
Di malam hari Alya pergi balapan liar seperti biasa Alya selalu memenangkan pertandingannya dan saat Zidan memeluk Alya dan meminta tanda tangannya, Alya menampar Zidan.
"Kenapa kamu menamparku?." Tanya Zidan sambil mengelus-ngelus pipinya.
Alya diam, tak menjawab. "Karena kamu selalu mengatur hidupku dan membuat ku tidak bisa membantah aturanmu, kamu juga yang membuatku melupakan Jidku, kamu juga membuatku mencintaimu dan takut untuk kehilanganmu. Kapan lagi aku bisa menampar laki-laki yang masuk kekamarku menggunakan kunci cadangan.. kapan lagi aku bisa menampar laki-laki yang lancang menyentuhku dan memanfaatkan tidurku lalu tidur bersamaku tanpa izin dariku main nyosor aja." Gumam Alya dalam hatinya. Lalu mendekati Zidan dan pura-pura mengambil sesuatu di bahunya dengan jari telunjuk dan jempolnya kemudian meniupnya. Alfin yang menyaksikan dan mengerti maksud yang di sampaikan oleh Alya tanpa bersuara.
"Oh, Aly melihat nyamuk di pipi lo Zid." Kata Alfin menjawab pertanyaan Zidan.
"Oh." Kata Zidan yang percaya bahwa ada nyamuk padahal gak ada apa-apa di pipi Zidan, Alya hanya ingin menamparnya. Lalu Zidan pulang, Alya dan gengnya ke apartemen Alya hingga malam tiba.
Sebenarnya jam 21: 22 Alya pulang namun di tengah jalan Alya bertemu dengan jambret lalu mengejarnya dan berkelahi dengan jambret tersebut. Alya menang.
"Kembalikan tasku." Kata Alya meminta tas yang di peluk oleh Alek (seorang jambret).
"Aku terpaksa melakukannya untuk ibuku berobat, jangan laporkan aku ke polisi. Aku butuh uang." Kata Alek.
__ADS_1
"Kamu lapar??." Kata Alya, Alek mengangguk.
"Ayo ikut denganku." Kata Alya. Alek menurutinya dan mereka berhenti di apotik dan membeli peralatan p3k untuk luka Alek akibat ulah Alya. Dan melanjutkan ke restoran, sebelum pesanan datang Alya mengobati Alek, di restoran ada seseorang musuh di kantor Zidan lalu memfoto Alya dengan Alek dan menaruknya di WA grup bisnis. Lihat istrinya pak Zidan kluyuran malam-malam dengan laki-laki lain lagi. Zidan yang masih di kantor marah ketika melihat foto istrinya dengan orang lain.
"Jika kamu butuh pekerjaan datang ke PT P jangan menjambret lagi." Kata Alya memberikan plaster di pelipis Alek.
"Terimakasih." Kata Alek. "Kamu adalah geng Al itu kan?." Tanya Alek. Alya tersenyum.
"Aku sering mengikutimu dan kamu orang bisu itu yang selalu memenangkan pertandingan." Kata Alek.
"Sudah makan dulu, kamu lapar kan." Kata Alya sambil memainkan hpnya.
"Sudah kamu saja yang makan, aku sudah makan tadi." Kata Alya tetap memainkan hpnnya.
Sesudah makan, Alya membayar tagihan dan memesan 1 bungkus makanan lalu pergi.
__ADS_1
"Ayo ketempat ibumu di rawat." Ajak Alya. Alek pun pergi ke rumah sakit S dan menuju ke ruangan tempat ibu Alek dirawat.
"Ini buat ibumu, aku akan bicara dengan dokter yang menangani ibumu." Kata Alya. Alek mengantar Alya kepada dokter yang menangani ibunya Alya.
"Dok, tangani ibu Nani sebaik mungkin biar saya yang menanggung biayanya." Kata Alya saat bertemu dengan Dokter Fifi.
"Baik bu." Kata dokter Fifi. Lalu Alya pergi.
"Salam buat ibu kamu, aku harus pulang. Semoga lekas sembuh" Kata Alya pamitan pada Alek.
"Terimakasih mbak." Jawab Alek lalu Alya pergi.
Seperti biasa Alya masuk rumah menggunakan kunci cadangan, dengan berjalan mengendap-ngendap dan tiba-tiba lampu hidup Zidan sudah di depannya.
"Sudah berapa kali aku peringatkan jangan pulang di atas jam 10 malam!." Kata Zidan serius. Lalu menyeret Alya ke kamar. "Malam ini kamu tidur bersamaku." Kata Zidan lalu mengunci pintu.
__ADS_1
"Gak mau Zid, pasti kamu akan melakukannya lagi." Kata Alya, Zidan tidak menghiraukannya dia menindi Alya dan melancarkan aksinya.
"Zid, sudah." Kata Alya karena badannya berasa sakit-sakit. Zidan tidak peduli dia tetap memuaskan nafsunya. "Siapa suruh makan malam dengan laki-laki." Gumam Zidan dalam hati. Zidan terus melancarkan aksinya hingga tumbang di samping Alya, Alya pasrah tak melawan dan mereka tertidur.