SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
2. USAHA ALDI MENDEKATI ALYA


__ADS_3

Saat di kantin dekat kampus Alya


"Alya !" Sapa Aldi yang sedari tadi menunggu bosnya itu. Aldi adalah orang yang cerdas dan selalu juara dalam perlombaan waktu di SMA nya dulu. Ia berasal dari kalangan bawah yang di tugaskan oleh ayahnya Alya untuk menjaganya tanpa sepengetahuan dari Alya.


Flashback on


Karena Frendi sibuk dengan urusan pekerjaannya ia mengutus seorang untuk menjaga putri kesayangannya. Saat suruhan dari frendi (ayahnya Alya) datang menemui Aldi di sebuah kafe.


"Terimah kasih sudah mempertimbangkan tawaranku." Kata Budi suruhan Frendi


"Apa untungnya bagi ku, jika aku menjaga wanita gak jelas seperti itu??" Jawab Aldi.


"Jangan pernah bilang wanita itu tidak jelas, dia adalah bosmu mulai sekarang!" Bentak Budi karena tidak terima bosnya di hina. Budi bertahan hidup karena bantuan dari keluarga Frendi ia juga kepercayan keluarga Frendi.


"Terus aku harus bilang apa!! Kerjanya keluyuran malam bersama banyak laki-laki, dan aku pernah melihatnya berkelahi." Kata Aldi mulai terbawa emosi dan memberikan hpnya kepada Budi. Aldi sempat memfoto Alya bersama empat laki-laki dua di antaranya sudah babak balur


"Kamu rahasiakan ini. Tugasmu hanya menjaganya, mengerti!!" Kata Budi membanting hp Aldi dengan kasar dan memegang kerah leher Aldi.


Aldi mulai merasa takut dengan Budi karena ia adalah anak baik yang polos dan tak pernah berkelahi. Jika dalam perdepatan pelajaran dia masih bisa melawan namun tidak dengan fisik dia memilih mengalah, untuk menghindari perkelahian.


"Apa imbalan yang saya dapatkan?" Aldi

__ADS_1


"Kamu akan kuliah secara gratis di universitas A, kami akan memberikan kehidupan yang layak dari sebelumnya. Dan adikmu akan kami biayai sekolahnya. Kamu akan mendapatkan uang perbulannya. Tapi ingat Nona muda kami jangan sampai terluka, jika itu terjadi maka adikmu sebagai jamanannya." Budi


"Jangan pernah macam-macam dengan Mila! (adik kesayangan Aldi)." Aldi


"Jika itu tidak ingin terjadi lakukan tugasmu dengan baik. Jaga nona kami. Untuk saat ini kami akan masukan kamu ke kampus dan dekati nona Alya buat dia percaya bahwa kamu adalah sahabat terbaik nona" Budi


Flashback off


Alya tidak menghiraukan panggilan dari Aldi, dia terus berjalan dan duduk di tempat yang kosong. Aldi tidak menyerah begitu saja ia berdiri mengejar Alya.


"Kalau bukan tawaran yang menggiurkan, aku gak mau bekerja denganmu." gumam Aldi sambil berjalan menuju tempat Alya dan duduk di depannya.


"Alya!! Aku memanggilmu tadi." Aldi yang sudah duduk di depan Alya.


"Mau makan apa?? Aku pesankan". Aldi dengan wajah yang di paksa untuk tersenyum.


"Kamu mau bayarin pesanan aku??." Alya dengan menaikan alis sebelah kanannya.


"Hm. Tidak juga. Aku cuma mau pesankan. Hehehe" Aldi dengan wajah cengengsan.


"Baiklah, pesankan aku pecel lele 2 porsi, teh hanat 1 gelas dan es teh 1 gelas. Kamu pesan sendiri makanan yang kamu suka nanti aku bayarin sebagai ucapan terimakasih". Kata Alya tanpa melihat Aldi karena masih fokus sama hpnya.

__ADS_1


"Terimakasih untuk apa??" Aldi


Alya tidak menjawab pertanyaan dari Aldi. Dia menatap tajam ke arah Aldi hingga membuat Aldi takut melihatnya.


"Siap bos." Spontan Aldi, lalu pergi mesan makanan.


Alya kembali fokus sama hpnya. Aldi sudah 1 minggu mendekati Alya dengan beberapa cara. Mulai mengajak kenalan tidak pernah di balasnya dan sering menyapa di kantin karena kebiasaan Alya sarapan di kantin kampus mereka. Namun Alya tidak pernah meresponnya.


Mungkin karena terlalu sering Aldi mendekatinya. Alya bosan dengan itu ia pun terpaksa menerimanya sebagai teman dan ini pertama kalinya Alya merespon ucapannya walau sedikit cuek.


"Mbak pesan 2 porsi pecel lele dan 1 porsi rawon ya." Kata Aldi pesan makanan pada mbak Ijah (penjaga kantin).


"Baik mas, minumnya apa?." Tanya mbak Ijah


"Es hangat 3 gelas." Jawab Aldi. Mbak Ijah bingung.


"Bisa di ulang lagi mas." Kata mak Ijah.


"ES HANGAT 3 PORSI MBAK." Kata Aldi mengulang ucapannya.


"Maaf di dini gak ada minuman es hangat mas." Kata mbak Ijah. Aldi memukul jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Eh, maaf salah kata mbak, maksud saya es teh 1 dan teh hangat 2." Kata Aldi dengan senyum cengengesan, mbak Ijah hanya tersenyum.


__ADS_2