SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
49. ULANG TAHUN ALYA KE 25 (TAMAT)


__ADS_3

Di Apartemen Alya kini geng Al tak pernah menginap karena memiliki keluarga masing-masing.


"Mas gak mau kejadin ini terulang kembali." Kata Zidan masih khawatir.


"Adek bisa jaga diri kok mas, siapa juga yang ingin kejadian ini terulang kembali. Kejadian yang memakan korban dengan tiba-tiba." Kata Alya.


"Ayo makan." Kata Zidan yang sudah duduk di meja makan bersama Alya. Karena luka di tangan Zidan masih baru, Alya menyuapi Zidan.


"Biar adek yang suapin." Kata Alya lalu menyuapi Zidan.


"Adek juga makan." Kata Zidan yang masih mengunyah makanannya.


Mereka makan 1 piring berdua kembali dan menjadi sebuah kebiasaan.


"Mas adek mau lahiran di apartemen ini ya." Pinta Alya manja.


"Iya dah. Biar dokternya nanti mas panggil kesini." Kata Zidan tersenyum. "Hadiah apa yang adek mau saat ulang tahun?." Tanya Zidan.


"Mas selalu ada disamping adek selamanya,


dan adek tak perlu hadiah apa-apa lagi. Kehadiran junior ditengah-tengah kita adalah hadiah terindah yang Alloh berikan." Kata Alya tersenyum dan Zidan mencium kening Alya.


6 bulan kemudian di hari ulang tahun Alya.


Semua orang hadir tanpa Alya ketahui karena Zidan mengajaknya jalan-jalan. Dan saat apartemen Alya siap dengan kejutan Zidan membawa Alya pulang. Alya terkejut melihat semua orang memenuhi apartemennya dan tiba-tiba Alya sakit perut.


"Fin, tolong panggil dokter." Kata mami Dinda panik.


Alya menaiki tangga menuju kamarnya di bantu Zidan di sampingnya. Tak lama kemudian Dokter Rika datang. Zidan selalu di samping Alya. Semua orang gelisah Jam 14:30 bayi Alya dan Zidan lahir.


"Selamat putra kalian sudah lahir, dia tampan seperti ayahnya." Kata dokter Rika lalu membersihkan bayi Alya dan Zidan.


"Terimakasih sayang." Kata Zidan menghujani Alya dengan ciuman lalu ciuman berakhir di punggun tangan Alya.


Setelah dokter Rika selesai membersihkan bayi Alya dan Zidan, kemudian menyerahkan bayi Alya dan Zidan kepada Zidan untuk di adzankan. Zidan mengambil bayinya lalu menggendongnya dan mendekatkan mulutnya di telinga kanan si bayi.


"Alloohu akbar, alloohu akbar.


Alloohuakbar, alloohuakbar.


Asy-haduallaailaaha illallooh.


Asy-haduallaailaaha illallooh.

__ADS_1


Asy-hadu anna muhammadar risuululooh.


Asy-hadu anna muhammadar risuululooh.


Hayya'alash sholaah.


Hayya'alash sholaah.


Hayya'alal falaah.


Hayya'alal falaaah.


Alloohu akbar, alloohu akbar..


Laailaaha illallooh.


" Ucap Zidan di taliga kanan si bayi. Alya menangis terharu.


Kemudian Zidan mendekatkan mulutnya di telinga kiri si bayi.


"Alloohu akbar, alloohu akbar.


Asy-haduallaailaaha illallooh.


Asy-hadu anna muhammadar risuululooh.


Hayya'alash sholaah.


Hayya'alal falaaah.


Alloohu akbar, alloohu akbar.


Laailaaha illallooh.


" ucap Zidan di telinga kiri si bayi. Lalu Zidan mencium kening si bayi.


"Semoga jadi anak yang Sholeh ya sayang." Kata Zidan sambil berkaca-kaca.


Semua orang gembira mendengar tangisan dari bayi Alya.


"Selamat ya Al." Kata Alfin.


"Terimakasih." Jawab Alya.

__ADS_1


"Selamat ya Bos, atas kelahiran junior." Kata Aldi pada Zidan dan Alya bergantian.


"Kebahagianku lengkap sudah,, Selamat ulang tahun Alya." Kata Aldo memberi sebuah bunga pada Alya, Zidan yang melihatnya menatap Aldo dengan tatapan membunuh.


"Tenang bos, saya ingin memberikan undangan untuk pernikahan saya dan Aleksa." Kata Aldo yang mengerti dengan tatapan Zidan dan memberikan undangan pada Zidan, Zidan mengambilnya.


"Selamat juga buat kamu Do." Kata Alya. "Jaga Aldo, Sa.. jangan biarkan dia patah hati untuk yang kedua kalinya.." kata Alya pada Aleksa.


"Iya, siap." Jawab Aleksa sambil memberi hormat pada Alya lalu tersenyum..


"Bukannya Aldo sudah patah hati 2 kali Al. Aldo menyukaimu Al saat kau dengan Zidan menikah Aldo merasa terpukul, dan tersenyum terpaksa. Seperti ini.." kata Alfin meniru Aldo yang tersenyum terpaksa waktu itu. Semua orang tertawa.


"Ya itu karena sebuah perjajian denganmu makanya aku terpakasa tersenyum." Kata Aldo memukul dengan bercanda pada Alfin.. "Tapi aku ikhlas kok karena kamu mendapatkan laki-laki yang baik, dan Aku bersama Aleksa." Kata Aldo tersenyum pada Aleksa dan Aleksa membalasnya dengan senyuman juga.


Dan mereka bercanda sampai tak terasa malam pun tiba dan pamitan pulang kerumah mereka masing-masing pada Zidan dan Alya.


***


Setengah bulan kemudia di apartemen Alya akan diadakan acara pemberian nama. Teman-teman Zidan juga ikut bahagia mendengarkan Zidan menjadi seorang ayah. Mama Anjani dan papa Frendi juga mengundang teman-temannya begitu juga dengan mami Anjani, mengundang para kerabat dan teman-teman dari mendiang suaminya.


Papa Frendi menggendong bayi Alya dan Zidan mewakili Zidan lalu mengangkatnya ke atas sampai melebihi kepalanya.


"Kami akan memberi nama bayi ini ALVARO." Ucap papa Frendi lalu para undangan makan daging yang di aqiqohkan untuk Alvaro.


Jam 23:00 banyak para tamu yang pulang.


"Kami pulang dulu ya nak." Kata Mami Dinda.


"Hati-hati mami." Kata Alya lalu mencium punggung tangan mami Dinda di ikuti Zidan.


"Nak Zidan papa titip Alya ya." Kata papa Frendi ikut pamitan diikuti mama Anjani.


"Iya, papa." Jawab Zidan lalu mencium punggung tangan papa Frendi dan mama Anjani bergantian diikuti Alya.


"Hati-hati di jalan." Kata Alya setengah berteriak sambil melambaikan tangannya.


Setelah semuanya pulang Alya menaiki tangga menuju kamar, Alya menyusui Alvaro dan Zidan disamping Alya.


"Kamu adalah sang juara hati.." ucap Zidan tepat di telinga Alya lalu mencium kepala Alya lembut. "Dari sekian banyak wanita yang berlomba-lomba ingin memenangkan hatiku namun kamulah juaranya. Alya I Love you." Sambung Zidan lalu tidur di samping Alya sambil memeluknya dari belakang.


πŸ’‹Mereka pun hidup bahagia. πŸ’‹


TAMAT

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa ✌(Vote),πŸ‘(Like), dan πŸ– (Komentarnya).


__ADS_2