
Disaat semua orang sedih Adi anaknya pak Rafi.
"Kak Alya!!." Panggil Adi, membuat mata semua orang mengarah ke Adi. Adi lari menghampiri Alya lalu memeluknya. Semua orang terkejut dengan kedatangan Alya begitu juga Alya.
"Kenapa kalian semua ada disini??." Tanya Alya tapi mereka semua malah mematung seakan-akan tak percaya. "Siapa yang sakit?." Tanya Alya. Mereka semua sadar.
"Kamu baik-baik saja Al??." Tanya Aldo.
"Iya aku baik-baik saja." Jawab Alya. Mama Anjani langsung memeluk putrinya karena rasa rindu dan bahagia melihat Alya masih hidup. Alya yang tak mengerti dengan kondisinya hanya mematung.
"Ada apa?." Tanya Alya lagi mengangkat kedua tangannya yang masih di peluk olek mama Anjani. Semua orang tersenyum lalu tertawa karena kekonyolan menangisi orang yang masih hidup dan tak luka sedikitpun.
"Tadi ada yang menelfon papa, dan memberitahu kamu kecelakaan." Kata mama Anjani.
"Mungkin salah sambung pah." Jawab Alya.
"Tidak mungkin polisi menggunakan nomermu." Kata papa Frendi. "Lihat ini, nomer panggilannya nomermu." Sambung papa Frendi sambil menunjukkan daftar panggilan masuk.
"Oh itu hp Alya terjatuh." Kata Alya.
"Kamu ke sini sama siapa sayang." Tanya mami Dinda.
"Mas Zidan." Kata Alya lalu Zidan datang.
"Iya ada apa?." Tanya Zidan tanpa melihat hanya mendengarkan Alya yang menyebut namanya.
"Kenapa tanganmu nak?." Tanya mami Dinda khawatir.
"Kok kalian ada disini?." Kata Zidan.
__ADS_1
"Bukan menjawab kok nanyak balik." Kata mami Dinda.
"Biar Alya yang jelaskan, mas Zidan tidak tau apa-apa." Kata Alya lalu mengajak ke tempat yang santai di ikuti semua orang karena penasaran sehingga membuat mereka menangis tadi. Semua orang di rumah sakit itu melihatnya.
"Ada artis yang dirawat disini kah??." Orang
"Mau kemana orang-orang itu." Orang
"Oh, pantesan. pemilik rumah sakit datang." Kata perawat saat melihat Zidan.
Bahkan ada yang sampai ikut-ikutan berkumpul karena penasaran.
Alya memulai ceritanya
Flashback on
Saat aku pulang setelah membeli escrim ada mobil melaju kencang ingin menabrakku. "ALYA!!." Teriak Ramzi lalu menarik tangan Alya, Alya jatuh di trotoar. Ramzi tertabrak.
"Al, aku ingin mengalahkankamu dalam pertandingan, memang aku berbuat curang untuk memenangkannya tapi aku melakukannya dengan terang-terangan. Bukan seperti ini caranya, mereka iri padamu Al karena kamu selalu memenangakannya. Mereka sudah merencanakan sebelumnya tapi aku tidak menyetujuinya. Maafkan aku jika selama ini membuatmu tak nyaman." Kata Ramzi terbata-bata.
"Ramzi bertahanlah." Kata Alya panik lalu pergi meninggalkan Ramzi yang tergeletak di jalan dengan berlumuran darah dan mengejar kelompok yang menabraknya karena tidak membawa kendaraan Alya meminjam ke pada orang lewat dan menjamin gelang masnya lalu tancap gas. Alya tidak menyadari ponselnya terjatuh di dekat Ramzi bersama eskrim yang sudah mencair
Kelompok itu melarikan diri dengan gelisa ke sebuah cafe, dengan mudah Alya menemukan keberadaannya kelompok itu terdiri dari 3 laki-laki diantaranya Riyan, Putra, dan Tara. Dan Alya menerobos masuk ke dalam, lalu menghajar 3 laki-laki itu tanpa ampun. Tanpa Alya sadari Zidan berada di cafe itu bersama pak Hari rekan bisnisnya, semua diam saat Alya masuk, Zidan memperhatikannya. "Ada apalagi ini." Gumam Zidan sambil menggelengkan kepala. Alya terus menghajar 3 laki-laki itu dan tak peduli keadaan di dalam cafe. Saat Alya menghajar Putra, Riyan mengeluarkan pisau dan ingin menusuk Alya dari belakang. Zidan yang melihatnya.. "ALYA!!!." Kata Zidan spontan memegang pisau di bagian yang tajam untuk melindungi Alya dan membuat tangan Zidan mengeluarkan darah segar. Alya membalikan badannya dan menghajar Riyan, pak Hari yang melihatnya menelfon polisi seketika. Riyan, Putra dan Tara tergeletak tak bertenaga hingga polisi datang meringkus ketiganya.
Alya panik dan langsung membalutkan syalnya ke tangan Zidan.
"Mas kok ada disini?." Tanya Alya.
"Apa-apaan tadi!." Tanya Zidan marah.
__ADS_1
"Aku akan menjelaskannya setelah ini, ikut denganku dulu ada sahabatku yang terluka." Kata Alya menarik tangan Zidan. Alya mengajak Zidan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) ternyata sudah banyak orang berkerumuan dan para polisi.
"Tega ya mereka menghabisinya." Warga.
"Ini namanya korban tabrak lari." Warga.
Dan banyak warga yang miris melihat Ramzi yang tergeletak.
Flashback off
"Begitu ceritanya. Karena di TKP sudah ada yang menangani aku dan suamiku langsung menuju kerumah sakit ini untuk mengobati tangan mas Zidan. Jadi yang meninggal itu bukan Aku tapi Ramzi." Kata Alya mengakhiri ceritanya. Dan mereka ke ruangan tempat Ramzi di rawat dan menghubung keluarganya Alya memberi bantuan ke pada keluarganya serta menanggung pemakamanya. Zidan sangat berterimakasih pada keluarga Ramzi dan mengratiskannya biaya rumah sakit. Keluarga Ramzi terpukul mendengar kematiannya Ramzi.
"Kami berhutang nyawa dengan keluarga Ramzi, terimakasih saja tak cukup untuk menebusnya. Biarkan kami yang akan menyekolahkan Raka (anak sematawayang Ramzi) sampai lulus kuliah. " Kata Zidan ikut berkaca-kaca.
"Maaf pak Zidan kami masih mampu untuk menyekolahkan Raka. Dan ini sudah lebih dari cukup buat kami, istri pak Zidan tidak bersalah dalam hal ini. Terimakasih banyak pak." Kata Istri Ramzi sambil menangis tersedu-sedu.
Zidan dan Alya pulang di ikuti semua orang yang dengan rasa gembira karena berita kematian Alya adalah berita bohong.
Di perjalanan keluar Aldo menarik tangan Aleksa..
"Aku ingin bicara dengan mu.." Kata Aldo.
"Kakak tunggu dimobil ya.." kata Alek meninggalkan Aleksa bersama Aldo.
"Ada apa??." tanya Aleksa saat Aldo dan Aleksa duduk di kursi taman dekat rumah sakit..
"Aku ingin menagih janjimu. untuk memperkenalkanku dengan temanmu." kata Aldo.
"Ooh.. Itu. sepertinya mereka sudah punya pasangan, bagaimana kalau kau bersamaku saja." Kata Aleksa tersenyum. Aldo hanya diam saja. "Tidak usah jawab sekarang, kamu bisa menelfonku nanti kalau kamu sudah memikirkan jawabanmu.. kita kan tidak usah tukeran nomer hp, nih nomermu tetap kusimpan." kata Aleksa memberi tahu Aldo nomer hpnya di hp Aleksa. Aldo yang melihatnya cuma bisa melotot karena Aleksa menyimpan nomer hpnya dengan tulisa my love.
__ADS_1
"Aku tunggu jawabanmu.. Daaa." Kata Aleksa pergi meninggalkan Aldo yang masih mematung sambil melambaikan tangannya kearah Aldo..