
Di sebuah kafe geng "AL" nongkrong dan memesan makanan sambil menunggu mereka berbicang-bincang.
"Gimana tadi kondisi Yafiq??." Tanya Alya
"Saya melihat dia di bawa ke klinik B Karena sempat tidak sadar." Jawab Alfin.
"Nanti kita lihat kondisinya gimana??." Kata Aldo.
"Baik." Kata Aldi sama Alfin. Alya hanya mengangguk.
Setelah makanan datang mereka langsung memakakannya.
"Alya, boleh saya nambah lagi?" Tanya Alfin.
"Kamu masih lapar atau doyan?" Tanya balik Alya.
"Hmm, masih lapar." Kata Alfin berbohong. Padahal sudah kenyang karena makanan kesukaannya jadi dia ingin namabah.
"Kamu tidak berbohong kan?" Tanya Alya tak percaya.
Alfin langsung bersendawa dan membuat Aldi sama Aldo melihatnya kemudian mereka tertawa bersama, Alya hanya tersenyum.
"Ingat jangan berlebihan memesan makanan nanti siapa yang akan menghabiskannya jika perutmu tidak bisa menampungnya. Walau pun itu adalah makanan kesukaanmu." Kata Alya pada Alfin.
"Satu saja. Boleh ya?." Kata Alfin memelas pada Alya.
"Apakah kalian mau juga?." Tanya Alya pada Aldi dan Aldo.
"Iya." Jawab Aldi dan Aldo bersamaan.
"Baiklah. Pesannkan 1 porsi untuk bertiga." Kata Alya
"Terimakasih bos." Jawab Alfin, Aldo dan Aldi bersamaan.
Mereka memesan lagi, dan memakannya. Alya hanya memaikan hpnya. Setelah selesai makan.
"Oh iya bentar lagi kita magang di kantor Z." Kata Aldi.
"Kamu urus itu, dan kabari ke kita kapan tepatnya." Kata Alya.
"Siap bos!." Jawab Aldi.
Alfin membayar tagihannya saat di parkiran.
"Kamu sekarang yang menyetir." Kata Alya sambil memberikan kunci motornya pada Aldi.
"Tapi ingat. Jangan melamun saat berkendara itu membahayakan bagi keselamatanmu dan orang lain." Sambung Alya. Aldi mengangguk dan menaiki motornya.
"Kita mau kemana??." Tanya Alfin.
__ADS_1
"Ke klinik B." Kata Alya
"Baik tuan putri." Kata Alfin mulai menggoda Alya.
"Sudah aku katakan jangan panggil aku seperti itu." Kata Alya menatap tajam Alfin dengan tajam.
Di klinik mereka menuju ke kamar Yariq yang sudah di kasi tau suster. Alya menunjukkan wajahnya ke pada Yafiq, tapi Yafiq tak mengenalnya.
"Geng Al." Kata Yafiq tersenyum meremehkan.
"Apakah kalian mau menertawakan ku dan merayakan kemenangan Al." Sambung Yafiq.
"Gimana keadaamu?" Tanya Alya
"Siapa kamu?? Mana orang bisu itu!.?" Yafiq
"Jika keadaanmu baik-baik saja kami pergi. Semoga cepat sembuh ya." Kata Alya tersenyum
"Bermain dengan jujur, dan kamu akan melihat seberapa kemampuanmu. Aku menunggumu dipertandingan selanjutnya." Sambung Alya.
Flashback on
Disaat Alya sama Aldi berhenti dijalan dan diganti Alya yang menyetir. Alya melihat Yafiq berbincang-bincang dengan oranglain seperti merencanakan sesuatu. Alya pun menghentikan motornya.
"Ada apa?." Tanya Aldi
"Saya lupa membeli Air minum. Kamu bisa belikan saya air minum?" Kata Alya
Alya sadar kalau itu bukan Aldo atau Alfin jadi tidak mudah untuk mebohongi Aldi. Alya pun mencari Alasan lain.
"Entak kenapa saya ingin es degan di ujung sana." Kata Alya menuju arah yang berlawanan.
"Kamu bisa membelikan saya es degan itukan?" Kata Alya dengan senyum yang lebar.
"Bagaimana nanti kalau kamu meninggalkan ku?." Aldi
"Gini saja aku tunggu disini kamu bawa motornya. Gimana??." Tanya Alya.
"Baiklah. Tapi aku minta nomermu dulu takut kamunya hilang." Kata Aldi setuju
Alya turun dan Aldi memberikan Hpnya pada Alya. Alya mengetik nomer hpnya ke dalam hpnya Aldi setelah tersimpan Alya memberikan hp kepada pemiliknya.
"Benar, ini nomermu?" Tanya Aldi tak percaya.
"Coba saja telfon." Jawab Alya
Kemudian Aldi menelfon nomer itu dan hpnya Alya berbunyi.
"Benar. Itu nomerku simpan ya." Kata Aldi lalu pergi.
__ADS_1
Alya bersembunyi di semak-semak ingin mendengar percakapan Yafiq dengan seseorang.
"Selama ini dia berada di depan, lakukan tugas ini dengan baik. Kamu tabur paku ini di dekat finis saat para pembalap yang lain sudah menghilang. Ingat tanpa pengetahuan siapa pun." Kata Yafiq pada orang tersebut.
"Siap bos, Aku jagonya. Jika ada sesuatu di tengah jalan, bos harus menghindarinya" Kata orang suruhan Yafiq lalu pergi.
Alya tersenyum mendengar rencana Yafiq. Dan yang di ingat di kepalannya
"Jika ada sesuatu di tengah jalan aku harus berhenti untuk menyingkirkannya di hadapanku" gumamnya dalam hati.
Saat pertandingan Yafiq lupa dari pesan pesuruhnya, ia melihat bendera finis sudah di depan mata dan ia semakin mempercepat kendaraannya dan Yafiq terjatuh karena ban motornya kempes tiba-tiba akiban menabrak paku yang ia sediakan olehnya karena kecepatan tinggi bannya jadi tidak seimbang dan rencananya gagal total. Bukan Alya yang terjatuh malah dirinya.
Flashback off
"Jadi kamulah orang bisu itu??." Alya hanya tersenyum. "Aku dikalahkan oleh seorang perempuan. Ini tidak mungkin!." Kata Yafiq mengancak rambutnya karena frustasi.
Alya berpaling dan berjalan menuju pintu keluar. Tapi langkahnya di hentikan oleh suara Yafiq.
"Apakah kamu tidak mau mendengarkan alasanku kenapa melakukan semua itu??" Kata Yafiq, saat Alya dan gengnya ingin pergi.
Alya berhenti dan berbalik
"Tetap saja kamu melakukan hal yang curang, dan kamu mendapatkan imbasnya." Kata Alya
"Tolong maafkan aku Al." Kata Yafiq menyesali perbuatannya.
Alya berjalan mendekati Yafiq dan duduk di bangku sebelah Yafiq.
"Aku sudah memaafkanmu sebelum kau memintanya, jika tidak aku maafkan mana mungkin aku akan melihat keadaanmu." Kata Alya
"Tapi, aku punya satu permintaan. Jangan pernah kamu bilang kesiapa pun kalau aku adalah seorang perempuan." Sambung Alya
"Baik." Jawab Yafiq
"Apa alasanmu melakukan hal curang seperti itu?." Tanya Alya.
"Aku terlilit hutang dan Istriku wanita berkarir, penghasilanku tidak cukup untuk membayar hutang. saat aku mau pinjam uang kepada istriku untuk melunasi hutangku dia memberiku uang itu dengan syarat aku yang harus mengurusi rumah, memasak dan sebagainya sampai uang itu berhasil aku kembalikan kepadanya, ini sebuah penghinaan bagiku. Dulu saat pertamakali kita menikah dia mengurus semua keperluanku dan setiap aku pulang kerja dia menyiapkan air untukku mandi. Semua berubah setelah dia mendapatkan panggilan kerja di sebuah bank. Rumah jadi terbengkalai aku terpaksa menyewa seorang pembantu dan pulang kerja kita tidak ada waktu bersama. Aku banting tulang hanya untuknya tapi dia semakin jauh dariku walau kita tinggal bersama." Kata Yafiq sedih dengan mata yang berkaca-kaca.
"Aku hanya seorang OB di sebuah kantor dan gaji istriku lebih besar dariku. Aku bekerja seharin mencari uang yang banyak dan mengembalikan semua uang yang aku pinjam dari istriku dengan mencicilnya, belum lagi harus membayar pembantu yang aku sewa. pagi aku bekerja di kantor sebagai OB, malam aku kepasar menjaga parkir dan aku tergiur dengan hadiah yang didapatkan juara pertama pertandingan itu. Saat itulah aku ingin memenangkan pertandingan dan meminjam sepeda motor milik sepupuku Tarra, bukan untung yang aku dapatkan malah buntung." Sambung Yafiq
Alya mengelus pundak Yafiq dan memberikan Amplop yang berisi uang.
"Sesuatu yang curang pasti akan merugikan kita. Jika istrimu bekerja, kamu harus menerimanya kalau iya tidak bisa mengurus rumah, dan kebutuhan istri itu adalah tugas suami. Kamu datang kesebuah PT P bilang kalau kamu adalah suruhan Alya disana kamu akan mendapatkan pekerjaan yang gajinya lebih besar dari gajimu sekarang. Ingat jangan pernah berbuat curang lagi dalam situasi sesulit apapun kamu harus jujur. Walau itu harus mengorbankan nyawamu, kamu akan mati dengan terhormat karena kejujuranmu, dan ini uang (Alya memberikan uang kepada Yafiq) berikan pada istrimu dan bilang mulai sekarang biar suamimu ini yang bekerja dan kamu mengurus rumah dan anak-anak nanti. Tugas seorang istri melayani suaminya, bukan bekerja. Jika istrimu tidak mampu mengurus rumah sewa beberapa pembantu untuk membantu istrimu. Gunakan uang ini sebaik mungkin." Kata Alya berdiri
"Terimakasih banyak. Alya aku akan mengganti semua uangmu suatu saat nanti." Kata Yafiq mencium tangan Alya karena merasa sangat bahagia.
Spontan Alfin dan Aldo melepasnya.
"Kamu tidak usah memikirkan bagaimana harus mengembalikan uang itu, yang kamu lakukan bekerjalah dengan sebaik mungkin." Kata Alya pergi diikuti Aldo, Aldi dan Alfin.
__ADS_1
Bersambung . . .
Jangan lupa tinggalkan jejak. 😍😘😗