dengan meringis kesakitan. Budi mau meninjunya lagi kemudian Frendi menghalanginya.
"Biarkan saya yang bicara." Kata papa Frendi. Budi pun mundur.
"Silahkan duduk." Kata papa Frendi kepada Aldi, Aldi pun duduk.
"Aku tidak ingin kejadian ini terulang lagi, kalian mengerti.?" Kata papa Frendi tegas.
"Baik tuan maafkan saya." Kata Budi menundukkan kepala.
__ADS_1
"Saya tidak bisa lama-lama disini kelian pesan saja apa yang kalian mau, saya akan kembali kekantor." Kata papa Frendi lalu pergi.
"Seharusnya kamu lebih waspada pada Alya, wanita itu sangat cerdik." Kata Budi.