
"Alfin, kami pulang dulu ya." Kata Zidan.
"Ayo gue antar." Kata Alfin
"Kami bawa motor sendiri." Kata Zidan.
"Siapa juga yang mau mengantar lo pulang, gue cuma mengantar lo kedepan." Kata Alfin lalu Zidan dan Alfin menyusul Alya yang sudah berjalan terlebih dahulu. Pas di pinggir jalan ada yang memperhatikan Alya dari jauh mereka adalah Amir dan teman-temannya.
"Lo lihat wanita itu" kata Amir menunjuk ke arah Alya. "Dia adalah wanita yang memukul gue waktu itu dan membuat pemasukan gue berkurang karena pedagang itu di pindah oleh wanita itu." Sambung Amir. Semua teman-teman Amir tertawa.
"Kamu di kalahkan seorang perempuan, cemen lo Mir." Kata Rendi.
"Kalau lo gak percaya ayo buktikan." Tantang Amir.
"Ayo. siapa takut" kata Rendi setuju. "Aku dan Badri di depan kalian bisa ikut di belakang, oke." Sambung Rendi.
"Beres." Jawab mereka kompak.
Badri, Rendi, Amir, Nakul, Doni, Aris, Luki, Asim, dan Noval bisa di singkat (BRANDALAN) beraksi Amir ingin membalas pukulan Alya dengan mengkroyoknya.
Rendi meluncurkan serangannya dengan memegang b*k**g Alya, tapi Alya menariknya sehingga Rendi jatuh dari atas motornya semua orang melihatnya termasuk Zidan dan Alfin. Ketika Zidan ingin menolong Alya, Alfin menghentikannya.
"Kita lihat saja dulu." Kata Alfin.
Semua orang di kampung Prem takut pada Brandalan itu, semua orang berkumpul saat Brandalan itu berkumpul ingin mengroyok Alya, orang- orang ingin menghentikan brandalan itu tapi takut. Karena krumunan orang membuat Aldi, Aldo, Man, Prem dan keluarganya keluar melihat Alya di kelilingi brandalan, Alya cuma tersenyum.
"Jangan ada yang ikut campur ini masalahku dengan wanita ini kalau kalian tidak mau cari mati." Kata Rendi sinis menunjuk Alya dan menahan sakit di p*nt*tnya.
Semua orang diam tidak ada yang beranani melawan, pasalnya Rendi si ketua brandalan itu sering keluar masuk penjara.
"Masalahku dengan Amir." Kata Alya santai
"Kamu menarik tanganku tadi." Kata Rendi.
"Tidak, tanganmu yang menyentuhku dan tangan itu nyangkut kan. Kenapa kamu menyalahkanku." Kata Alya tersenyum.
"Dasar wanita gila." Kata Rendi ingin menampar Alya dengan cepat Alya menangkis tangannya dan menampar keras Rendi hingga mengeluarkan darah segar di ujung bibir Rendi.
"Wanita itu berani sekali tidak tau apa itu brandalan kampung." Kata seseorang warga
"Serang dia!." Teriak Rendi.
Dan Brandalan itu pun menyerang Alya ramai-ramai membuat Aldi dan Zidan ingin menolong Alya tapi di cegat oleh Alfin dan Aldo.
"Sudah kalian lihat saja, Alya tidak suka kalau ada yang ikut campur . Jika dia butuh bantuan kita bantu." Kata Alfin.
"Lo tidak lihat Fin dia di kroyok seperti itu." Kata Zidan.
"Gimana kalau terjadi pada Alya, juga menimpa Mila." Kata Aldi khawatir.
"Apa kalian mau melihat Alya marah! Hah! Dulu kami aja pas di marahi Alya tidak bisa tenang dia selalu ada di depan kami tapi kami tidak bisa bicara ataupun menampakkan wajah kami, itu menyakitkan." Kata Aldo.
Setiap serangan dari Brandalan itu Alya menangkisnya dan memukul kelemahan mereka satu persatu 6 di antaranya sudah babak belur oleh pukulan Alya. Badri membawa senjata tajam dan dia ingin menikam Alda dari belakang saat Alya memukul Rendi, namun Alya melikat bayangan Badri dan menghindar dari serangan itu tapi lengan Alya tergores Alya merasa lemas karena bekerja keras melukul Brandalan itu. " Jika Aku menyerah sekarang bagaimana kehormatan wanita bisa di pertahankan." Gumam Alya dalam hati dan memaksakan berdiri. Badri menyerang Alya dengan pisaunya Alya melintir pergelangan tangan Badri dan melepaskan pisaunya dan pisau itu beralih ke tangan Alya. Rendi dan Doni menyerang Alya, karena Alya kehabisan tenaga dia memilih menghindari serangan itu dari pada menyeranganya dan membuat keduanya saling memukul tanpa sengaja oleh ulah Alya mereka berdua menyerah karena babak belur oleh pukulannya sendiri. Badri juga berhasil Alya lumpuhkan. Alya mendekati Badri dengan pisau di tangannya dengan aba-aba ingin mengoyak tubuh Badri.
__ADS_1
"Alya!!! Jangan." Teriak Zidan karena Zidan tidak ingin melihat istrinya menjadi pembunuh. Namun Alya tidak menghiraukannya, Alya merobek baju Badri dan membalutnya di lengan Alya agar darahnya barhenti dan membuang pisau itu lalu menyeret brandalan itu satu persatu sehingga tidur berbaris. Semua orang menyaksikannya.
"Aldi!" Teriak Alya. Aldi menghampirinya
"Iya bos." Kata Aldi.
"Jangan biarkan barita ini sampai di dengar oleh Mama dan Papa. Kamu mengerti." Kata Alya.
"Tapi bos tugas saya..." ucapan Aldi di potong Alya.
"Apa kamu mau Mila mengalami apa yang Aku alami?" Tanya Alya.
"Ti..tidak bos." Jawab Aldi terbata-bata.
"Maka rahasiakan hal ini." Kata Alya
"Baik bos." Kata Aldi.
"Sini mendekat." Kata Alya menggoyangkan jari telunjuknya Aldi pun mendekat.
"Belikan baju yang pas buat mereka semua." Bisik Alya sehingga orang-orang nyaris tidak mendengar apa yang Alya dan Aldi bicarakan, Aldi pun menganggu lalu pergi.
Alya mengambil selang dan menghidupkan krannya lalu menyiramkannya pada brandalan itu satu persatu semua brandalan itu basa kuyup dan Alya mengarahkan air itu pada Rendi.
"Kamu.. yang punya masalah denganku." Kata Alya tegas. " Siapa yang salah tadi?." Tanya Alya.
"A...aku." jawab Rendi gagap.
"Apa kesalahanmu?" Tanya Alya tersenyum meremehkan.
"Apa benar aku yang menakrikmu?." Tanya Alya dengan mata tajam dan tetap menyiramkan air pada tubuh Rendi.
"T...tidak." jawab Rendi cepat dengan gagap menahan perih diwajahnya akibat pukulan Alya yang kemudian disiram air. "Tanganku yang nyangkut." Sambung Rendi.
"Lalu apa yang kamu lakukan??." Tanya Alya.
"Menyalahkanmu." Jawab Rendi.
"Seharusnya apa yang kamu lakukan?." Tanya Alya serius
"Meminta maaf." Jawab Rendi.
"Maka lakukanlah." Kata Alya. Rendi duduk dan menghampiri Alya lalu meminta maaf. "Jangan ulangi lagi." Bisik Alya. Rendi pun menganngguk.
"Aldi." Panggil Alya dan Aldi pun menghampirinya dengan baju-baju yang di belinya. "Berikan satu pada Rendi." Kata Alya, Aldi pun memberinya
"Sudah ku katakan aku tidak punya masalah denganmu tapi dengan Amir." Kata Alya pada Rendi dan menyiram tubuh Amir, sedangkan Rendi mengganti bajunya di toilet umum.
"Apa masalahmu denganku belum kelar??." Tanya Alya.
"Maaf." Spotan Amir berdiri dan menghampiri Alya meminta maaf.
"Apakan kamu serius?." Tanya Alya.
__ADS_1
"Iya mbak aku serius." Jawab Amir takut.
"Apakah kamu bisa menjamin kalau aku melihatmu lagi tidak akan seperti ini?" Tanya Alya.
"Maksudnya mbak?." Tanya balik Amir karena tidak mengerti.
"Jangan buat aku memukulmu lagi. Karena aku tidak menyukainya, aku sudah 2 kali memukulmu tentu ada alasannya. Apakah kamu tidak akan mengulangi alasan itu kembali saat kita bertemu lagi?." Jelas Alya.
"Iya, pasti. Aku sudah jerah." Kata Amir.
"Aldi, berikan padanya." Kata Alya pada Aldi lalu Aldi pun memberi Amir baju. Alya beralih ke 7 brandalan yang masih berbaring dan menyiramnya secara bergantian.
"Apa masalah kalian denganku,kenapa main kroyok? Apakah kalian mau jadi jagoan penakut?." Tanya Alya.
"Kami bukan penakut!" Jawab Badri dengan nada tingginya dan berdiri lalu berjalan sempoyongan mendekati Alya. Dengan sekali dorong Badri berbaring kembali.
"Oh iya, lalu jagoan apa kalian? Bukankah selama ini kalian selalu menakut-nakuti warga kampung di sini apa namanya kalau bukan jagoan penakut?." Tanya Alya.
"Kami jagoan setia kawan jika ada kawan kami yang punya masalah pasti kami bantu." Jawab Badri. Alya tersenyum meremehkan.
"Oh setia kawan ya rupanyan.. kalian semua dengar pengakuan dari Rendi tadi??. Dia melecehkan seorang perempuan dan kalian membantunya. Bagaiman jika perempuan itu adalah adikmu yang di lecehkan apakah kalian tetap membatunya. Inikah yang diajarkan setia kawan.. iya." Kata Alya. Badri bungkam.
"Yang di maksud setia kawan itu jika kawan kalian dalam kesulitan baru kalian bantu. Apa kalian mau perempuan kalian di lecehkan?." Tanya Alya.
"Tidak." Jawab Nakul, Doni, Aris, luki, Asim dan Noval bersamaan.
"Maka dari itu jangan jadi jagoan penakut jadilah jagoan penyelamat. Menyelamatkan harga diri wanita, dan jika ada kemungkaran jangan di biarkan apa kalian mau?." Tanya Alya.
"Baik." Jawab mereka serempak, mereka berdiri dan meminta maaf pada Alya kecuali Badri.
"Aldi, berikan pakaian itu pada mereka." Kata Alya pada Aldi, Aldi pun memberikannya.
"Badri bagaimana denganmu? Apakah kamu masih mau saya mandikan." Tanya Alya yang menyiram Badri. Badri duduk dengan kepala menunduk Alya mematikan krannya dan menghampiri Badri.
"Aku tidak suka melihat orang babak belur, aku priatin melihatmu seperti ini Badri. Apa kamu punya masalah denganku? Ayo selesaikan sekarang." Kata Alya sambil jongkok menyamakan tubuhnya dengan Badri yang duduk menunduk.
"Aku malu." Kata Badri sedih, Alya tersenyum.
"Jika kamu membuat kesalahan kenapa harus malu untuk meminta maaf, apakah kamu tidak malu membuat kesalahan?." Tanya Alya.
"Aku menyesal." Kata Badri.
"Aldi kasi baju itu padanya." Kata Alya pada Aldi lalu Alya pergi menghampiri Zidan.
"Bu, lihat kak Alya jagoanku bu." Kata Linda girang pada ibunya Prem.
"Iya nak, semua orang takut sama brandalan itu, kini Alya membereskannya." Kata ibunya Prem tersenyum.
"Zid, kita pulang sekarang." Kata Alya.
"Iya, ayo." Kata Zidan.
Bersambung . . .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. 😉