SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
25. PERNIKAHAN PREM


__ADS_3

Zidan bercerita sambil tersenyum mengingat kejadian di masa lalu bersama Alya. Aldi, Aldo dan Alfin ikut tertawa.


"Ada apa?," tanya Alya. "Tertawa gak ngajak-ngajak.." sambung Alya yang tiba-tiba muncul. Semua orang diam mereka saling memberi isyarat mata. Lalu Zidan berdiri dan menghampiri Alya.


"Tadi foto siapa?? Lucu sekali, tapi sayang gara-gara foto itu tanganmu yang lembut jadi terluka." Kata Zidan dengan senyuman yang lebar lalu mencium tangan Alya yang terluka dengan lembut.


"Oh, jadi kalian menertawakan fotoku ya! Iya." Kata Alya dengan marah yang di buat-buat. "Kalian tau jam berapa ini? Sebentarlagi kalian akan terlambat ke kantor, sana pergi." Kata Alya.


"Kan bosnya ada di sini, iya kan Zid." Kata Alfin.


"Aku juga marah!! Kalian mengentengkan pekerjaan karena aku sekarang jadi sahabat kalian gitu?, kalau tugas kalian terbengkalai maka aku tidak akan segan-segan untuk memecat kalian. Mengerti kalian! Sana berangkat!." Kata Zidan dengan nada tinggi seperti bos bicara pada anak buahnya.


"Baik pak." Jawab Aldi, Aldo dan Alfin bersamaan lalu mereka pergi.


"Kenapa kamu masih disini! Sana pergi??." Kata Alya pada Zidan.


"Aku sakit karena ulahmu lihat mukaku bengkak kan gak mungkin aku ke kantor dengan muka kaya gini.". Kata Zidan. "Kamu kenapa gak kekantor tapi pakai baju rapi??." Tanya Zidan.


"Aku mau menghadiri undangan pernikahannya Prem." Kata Alya santai.


"Kamu harus magang di kantorku, kalau sering bolos aku adukan kamu ke dosen pembimbingmu biar kamu gak diluluskan." Kata Zidan.


"Jangan dong pak bos. Aku janji setelah ini gak bolos lagi, dan akan patuh pada perintah pak bos tapi izinkan aku ya untuk menghadiri pernikahannya Prem ini adalah hari yang bahagia buat dia. Aku gak mau lumutan di kampus itu sudah 3 tahun lamanya aku gak lulus, masak tahun ini gak lulus lagi." Kata Alya manja.


"Dengan syarat aku ikut denganmu. Gimana??." Tanya Zidan.


"Kan muka pak bos bengkak gak bisa dong.. pergi dengan muka seperti itu." Kata Alya.


"Ya udah kamu juga gak boleh pergi, kan tanganmu juga luka." Kata Zidan tak mau mengalah.


"Iya deh. Sana cepat ganti bajunya aku tunggu. Jangan lama-lama pak bos." Kata Alya.


"Disini siapa bosnya? Kok ngatur-ngatur aku kamu." Kata Zidan protes.


"Iya, iya deh maaf." Kata Alya lalu Zidan pergi.


Tak lama kemudian Zidan datang dengan menggunakan jaket.

__ADS_1


"Apa kita akan pergi dengan motor??." Tanya Alya.


"Kenapa?." Tanya balik Zidan.


"Karena kalau kita menggunakan mobil akan terjebak macet." Jawab Alya.


"Ayo". Kata Zidan lalu Alya melempar kunci motornya pada Zidan, mereka pun pergi.


1 jam perjalanan Zidan dan Alya sampai di rumah Prem, di depan rumah Prem sudah ada Man yang menunggu.


"Aldo, Aldi dan Alfin tidak ikut?." Tanya Man saat Alya dan Zidan ada di depan Man.


"Mereka kerja mungkin pulang kerja kesini." Jawab Zidan.


"Ayo masuk." Kata Man, lalu mereka masuk.


"Terimakasih nak Alya gara-gara kamu Prem berubah menjadi manusia lebih baik." Kata ibu Prem menyambut Alya.


"Prem berubah karena dia ingin berubah bu, aku cuma menunjukkan jalan yang benar buat dia." Kata Alya tersenyum.


"Alya." Kata Prem datang dengan seorang perempuan.


"Bukan dia adikku, Linda." Kata Prem.


"Lin, dia Alya." Kata prem memperkenalkan Linda pada Alya.


"Kak Prem sudah menceritakan tentang kakak ke Linda". Kata Linda berjaba tangan dengan Alya.


"Apa ceritanya menyeramkan?." Tanya Alya


"Tidak, kak Alya adalan teladan buat Linda. Linda ingin menjadi seperti kak Alya." Jawab Linda.


"Jadilah diri sendiri jangan menjadi orang lain. Pesan kakak, Linda boleh meniru kebaikan kakak tapi kakak juga punya keburukan jadi jangan di tiru ya?." Kata Alya tersenyum lebar, Linda pun mengagguk.


"Ayo silahkan di cicipi dulu hidangannya." Kata Prem.


"Mana istrimu kok gak diperkenalkan pada kami?." Tanya Zidan.

__ADS_1


"Iya sebentar lagi, kalian nikmati dulu hidangannya." Kata Prem tersenyum lalu pergi.


Tidak lama kemudian Prem datang membawa Istrinya dan memperkenalkannya pada Alya dan Zidan mereka berbincang-bincang hingga makan siang tiba.


"Aku ikut bahagia Prem, aku akan pergi dulu ya." Pamit Alya.


"Kalian boleh menginap kok." Kata Prem


"Terimakasih kami masih ada urusan." Kata Zidan.


"Terimakasih sudah hadir." Kata Prem bahagia. Alya pun berdiri dan melangkah keluar dia berpapasan dengan Aldi, Aldo dan Alfin. Prem menghentikan langkah Alya.


"Alya, tunggu!." Teriak Prem lalu Alya menoleh.


"Ada yang ketinggalan, Prem?." Tanya Zidan yang ikut menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Prem


"Kita belum foto, ayo sini bergabung." Kata Prem. Alya ,Zidan, Aldi, Aldo, Alfin dan Man ikut berkumpul termasuk keluaganya Prem.


"1, 2, 3." Kata fotografer (cekrek, cekrek) suara kamera. Aldo mencuri-curi pandangan dengan Linda. Bukan Alya kalau tidak mengerti.


"Prem sepertinya aku menyukai Linda." Kata Alya berbisik pada Prem


"Kenapa?." Tanya Prem


"Lihat Aldi sama Linda, aku perhatikan dia cocok untuk Aldi." Kata Alya tersenyum, Prem ikut tersenyum melihatnya.


"Kita joblangin mereka gimana??." Tanya Prem.


"Jangan terburu-buru aku akan menanyakan ini pada Aldi dan kamu tanyakan pada Linda takutnya Linda memiliki kekasih." Kata Alya.


"Iya, kamu benar." Kata Prem, lalu Alya berdiri ingin melangkah keluar, di ikuti oleh Prem. Namun langkahnya terhendi dan menoleh ke arah Prem


"Ada yang kelinggalan?." Tanya Alya


"Apa?" Tanya balik Prem tak mengerti.


"Bayanganku." Kata Alya bercanda. "Aku mau pulang, nanti kamu panggil lagi. Ada perlu lagi?." Tanya Alya

__ADS_1


"Tidak, terimakasih ya." Kata Prem, Alya tersenyum lalu pergi diikuti Zidan dan Prem mengantar ke depan.


__ADS_2