
Di sisi lain Alya sama Zidan makan di kantin kantor.
"Sejak kapan kamu jahil pak bos?." Tanya Alya.
"Dari lahir." Jawab Zidan santai.
"Ah, yang benar." Kata Alya.
"Iya, pas aku masih bayi aku sering nangis saat di gendong papi tapi saat di gendong mami aku tenang." Kata Zidan.
"Benarkah?." Alya bertanya lagi. Zidan menganguk kepalanya.
"Waktu itu mami lagi masak setelah aku pura-pura tidur terus papi pulang kerja mencium aku, jadi aku menangis. Kamu tau apa yang terjadi setelah itu?." Kata Zidan. Alya menggelengkan kepalannya.
"Papi di omelin oleh mami karena membangunkanku. 'Anak tidur di bangunin, papi tahu tidak mami kesulitan menidurkannya.'" Kata Zidan sambil meragakan ibu-ibu yang lagi ngomel-ngomel. Alya tertawa.
"Aku yakin kamu lagi bohongin aku." Kata Alya sambil tertawa.
"Beneran." Kata Zidan sambil mengunyah makanannya, "Jangan tertawa terus nanti tersedak loh." Sambung Zidan.
"Habisnya kamu lucu, anak kecil pasti percaya dengan ceritamu tapi aku tidak." Kata Alya. "Masa bayi bisa pura-pura tidur dan menjahili papinya." Sambung Alya.
"Ya sudah kalau gak percaya gak papa, aku juga gak ingat kejadian itu. Tapi mami yang cerita saat melihat fotoku waktu masih bayi." Kata Zidan.
"Oh, kalau seorang ibu tidak pernah berbohong pada anaknya. Oke aku percaya dah." Kata Alya melanjutkan makannya.
"Oh iya, saat pertama kali aku ke apartemenmu aku bertanya-tanya. Kenapa geng AL tinggal bersamamu? Tapi aku tidak pernah melihat orang bisu di geng Al." Kata Zidan.
"Oh itu." Kata Alya dengan mulut penuh makanan. "Aku kenal Alfin saat pertama kali masuk kampus hp kami tertukar, kalau Aldo aku mengenalnya dari Alfin." Sambung Alya.
__ADS_1
"Aku sering melihat Aldi di area balapan akhir-akhir ini apa dia juga anggota geng Al?." Tanya Zidan.
"Bisa jadi. Terus si bisu siapa maksud pak bos?." Tanya Alya balik.
"Itu si bisu yang selalu memenangkan pertandingan dan aku selalu memeluknya saat pertandingan selesai." Kata Zidan.
"Pertandingan apa? Geng Al apa sih? Aku tidak mengerti." Kata Alya berbohong.
"Oh, iya kamu kan perempuan ya gak akan mengerti." Kata Zidan. "Kamu tau foto geng Al di apartemenmu di sana ada Aldo dan Alfin?." Tanya Zidan.
"Oh itu, Alfin yang memajangnya." Kata Alya.
Setelah selesai Zidan dan Alya kembali bekerja, Alya selalu ikut kemanapun Zidan pergi rapat dan mendatangi lokasi yang bekerja sama dengan Zidan, sampai sore mereka pulang ke apartemen Alya.
"Apa orang tuamu tidak pernah mencarimu bos?." Tanya Alya
"Kenapa?." Tanya balik Zidan.
"Ya selalu ada buat mereka karena aku sekarang sibuk jadi aku sering pulang ke sini karena lebih dekat dengan kantorku dari pada harus pulang ke rumah. Bukannya kamu sendiri yang bilang anggap rumah sendiri." Jawab Zidan. "Jadi malam ini aku mau tidur sama kamu." Sambung Zidan sambil tersenyum.
"Kalau pak bos sering-sering tidur sama aku nanti pak bos tergoda lagi, dan Alfin, Aldo dan Aldi lama-lama akan curiga dengan hubungan kita." Kata Alya. "Lebih baik aku tidur di rumah papa besok." Sambung Alya. Zidan tersenyum.
Mereka berdua masuk kamar.
"Zid, keluar dulu gih. Aku mau ganti baju." Kata Alya.
"Gak mau bukannya aku sudah tau semua, kan aku yang selalu bantuin kamu ganti baju saat tanganmu terluka." Kata Zidan.
"Hmm, jangan salahkan aku ya kalau kamu tergoda." Kata Alya yang mulai membuka bajunya dan celananya. Zidan langsung mencium bibir Alya saat Alya terlanjang.
__ADS_1
"Zid, apa yang kamu lakukan??. Kamu mencuri ciuman pertamaku." Kata Alya, saat Zidan melepaskan ciumannya dan turun ke leher Alya. Alya selalu menolaknya. ciuman Zidan turun ke dada hingga Zidan meninggalkan jejak di are itu, kemudian Zidan menjatuhkan Alya ke ranjang dan beraksi Alya menutup matanya saat Zidan tumbang di samping Alya.
"Zid, kita sudah melakukan dosa besar." Kata Alya lemas, Zidan memeluknya.
"Jika yang kita lakukan adalah dosa biar aku yang menanggungnya Al." Kata Zidan lalu mengecup kening Alya. "Yang kita lakukan adalah pahala besar Alya, bukan sebuah dosa kita kan sudah menikah. Aku selalu menahan diriku untuk meminta jatah itu, tapi malam ini adalah malam pertama kita yang tertunda." Gumam Zidan dalam hati.
"Kapan kita menikah?. bagaimana kalau aku hamil?." Tanya Alya.
"Aku tidak akan lari, aku akan bertanggung jawab atas kehamilanmu." Jawab Zidan.
"Bukan itu masalahnya Zid, tapi anak itu anak haram karena hasil dari sebuah berzinaan dan dia juga terputus dari nasab ayahnya. Aku tidak mau nanti dia di katai anak haram." Kata Alya yang sudah menangis.
"Tenang biar saya yang menanggungnya." Kata Zidan sambil mengelus-ngelus kepala Alya.
"Aku besok harus pulang." Kata Alya.
"Apa aku harus mengantarmu pulang?." Tanya Zidan.
"Tidak aku bisa sendiri, Ini hukuman buatmu. aku akan menjauhimu untuk beberapa hari." Kata Alya.
"Aku yakin kamu gak akan sanggup jauh dariku." Kata Zidan
"Aku akan membuktikannya. Besok adalah magang terakhirku di kantor mu setelah itu aku akan pulang." Kata Alya.
"Iya sudah, terserah kamu. Terus kapan aku bertemu dengan papa dan mama?." Tanya Zidan.
"Tunggu kabar dari ku." Jawab Alya dan berbalik membelakangi Zidan.
"Hmmm." Zidan membuang nafasnya. Mereka pun tertidur.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya. 😊