SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
22. ALFIN PATAH HATI


__ADS_3

Dirumah Zidan, mami Dinda, kak Jihan, papi Frendi, mami Anjani dan semua tamu undangan sudah datang. Zidan langsung menerobos masuk.


"Mi. Apa-apa ini kok dadakan sih." Bisik Zidan protes.


"Sudah. Ikuti saja jangan memalukan mami oke, sana cepat ganti bajumu." Kata mami Dinda.


"Tapi mi." Kata Zidan. mami Dinda pergi tak lagi menghiraukan rengekan anaknya, Zidan membuang nafas kasarnya.


"Heh Zid, kok ada pak Frendi dan bu Anjani di sini. Apa mereka keluarga lo juga?." Tanya Alfin di saat melihat mama Anjani dan papa Frendi.


"Yang mana si Fin?." Tanya balik Zidan karena tidak mengenal orang yang Alfin maksud. Zidan sudah memakai baju resminya.


"Itu." Jawab Alfin menunjuk mama Anjani.


"Lo mengenalnya?." Tanya Zidan.


"Iya." Jawab Alfin


"Itu mertua gue." Kata Zidan sambil merapikan bajunya dengan wajah yang di tekuk.


"APA!!!" Kata Alfin membesarkan matanya. "Mertua lo?" Kata Alfin.


"Iya, kenapa?" Tanya Zidan.


"Patah hati gue Zid, gagal deh, jadi manantu." Kata Alfin sedih.

__ADS_1


"Maksud lo apa sih, gue gak ngerti." Kata Zidan.


"Mereka orang tuanya Alya dan Alya adalah putri satu-satunya." Kata Alfin.


"Alya!. Maksud lo Alya gadis cengeng itu??." Tanya Zidan terkejut.


"Iya, Zid. Alya buat gue ya Zid. Sudah bertahun-tahun gue suka sama dia." Rengek Alfin.


"Lo benar gue harus ikuti apa kata mami dan terima saja perjodohan ini, karena orang tua tahu yang tarbaik untuk anaknya." Kata Zidan senyum bahagia.


"Zid, nyesel gue bilang ke kamu seperti itu, kalau gue tahu yang di jodohkan sama lo adalah Alya gue gak bakalan nasehati lo seperti itu." Kata Alfin berkaca-kaca. Zidan memeluknya sambil menepuk-nepuk pelan bahunya.


"Cup cup cup, gak usah nangis." Kata Zidan.


"Patah hati gue Zid." Kata Alfin sedih.


"Seharusnya lo pilih gadis cengeng itu Zid, bukan Alya." Kata Alfin.


"Itu yang gue lakukan Fin, Alya adalah gadis cengeng yang gue ceritakan ke lo." Kata Zidan.


"Bagaimana lo bisa tau kalau Alya adalah gadis cengeng yang lo maksud?." Tanya Alfin.


"Lo ingat tadi malam Prem membawakan escrim untuk Alya?." Tanya Zidan.


"Iya." Jawab Alfin.

__ADS_1


"Gue ingat sama gadis cengeng gue, saat gue kembali dari kamar mandi gue main nyosor aja makan escremnya Alya, pasalnya sejak Alya pergi dari rumah gue gak mau menyentuh atau memakan escrem lagi, awalnya cuma nyicipin 1 sendok takut berubah rasanya tapi tetap enak kayak dulu, nyoba lagi 1 sendok eh malah ketagihan pas mau nambah 1 sendok tiba-tiba tangan Alya menjewer telinga gue. Lo malah tertawa sama geng Al bukannya nolongin gue." Kata Zidan ngambek sedangkan Alfin tertawa lagi.


"Hemm iya kan lo tertawa, satu lagi yang membuat gue yakin kalau itu adalah gadis cengeng yang gue cari pas sarapan tadi pagi Aldi cerita tetang kesedihan Alya dan ternyata yang membuat dia sedih adalah seorang anak kecil yang meminta mobil-mobilan dan membuat Alya ingat pada Jidnya. Lo ingat gue tersedak waktu itu?." Tanya Zidan.


"Iya. Gue ingat semuanya, ternyata lo lebih mengenalnya dari pada gue." Kata Alfin.


"Lo mengenal Alya lebih baik Fin, lo lebih peka tentang kesedihan yang Alya sembunyikan dari pada gue." Kata Zidan.


"Gue rela deh Alya menikah sama lo, lo harus bahagiain dia." Kata Alfin pasrah.


"Jangan sedih lagi dong, gue ceritan kenapa ada benda keras jatuh pas lo pulang ke apartemen Alya. Waktu itu lo sama Aldo ke kantor, Alya sama Aldi menemui pak Rafi. Nah saat itu gue penasaran sama kamar Alya jadi gue membuka pintu kamarnya ternyata tidak terkunci ya gue masuk aja lagian dia pernah bilang anggap rumah sendiri. Saat gue masuk gue melihat bantal yang basah ternyata gadis cengeng gue gak berubah dan gue pun tertidur di tepat itu. Tapi sebelum itu gue jahilin Alya lagi dengan menyembunyikan gambar yang gue buat untuk Alya dulu, gambar itu gue ambil dan tinggal figoranya saja di kamar Alya. Pas Alya pulang dia narik-narik tangan gue dan mendorong gue keluar dari kamarnya saat gue diluar kamar Alya, Alya melempar pos bunga hias tapi meleset akibatnya pot itu jatuh disaat itu kamu datang." Kata Zidan. Alfin tertawa lepas.


"Lo tahu kenapa sebelum kita keluar Alya teriak kencang nama gue?." Tanya Zidan


"Ya karena Alya tahu barangnya hilang." Kata Alfin sambil tertawa. "Jahil juga lo Zid, hati-hati kenak amukan Alya." Sambung Alfin masih belum berhenti tertawa.


"Fin lo harus janji sama gue jangan kasi tau Alya kalau gue adalah Jidnya." Kata Zidan.


"Iya. Gue tahu maksud lo. Lo pasti akan menjahilinya kan. Gue baru lihat sifat lo yang ini Zid, biasanya serius dan gak suka main-main." Kata Alfin.


"Nak kok gak turun-turun ayo semua orang sudah nungguin kamu." Kata mami Dinda yang tiba-tiba menemui Zidan dan Alfin di lantai dua


"Iya mi. Nih Zidan sudah siap." Kata Zidan semangat lalu pergi mengikuti mami yang sudah jalan lebih dulu.


Acara akad berjalan dengan lancar tanpa kehadiran Alya dan Zidan sudah sah menjadi suaminya Alya. Tamu yang di undang cuma kerabat dekat serta keluarga Zidan dan keluarga Alya.

__ADS_1


"Selamat Bro." Kata Alfan memeluk Zidan.


"Terimakasih ya." Kata Zidan membalas pelukan Alfin.


__ADS_2