SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
11. ALFIN KOMPROMI DENGAN ZIDAN


__ADS_3

Dikantor Zidan. Alfin langsung menerobos masuk diikuti Silvi sekertaris Zindan.


"Maaf pak, tuan ini ingin maksa masuk, padahal sudah saya katakan bapak tidak bisa di ganggu." Kata Silvi.


"Kamu boleh keluar." Kata Zidan pada Silvi


"Ada apa??. Tumben lo kesini." Kata Zidan pada Alfin.


"Zid, lo tau kan besok gue magang di kantor ini." Kata Alfin


"Lalu?." Kata Zidan. Alfin duduk di depan Zidan. Zidan tetap fokus pada leptopnya.


"Gini Zid lo tau Alya kan, gadis yang aku ceritakan ke lo waktu itu." Kata Alfin.


"Iya gara-gara dia lo rela tidak meluluskan diri selama 3 tahun, paman dan bibik sampek bosan nasehatin lo." Kata Zidan tetap fokus pada leptopnya.


"Bukan begitu Zid, gue janji tahun ini gue akan lulus kuliah. Bantu gue ya, gadis itu tidak bisa masuk besok mungkin lusa bisa masuk." Kata Alfin


"Oh, itu masalahnya. Karena gadis itu adalah gadis yang lo sukai maka gue akan menempatnya bersama Silvi biar dia selalu dalam pantauan gue." Kata Zidan.


"Tidak masalah dia ditaruk di mana, tapi masalahnya dia orangnya suka bolos. Nah gue minta bantuan lo agar tidak melaporkan hal itu kepada dosen pembimbing kami." Kata Alfin.

__ADS_1


"Oke tidak masalah. Lo kenal kan orang ini." Kata Zidan menunjukkan foto pembalap menggunakan helm yang sedang ia peluk. Mata Alfin melotot.


"Hah. Tidak, gue tidak mengenalnya." Kata Alfin terpaksa tersenyum.


"Jangan bohong, gue selalu melihat lo bersama dengan 3 orang laki-laki ini termasuk dia di Markas saat balapan." Kata Zidan


"Kamu sering nonton balapan itu?." Tanya Alfin.


"Iya." Jawab Zidan.


"Tapi gue tidak melihat lo di sana." Kata Alfin


"Gue yakin lo mengenalnya." Sambung Zidan.


"Iya gue mengenalnya, lalu lo mau apa?" Tanya Alfin. Zidan tersenyum.


"Karena gue penggemar beratnya gue ingin mengenalnya lebih dekat lagi, apa benar dia bisu? Kenapa setiap bicara dia cuma menggeleng dan mengangguk. Dan saat gue mengajaknya makan dia selalu menolaknya." Kata Zidan. Alfin mengambil alih leptop Zidan dan menghapus semua foto tentang Alya.


"Gue akan menenalkan lo suatu saat nanti." Kata Alfin sambil tersenyum


"Hai apa yang lo lakukan Fin?" Kata Zidan mencari-cari foto, "lo menghapusnya! ." Sambung Zidan marah.

__ADS_1


"Hahaha kamu lucu itu gadis cengeng itu kan! Lo masih menyimpan semua kenangan itu dengan rapi." Kata Alfin saat melihat foto anak kecil di leptop Zidan.


"Apakah lo tidak merindukannya Fin." Kini wajah Zidan berubah sedih.


"Zid sampai kapan lo akan menunggunya namanya saja sudah lupa, dulu saja saat nginep di rumah lo, selalu lo jahilin setelah ditinggal pergi lo malah rindu." Kata Alfin.


Tok tok tok.


"Masuk." Kata Zidan


"Waktunya metting pak." Kata Silvi


"Baik." Jawab Zidan. Kemudian Silvi pergi dan Zidan berdiri ingin menyusul Silvi


"Dan, tentang gadis gue?." Kata Alfin.


"Kalau lo setuju tentang pembalap itu gue juga." Kata Zidan.


"Beri waktu gue untuk memperkenalkannya kepada lo, dia tidak mau identitasnya terbongkar. Tapi gue janji akan memperkenalkan lo nanti." Alfin


"Baiklah." Kata Zidan.

__ADS_1


__ADS_2