SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
41. ALYA MARAH


__ADS_3

Pagi yang cerah udara yang sejuk Alya dan Zidan kembali ke kota. Zidan ke kantor karena bosan dirumah Alya pergi ke apartemen menemui Aldo, Aldi dan Alfin.


"Aku dengar kamu sudah tunangan Di, wah bawa calon istri nih nanti ke acara wisuda." Kata Alya.


"Bukan calon istri Al, tapi sudah jadi istrinya." Kata Aldo.


"Kok bisa?." Tanya Alya.


"Iya soalnya ibunya Aldi gak mau kalau tunangan, langsung nikah aja. Maka dari itu Aldi gak pernah nginep di apartemenmu lagi." Jawab Alfin.


"Gak papa, kamu sudah punya kerjaan Di?." Tanya Alya.


"Iya, jagain kamu." Jawab Aldi.


"Aku pecat kamu ya, soalnya aku bisa jaga diri kok." Kata Alya.


"Terus aku kerja apa Al?? Kok main pecat dadakan." Kata Aldi sedih.


"Ya jaga istri lah." Kata Alya santai.


"Kan gak dapat gaji." Kata Aldi dengan wajah di tekuk.


"Kamu mau kerja di kantor Z??." Tanya Alya.

__ADS_1


"Kantornya pak Zidan?" Tanya balik Aldi.


"Iya. Nanti aku bantu bicara sama pak bos" Kata Alya.


"Gak papa deh yang penting halal." Kata Aldi pasrah.


Alya masuk dan menelfon papa Frendi.


"Gimana kabarnya pah?." Tanya Alya saat tersambung.


"Baik, mama juga baik. Kamu gimana??." Jawab papa Frendi.


"Kurang baik pah, soalnya gak ada papa sama mamah di sini." Jawab Alya. "Oh Iya, Alya sudah lulus kuliah pah sebentar lagi wisuda papa cepat pulang ya. Sesuai perjanjian jika Alya belum menemukan calon untuk Alya maka papah boleh jodohkan Alya, tapi lebih baik perjodohan yang papa rencanakan di batalkan saja karena Alya sudah menemukan calon pendamping Alya yang nantinya akan Alya kenalkan pada mama dan papa." Sambung Alya gembira.


"Alya menolaknya pah." Jawab Alya kecewa.


"Sudah papah daftarkan dan di buatkan surat nikahnya." Kata papa Frendi.


"Papa jahat, papa sudah melanggar janji sendiri. Alya kan belum lulus kok main nikah-nikahan sih tanpa izin Alya lagi." Kata Alya marah.


"Hallo, Alya papa gak dengar.. hallo, hallo. Tuuuuuut." Kata papa Frendi pura-pura sinyal buruk dan mematikan ponselnya.


"Alya belum selesai bicara pa.. hallo. Yah putus." Kata Alya kecewa. Terus menelfon lagi namun tak tersambung, Alya membanting telfonnya lalu pulang ke rumahnya. Alfin, Aldi dan Aldo yang melihat Alya khawatir.

__ADS_1


"Aku akan pulang." Kata Alya sambil berjalan cepat dengan amarah. Alfin langsung memberi pesan pada Zidan.


" Zid, pulang sekarang istri lo marah gue takut terjadi sesuatu padanya." Pesan Alfin.


Zidan yang melihat pesan dari Alfin di ponselnya langsung menyusul Alya pulang. Dirumah Alya, Alya membanting semua barang yang ada di hadapannya Zidan cuma memperhatikan sampai amarah Alya mereda.


"Huh, buat aku repot saja tu anak. Ujung-ujungnya aku yang bersihkan semuannya, sudah sering pulang malam sekarang berani bawa laki-laki kerumah. Tapi untung juga nanti aku dapat gaji tambahan dari tuan." Gumam bi Shita.


Setelah semua barang berserakan di bawah Alya menjatuhkan diri ke lantai dan menangis sambil memeluk lututnya.


"Kalau sudah gitu pasti lari ke kamar." Gumam bi Shita lagi karena tau kebiasaan Alya kalau marah sama orang tuanya. Tak lama tebakan bi Shinta benar Alya lari ke kamarnya dan mengurung diri Zidan mengejarnya. Bi Shita merapikan barang yang berserakan di lantai, dan membersikan beberapa pot bunga yang pecah karena di lempar Alya.


"Ada apa sayang?." Tanya Zidan yang sudah ada di kamar Alya. Alya yang menangis karena mendengar suara Zidan, langsung memeluk Zidan. Zidan mengelus-ngelus punggung Alya, agar Alya bisa lebih tenang. "Sudah jangan nangis." Kata Zidan sambil mengusap airmata Alya. "Kan kasian sama junior." Sambung Zidan.


"Mas, apa kamu akan meninggalkanku??." Tanya Alya setelah tangisannya berhenti.


"Tidak akan." Jawab Zidan sambil tersenyum.


"Walau aku adalah seorang istri dari orang lain?." Tanya Alya.


"Kamu istriku Al, dan tidak ada yang bisa merebutnya dariku." Kata Zidan.


"Aku membenci papa, mas. Dia telah menikahkanku dengan orang lain tanpa sepengatahuanku." Kata Alya sedih.

__ADS_1


"Sudah, kamu istirahat dulu, biar mas yang akan bicara sama papa nanti." Kata Zidan dan Alya pun tertidur.


__ADS_2