SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
36. ALYA MENURUT


__ADS_3

Alya mengangkat kepalanya saat suara kaki mendekat ke arahnya.


"Jika kamu mengulangi kesalahan lagi maka kamu akan menerima hukuman lebih berat dari ini." Kata Zidan yang tiba-tiba muncul dari kamar Alya dan pergi ke kantor.


"Emangnya siapa dia ngatur-ngatur," kata Alya lalu masuk ke dalam dan tidur tanpa sarapan karena begadang semalaman membuatnya tidak bisa menahan ngantuknya.


Alya bangun karena perutnya lapar.


"Bi Shita!." Panggil Alya.


"Iya non." Jawab bi Shita saat di hadapan Alya.


"Siapkan makanan aku lapar." Kata Alya


"Tapi non, den Zidan bilang akan pulang dan makan bersama nona." Kata bi Shita.


"Bibi siapkan saja, biar aku yang akan memberitahu Zidan." Kata Alya kemudia bi Shita pergi memasak. Alya mengambil hpnya lalu mengirim pesan pada Zidan.


"Zid, kamu pulang jam berapa??


Cacing di perutku sudah pada demo nih."


Pesan Alya.

__ADS_1


Zidan cuma membacanya kemudian pulang.


"Sil, kamu batalkan kegiataku hari ini." Kata Zidan sebelum pergi


"Baik pak." Kata Silfi. "Gak ada Alya di kantor tapi pak Zidan sering pulang awal." Gumam Silfi sambil memajukan bibirnya.


Di rumah Alya.


"Kok cuma di baca tapi tidak di balas." Kata Alya kesal karena pesannya tidak di balas, kemudian Alya membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Setelah mandi, Alya memainkan hpnya di tempat tidur dengan posisi duduk dan memangku bantal di pangkuannya sambil menunggu panggilan bi Shita.


Tok, tok, tok. (Suara pintu kamar Alya).


"Non, makanannya sudah siap." Kata bi Shita di luar kamar Alya.


Tidak lama kemudian Alya turun dan terkejut saat melihat Zidah sudah duduk di meja makan.


"Kapan pulang? Kok pesan saya gak di balas?." Tanya Alya.


"Sudah, ayo makan katanya cacing di perutmu pada demo." Jawab Zidan tanpa melihat ke arah Alya sambil memakan hidangan yang bi Shita siapkan. Alya pun ikut makan bersama Zidan.


Setelah makan Zidan nonton tv, Alya mempelajari materi yang di kasi oleh Aldi sebagai bahan sidang skripsinya nanti.

__ADS_1


"Besok kamu sidang ya?." Tanya Zidan.


"Sudah tau nanya." Jawab Alya. Zidan tersenyum dan menghampiri Alya lalu memeluknya dari belakang.


"Apa perlu aku antar sayang?." Tanya Zidan berbisik di telinga Alya.


"Apa kamu sibuk?." Tanya balik Alya.


"Tidak terlalu sibuk, tapi buat kamu akan kuluangkan waktuku sesibuk apa pun aku." Jawab Zidan yang tidak melepaskan pelukannya.


"Ya sudah, antar aku besok. Pulangnya aku sama Alfin." Kata Alya.


"Aku siap jemput kamu, kok pulang sama Alfin sih." Protes Zidan.


"Karena aku tau kalau kamu sibuk." Kata Alya.


"Tapi aku tidak suka kamu sama laki-laki lain. walau itu adikku.." Kata Zidan sambil mencium kepala Alya.


"Jadi Alfin adikmu bos??.." Tanya Alya.


"Iya, adik sepupu. Ayo tidur biar besok tidak kesiangan." Jawab Zidan lalu menarik tangan Alya menuju ke kamar Alya.


"eh, eh. tunggu sebentar" kata Alya menghentikan langkannya.. "Malam ini kamu tidur di kamar tamu." Sambung Alya.

__ADS_1


"Iya, ayo aku antar ke kamar kamu." kata Zidan.


"Selamat malam sayang.. semoga mimpi indah" kata Zidan saat Alya dan Zidan sampai di depan kamar Alya lalu Zidan pergi ke kamar tamu dan Alya menutup pintu kamarnya.


__ADS_2