SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
5. PERTANDINGAN ALYA


__ADS_3

Hari menjelang sore. Alya sudah siap dengan baju balapnya.


"Ayo. Berangkat" kata Alya menuruni tangga.


"Ayo." Jawab Aldo sama Alfin bersamaan.


"Kalian mau kemana??" Tanya Aldi tak mengerti.


"Kamu mau ikut tidak?? Kita ke markas." Tanya Aldo pada Aldi.


"Iya, saya mau ikut." Jawab Aldi langsung berdiri


Alya spontan melempar kunci motornya ke arah Aldi dan Aldi berhasil menangkapnya tanpa persiapan.


"Kamu yang nyetir." Kata Alya.


Alya goncengan sama Aldi. Aldo goncengan sama Alfin.


Hati Aldi berdetak semakin kencang dan tak fokus untuk menyetir, dia mulai menyukai Alya karena rahasia Alya sedikit demi sedikit terungkap. Aldi melamun, dan bergumam dalam hatinya. " Dia orang yang baik hati dan juga cantik." Tiba-tiba ada kucing menyebrang motornya hampir oleng, beruntung Aldi menherem tepat waktu dan saat ingin melanjutkan perjalanan. Alya menepuk pundaknya.


"Berhenti." Kata Alya.


Alfin menghentikan motornya saat melihat motor Alya berhenti.


"Ada apa??" Tanya Aldo


Alya cuma menhancungkan jempolnya tandanya baik-baik saja. Dan menyuruh mereka (Alfin dan Aldo) berjalan di depan dengan isyarat tanganya. Alfin pun pergi meninggalkan Alya dan Aldi di pinggir jalan.


Alya turun dari motornya dan meminta Aldi utuk duduk di belakan. Aldi pun mematuhinya dan Alya melanjutkan perjalanannya. (Alya yang menyetir).


Ditengah perjalan Aldi masih melamun. Pikirannya mencari jawaban "Mengapa jantungnya berdetak semakin kencang?.. Apakah ini tanda-tanda serangan jantung!". Gumam Aldi dalam hatinya


Walau banyak wanita yang mengagumi dan mendekati Aldi, modus ingin menjadi kekasihnya Aldi. Tapi Aldi selama ini tidak pernah merasakan jatuh cinta karena ia cuma fokus belajar dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan Adik dan Ibunya. ini pertama kalinya ia merasakan detak jantung yang sangat kencang dan berkeringat dingin.


Saat Alya datang disambut oleh banyak penggemar. Alya pun berdiri dan melambaikan kedua tangannya dengan tetap mengendarai motor kemudian duduk kembali dan menghentikan motornya.


"Woi!. Kamu mau ikut Al balapan dengan duduk di belakang? Ayo turun." Sapa Aldo pada Aldi yang masih melamun dengan fikirannya.

__ADS_1


"Hah. Iya." Kata Aldi kaget dan langsung turun.


"Al!!. I Love u."


"Al!! Semangat."


dan banyak para penggemar Al yang saling bersautan


"Roni! Semangat sayang !!" Kata Jihan sambil mengepalkan tangannya memberikan semakat pada kekasihnya.


"Yafiq! Ayo kamu pasti bisa." Kata pendukung Yafiq.


Aba-aba di mulai.


"3... 2.. 1. Go!!" Aba-aba dari juri.


Ueweng.... ueweng.. ueweng... (suara motor saat dilepaskan oleh juri)


Yang menempati posisi pertama Al dan kedua Yafiq pembalap yang lain tertinggal di belakang.


Saat Al menolong anak kucing itu. Al melihat Yafiq berada di depannya, Al pun menambah kecepatannya. Saat hampir finis.


Semua orang tegang ia melihat Yafiq di urutan pertama dan di ikuti Al urutan kedua. Tiba-tiba Yafiq terjatuh, karena jarak yang begitu dekat dengan kecepatan tinggi Al tidak sempat mengerem kemudian Al mengangkat motornya melangkai Yafiq yang terjatuh dan mencapai finis di susul Roni dan pembalap lain di belakang.


"Wow!! Kata semua penonton saat melihat aksi Alya. Dan membuat para penggemar wanita Alya berteriak


"I LOVE YOU AL, kau memang jagoanku."


"Al yang terbaik!!."


Yafiq tak sadarkan diri, dan Tarra sepupu Yafiq membawanya ke klinik terdekat.


"Hadiah pertama.. untuk Al!!" kata juri memberi beberapa uang kepada Alya dengan sigap Alfin mengambilnya.


Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang memeluk Alya ia adalah penggemarnya Alya. Tanpa sepengetahuan dari Aldi, Aldo dan Alfin mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Alfin dan Aldo di serbu beberapa penggemarnya, sedangkan Aldi pergi toilet umum. Alya berdiri di samping motornya. laki-laki itu merasa heran dengan pelukannya kepada Alya. Namun ia tak menghiraukannya dan mengambil foto dari belakang Alya dengan posisi memeluk Alya. Alya hanya mematung dengan pelukan laki-laki itu karena detak jantungnya semakin cepat, Laki-laki itu bernama Zidan.


"Selamat bro!" kata Zidan memberi selamat kepada Alya atas kemenangannya dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Zidan menjulurkan tangannya dan Alya membalasnya.


"Perkenalakan nama saya Zidan. Saya penggemar beratmu. Boleh saya minta tanda tanganmu di baju saya?." Kata Zidan. Alya hanya menganggukkan kepalanya.


"Di sini!." Kata Zidan menunju ke dada sebelah kirinya. Alya pun mendatanginya. Alya pergi meninggalkan Zidan dengan melambaikan tangan dan menghampiri Alfin dan Aldo.


"Sampai jumpa lagi." Kata Zidan.


"Al!!. Ayo pergi??" Tiba-tiba Aldi sudah ada di depannya.


"Aku melihat polisi sedang patroli di dekat sini." Sambung Aldi.


Mereka pergi. Lain dengan Zidan. Ia memperhatikan Alya pergi besama gengnya dan mematung. "Apa dia seorang wanita??" Gumam Zidan dalam hatinya. Jihan datang mengagetkannya.


"Woi! Sebenernya kamu ini pendukungnya siapa sih?. Main peluk-peluk lawan. Kamu kira kakak gak tau kamu memeluk Al tadi." Kata Jihan


"Emang aku harus mendukung siapa??." Tanya Zidan.


"Ya Roni lah. Siapa lagi." Jihan


"Karena itu tunangannya kakak gitu!!. Aku gak mau. Terserah aku mau dukung siapa itu kan hakku." Kata Zidan.


"Oh.. jadi berani nih sama kakak." Kata Jihan dengan menaruk kedua tangannya di pinggang.


"Cih alah.. kakak ini, ayo pulang." Kata Zidan santai


"Gak mau. Aku mau pulang sama Roni. Sana pulang sendiri aku bisa jaga diri. Dada." Kata Jihan melambaikan tangan pada Zidan.


Zidan mengikutinya dan saat bersama Roni.


"Mas. Jaga kak Jihan. Aku mau ke kantor, awas kalau terjadi apa-apa aku akan menghajarmu!." Kata Zidan tak suka sama Roni.


"Ealah. Adik ipar tenang aja dia kan kekasihku. jadi tugasku untuk menjaganya." Kata Roni sambil tersenyum.


"Aku pegang perkataanmu! Dan ingat jangan panggil aku adek ipar. Aku tidak menyukainya"kata Zidan menatap tajam kepada Roni lalu pergi.


"Hati-hati di jalan adik ipar!!." Teriak Roni pada Zidan karena Zidan sudah menjauh.

__ADS_1


__ADS_2