
Paginya Alya menyiapkan teh di meja dekat balkon setelah membersihkan diri. Zidan baru keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Alya yang duduk di ayunan lalu mencium kepalannya.
"Minum tehnya dulu mas." Kata Alya.
"Iya." Kata Zidan lalu mengambil teh di atas meja.
"Gimana rasanya?." Tanya Alya.
"Sepertinya kurang manis sayang." Kata Zidan. Alya langsung mengambil alih cangkir yang berisi teh lalu menyicipinya.
"Manis ini mas." Kata Alya.
"Masak." Kata Zidan mengambil teh di tangan Alya dan mencari bekas bibir Alya lalu meminumnya tepat di bekas bibir Alya.
"Ini baru manis." Kata Zidan. Alya tersenyum.
"Mas nanti sore datang?." Tanya Alya
"Ke mana?." Tanyak balik Zidan.
"Pertandingannya Al." Kata Alya.
"Oh, sudah pasti." Kata Zidan.
"Bareng ya. Adek mau ikut." Kata Alya.
"Jangan macam-macam ya nonton saja." Kata Zidan khawatir kalau Alya cemburu akan menghajar Aly penggemar Zidan.
"Mas tenang aja." Kata Alya senyum.
"Baik lah. Mas ke kantor dulu nanti mas jemput kamu ya." Kata Zidan, Alya menganguk. Zidan mencium pipi Alya lalu pergi.
Hari menjelang sore Zidan pulang untuk menjemput Alya. Alya sudah siap menunggu Zidan dengan baju santainya.
__ADS_1
"Ayo kita pergi." Kata Alya.
"Mas belum mandi." Kata Zidan.
"Gak usah mandi nanti keburu pertandingannya di mulai, ayo." Kata Alya menarik nangan Zidan. Zidan mengalah dan mereka pergi. Sebelum sampai ke tujuan Alya meminta Zidan untuk berbelok arah dan menghentikan mobilnya di deler Al.
"Fan, sudah siap?." Tanya Alya pada Alfan.
"Sudah bos, ini pakaiannya." Jawab Alfan sambil memberikan pakaian balap pada Alya.
"Kamu cek lagi motorku nanti akan langsung aku pakai." Kata Alya pergi mengganti pakaian.
Alfin dan Aldo datang.
"Loh, bos ada disini." Kata Aldo saat melihat Zidan.
"Iya, Alya mengajakku tadi." Kata Zidan sambil memainkan hpnya.
Alya datang dengan pakaian balapnya tanpa helm
Zidan yang mendengar suara istrinya langsung melihatnya.
"Apa yang kamu pakai, kita cuma melihatnya tidak ikut balapan." Kata Zidan. "Ganti pakaiannya." Sambung Zidan.
"Gak mau nanti keburu telat." Kata Alya langsung memakai helmnya dan mengambil kunci sepeda motornya kemudian memberikan kepada Zidan.
"Ayo pergi." Kata Alya.
"Mungkin ini bawaan junior, sabar, sabar." Gumam Zidan dalam hati sambil mengelus dadanya.
Mereka pun pergi ke tempat balapan di adakan, dan di sana para pembalap sudah siap di lepaskan. Alya dan Zidan turun dari motornya Alya langsung menaiki motornya sebelum Zidan mengambil kuncinya dan ikut bergabung dengan para pembalap. Zidan terkejut dengan sikap Alya yang tiba-tiba saat ingin mengejarnya Alfin mecegahnya.
"Fin, dia akan ikut balapan." Kata Zidan cemas.
__ADS_1
"Iya, gue sudah tau." Kata Alfin santai. Zidan yang ingin menghampiri Alya ditarik tangannya oleh Alfin.
"Lo mau cari mati Zid?." Kata Alfin marah. "Balapannya sudah di lepas tunggu di sini dan lihat saja oke." Sambung Alfin.
"Tapi Aly..." kata Zidan terpotong.
"Iya gue tau Aly ikut balapan dari dulu malah." Kata Alfin, Zidan terkejut.
"Lo rahasiain ini dari gue, Aly itu Alya??." Kata Zidan marah. Alfin mengangguk, "Kenapa lo gak bilang hah." Sambung Zidan.
"Rahasia Alya, dan kini jadi rahasia umum." Kata Alfin, Zidan tidak tenang melihat balapan itu mondar mandir dan ingin cepat di selesaikan karena khawatir dengan keadaan Alya.
Tak lama kemudian balapan selesai dan Alya tetap jadi juara karena banyak yang menyukai Al banyak juga yang mengabadikannya di hp lalu mempostingnya, Al jadi terkenal bukan cuma di kotanya tapi juga di luar kota saat Al mengalahkan Ramzi. Banyak dari penggemarnya yang meminta foto dan tanda tangannya. Zidan menerobos ke tengah-tengah penggemar Alya.
"Al kamu gak papa?." Tanya Zidan khawatir.
"Gak papa mas." Jawab Alya. Yang awalnya rame berebutan antrian semua penggemar Alya diam seketika mendengal Al bicara.
"Apa aku tidak salah dengar?? Dia bisa berbicara.." (penggemar)
"Tidak. kaliat tidak salah dengar, saya memang bisa bucara.." Jawab Alya dan membuka helmnya di tempat umum
"Ternyata Al bisa bicara." Seorang penggemar berteriak
"Al tidak bisu." (Penggemar)
"Al terbaik." (Penggemar)
Dan banyak pujian lainnya, selain yang memuji ada juga yang awalnya penggemar menjadi tak suka dengan Alya.
"Waw dia cantik." PL (Penggemar laki-laki ) kemudian pacarnya menjewer telingannya.
"Dasar mata keranjang, ayo pulang." Pacar PL
__ADS_1
"Sakit yang, lepaskan." Kata PL. "Bukannya di setiap pertandingan Al kamu paling semangat menyemangati Al. Dan paling keras bilang AL I LOVE YOU. Aku tidak marah, tapi setelah kamu tau Al perempuan kok kamu marah sih yang." Kata PL sambil mengelus telinganya yang memerah.
Zidan yang berada di sambing Alya langsung mengajak Alya pulang diikuti Aldo dan Alfin.