SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
39. ALYA HAMIL


__ADS_3

Pagi hari Alya bangun dengan badan yang sakit-sakit dengan badan yang penuh merah-merah akibat ulah Zidan dan Alya pergi ke kamar mandi melakukan tespek.


"Aaaaaaa!!!." Teriak Alya, Zidan kaget dan mendekat ke pintu kamar mandi.


"Al, buka pintunya." Kata Zidan panik dan masih telanjang dada. Alya membukanya karena telah selesai dengan aktivitas di kamar mandi. Dan mendorong tubuh Zidan sambil terus berjalan menuju ke meja rias. "Kenapa?." Tanya Zidan yang masih mengikuti Alya.


"Aku bingung mas." Jawab Alya cemberut sambil menyisir rambut yang masih basah di depan cermin.


"Bingung kenapa??." Tanya Zidan lalu mendekat ke arah Alya.


"Bingung perbedaan Aku sama saya." Jawab Alya.


"Maksudnya??." Tanya Zidan tak mengerti.


"Iya, Jika Saya adalah seorang ibu..." kata Alya menggantung perkataannya lalu berdiri berjalan ke arah pintu keluar.


"Terus aku siapa??." Tanya Zidan masih bingung dengan ucapan Alya sambil mengikuti Alya dari belakang.

__ADS_1


"Nah itu aku gak tau kamu siapa?." Kata Alya lalu pergi ke dapur, Zidan mematung di depan kamarnya memikirkan perkataan Alya.


"Apa sih maksudnya. Jika dia seorang ibu?? Berarti aku.." kata Zidan tersenyum saat mengerti apa yang di maksud oleh Alya lalu Zidan menghampiri Alya dan memeluknya dari belakang.


"Jika kamu seorang ibu berarti aku seorang ayah." Bisik Zidan lalu mencium kepala Alya lembut. "Apa benar kamu hamil?." Tanya Zidan, Alya mengangguk dan Zidan jongkok, "selamat datang junior" kata Zidan lalu mencium perut Alya yang masih rata.


"Terus kapan kamu akan menikahiku.?" Tanya Alya.


"Ya tunggu papa sama mama kamu datang." Jawab Zidan santai lalu berjalan menuju ke kamar mandi.


"Gak mau, kamu harus mengenalkanku pada mami." Kata Alya.


"Aku akan menyuruhnya pulang minggu ini." Kata Alya sambil menyajikan makanan diatas meja.


"Ayo sarapan dulu Mas.." kata Alya. Zidan menghentikan langkahnya di depan kamar mandi.


"Iya, Sayang. Mas masih mau mandi dulu, kan gak mungkin makan sambil telanjang dada." kata Zidan langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan melakukan aktivitasnya di kamar mandi.

__ADS_1


"Yang siapkan baju kantorku, hari ini mas akan kekantor." teriak Zidan di dalam kamar mandi. Alya yang mendengar suara Zidan di kamar mandi langsung menjawab "Iya." dan menuju ke lantai 2 untuk menyiapkan baju kantor Zidan.


Zidan yang selesai mandi langsung menuju ke lantai 2 dan memeluk Alya dari belakang.


"Terimakasih sayang." kata Zidan lalu menciup bahu Alya.


"Sama-sama mas." Kata Alya mengelus kepala Zidan. "cepat pakai bajunya saya tunggu di meja makan.. keburu makanannya dingin." kata Alya melepaskan pelukan Zidan lalu pergi.


Zidan memakai bajunya dan menyusul Alya ke meja makan. mereka pun sarapan bersama tidak ada yang bersuara saat mereka makan, kecuali suara sendok dan piring.


"Pulang jam berapa mas?.." Tanya Alya setelah selesai makan, sambil membersihkan piring yang digunakan Zidan dan Alya untuk makan dan membawanya ke dapur untuk di cuci.


"Secepatnya." jawab Zidan yang memainkan hpnya lalu menaruknya dan mendekati Alya yang sedang mencuci piring di dapur. "Kenapa?? mau lagi!." kata Zidan berbisik di telinga Alya lalu mencium leher Alya sambil memeluknya dari belakang.


"iih.. Mas. geli.. Sana pergi nanti telat." kata Alya mendorong dengan bahunya karena kedua tangannya penuh dengan busa.


"Iya, Iya. nanti lanjut lagi ya." kata Zidan lalu menciup pipi Alya sekilas dan pergi.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan mas.." teriak Alya karena Zidan sudah menjauh..


__ADS_2