
Matahari malu-malu menampakkan sinarnya. Kondisi Alya sudah membaik tapi tidak bisa ikut kegiatan di sekolah.
"Zid, ayo bangun dan siap-siap berangkat ke sekolah." Kata mami Dinda.
"Iya mami." Kata Zidan bangun dan masuk ke kamar mandi. Setelah selesai dengan aktivitasnya, Zidan memakai seragam.
"Aku betangkat sekolah dulu ya. Semoga kamu cepat sembuh biar bisa sekolah lagi sama aku." Kata Zidan pada Alya.
"Zid, kamu akan membawakan escrem buat aku?." Tanya Alya.
"Iya nanti kalau kamu sudah sembuh." Jawab Zidan.
"Yang rasa coklat." Kata Alya.
"Iya gadis cengeng." Kata Zidan. "Aku berangkat dulu ya, nanti telat." Sambung Zidan lalu pergi sebelum sampai ke pintu langkah Zidan dihentikan oleh Alya.
"Jid." Panggil Alya.
"Ada apa?." Tanya Zidan.
"Aku punya sesuatu buat kamu." Jawab Alya.
"Apa?." Tanya Zidan penasaran.
"Bisakah kamu ambilkan ranselku, tolong." Kata Alya sambil meminta tolong. Zidan pun mengambilnya. "Coba buka dan lihat di dalamnya." Kata Alya. Zidan menurutinya.
"Mobil-mobilan!." Kata Zidan saat melihat mobil-mobilan di dalam ranselnya Alya.
__ADS_1
"Iya, itu buat kamu. Sebagai permintaan maaf aku." Kata Alya.
"Minta maaf?. Buat apa?." Tanya Zidan.
"Kamu ingat dulu aku pernah merusak mobil-mobilan kesayanganmu dan ini sebagai gantinya." Kata Alya sambil mengambil mobil-mobilannya di dalam ransel dan memberikannya pada Zidan.
"Hmm." Zidan mengambil mobil-mobilan. "Aku sudah melupakannya, tapi kamu mengikatkanku. Aku juga minta maaf ya." Kata Zidan sambil memeluk Alya.
"Iya." Alya melepas pelukan Zidan. "Dan ini gambarmu kemarin, aku lebih menyukai gambarmu tapi ini milikmu." Kata Alya sambil memberikan sebuah gambar yang Zidan buat.
"Jika kamu menyukainya Ambil saja. Aku bisa membuatnya lagi kok." Kata Zidan lalu mengambil gambar Alya. " Ini gambarmu." Kata Zidan memberikan gambar pada Alya, karena tidak di ambilnya kemarin. Zidan berian untuk memberikannya lagi.
"Itu jelek, buang saja. Tapi kalau kamu menyukainnya kamu bisa menyimpannya kok." Kata Alya.
"Baiklah saya akan menyimpannya. Dan soal buku gambar yang saya corat coret dulu..." Kata Zidan.
"Terimakasih." Kata Zidan.
"Zid!, ayo berangkat." kata papi Royhan tiba-tiba masuk ke kamar Zidan.
"Ayo pi. Dada gadis cengeng. Cepat sembuh ya." Kata Zidan sambil berlari mengikuti papi Royhan yang sudah menjauh.
"Dada." Kata Alya sambil melambaikan tangannya.
Karena urusan bisnis Alya harus ikut orang tuanya ke luar negeri dan menetap disana untuk beberapa tahun. Hari itu adalah hari terakhir Zidan dan Alya bertemu karena sebelum Zidan pulang sekolah, paman Budi menjemput Alya dan membawa barang-barang Alya yang ada dirumah Zidan.
***
__ADS_1
Flashback off
"Mami dengar kamu sakit?." Kata mami Dinda
"Tidak mami, Alya baik-baik saja." Kata Alya gembira
"Apa kalian cuma mau berdiri di sana Al, ayo ajak mami Dinda bergabung." Kata mama Anjani yang sudah duduk di meja makan bersama papa Frendi.
"Eh ayo mi." Kata Alya menggandeng tangan Mami Dinda menuju meja mekan.
"Oh iya, mi Jid juga ikut kan ?." Kata Alya mecari-cari seseorang bersama mami Dinda.
"Tidak, akhir-akhir ini dia sibuk Al. Mami kesini di antar sama supir tadi." Kata mami Dinda sambil memakan hidangan di depannya. Muka Alya yang awalnya gembira kini berubah sedih.
Mereka menikmati makan dengan nikmat tidak ada yang bersuara cuma bunyi sendok garpu dan piring.
Setelah makan malam selesai
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja Al mami pulang dulu ya." Kata mami Dinda. Alya langsung mencium tangan mami Dinda. Mama Anjani, papa Frendi dan Alya mengantar mami ke pintu depan.
"Da mami, hati-hati di jalan ya.. salam buat Jid." Kata Alya. Setelah mami Dinda pergi Alya yang berjalan menaiki tangga di panggil papa Frendi.
"Al!! Bagaimana kamu setuju tidak.??." Kata papa Frendi. Alya hanya menoleh tak suka dan melanjutkan jalannya tanpa menghiraukan papanya.
"Hem anak itu." Kata papa Frendi membuang nafas kasar.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.. 👍✌ dan komentarnya.
__ADS_1