
"Alya." Panggil Zidan lembut saat mereka sudah menjauh dari keramaian.
"Hmm." Jawab Alya.
"Apa kamu baik-baik saja?." Tanya Zidan.
"Kenapa?." Tanya Alya, Zidan menghentikan motornya di pinggir jalan dan turun.
"Lihat aku." Kata Zidan memegang wajah Alya, mereka saling bertatap. Lalu Zidan memakaikan jaketnya pada Alya. "Kamu kelihatan pucat." Sambung Zidan.
"Aku cuma butuh istirahat. ayo pulang" Kata Alya. Zidan pun menaiki motornya kembali dan melaju dengan kecepatan sedang.
"Jika kamu pusing, kamu boleh pegang aku agar tidak jatuh, peluk juga boleh" kata Zidan seyum. Alya pun memeluk Zidan dari belakang.
"Apakah kamu menyukaiku Al?." Tanya Zidan.
"Iya, karena kamu peka. Tanpa orang memintanya kamu tau apa yang di butuhkan oleh orang tersebut, itu tandanya kamu orang yang baik tidak ingin melihat orang itu meminta bantuanmu kamu sudah membantunya sebelum orang itu memohon dihadapanmu." Kata Alya memejamkan matanya di punggung Zidan.
"Terimakasih." Kata Zidan. Dalam perjalan tidak ada yang bicara setelah itu hingga Zidan berhenti di rumah sakit terdekat.
"Al!." Panggil Zidan namun tidak ada sautan. Zidan memegang tangan Alya seperti tidak bertenaga dia menoleh. "Al, apa kamu baik-baik saja?." Tanya Zidan, namun tidak ada jawaban Zidan panik dan memanggil suster yang lewat.
"Tolong bantu saya sus." Kata Zidan saat suster sudah di depannya, suster memaggil temanya dan membawa Alya keruang UGD. Zidan menunggu di depan ruangan tak lama dokter datang.
"Tolong dok selamatkan istri saya." Kata Zidan.
"Silang tunggu diluar biar saya periksa keadaan istri bapak." Kata dokter, Zidan pun menurut dan mondar mandir di depan ruangan.
15 menit kemudian dokter keluar.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istri saya dok?." Tanya Zidan. Pertanyaan Zidan belum di jawab oleh dokter, Alya sudah muncul dari ruangan tersebut.
"Saya baik-baik saja, cuma butuh istirahat, iya kan dok." Kata Alya, dokter mengangguk.
"Ayo pulang, aku gak betah disini." Kata Alya lalu berjalan menuju pintu keluar.
"Iya tunggu sebentar saya masih mau ke resopsiones." Kata Zidan. Alya menunggu diruang tunggu setelah urusan selesai mereka pulang.
Saat diapartemen Alya.
"Kamu bilang aku istrinya pak bos saat di rumah sakit??." Tanya Alya.
"Iya." Jawab Zidan santai.
"Kenapa?." Tanya Alya.
"Boleh aku membantunya.??." Tanya Zidan yang tiba-tiba masuk ke kamar Alya dan melihat Alya menggunakan baju yang satu tangannya keluar dan tangan yang lain masih mengunakan baju.
"Kamu masuk lewat mana??." Tanya Alya kaget dan spontan menarik kaosnya ke bawah dengan lengan satunya di dalam seperti orang yang memiliki 1 tangan.
"Eh, hati-hati." Kata Zidan khawatir karena luka yang baru mengeluarkan darah lagi. "Lihat berdarah lagi kan." Kata Zidan.
"Kamu sih masuk tiba-tiba aku sudah susah payah mengeluarkan lenganku dan sekarang kamu yang masuk entah dari mana." Kata Alya marah.
"Aku masuk lewat pintulah masak lewat cendela." Kata Zidan.
"Ya kali, kan pintunya sudah ku kunci tadi. Kok bisa masuk?." Tanya Alya.
"Kebiasaan lupa kunci pintu." Kata Zidan padahal Zidan menggunakan kunci cadangan masuk ke kamar Alya.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mungkin lupa. Aku masih ingat tadi aku menguncinya." Kata Alya.
"Sudah disini cuma ada kita berdua biar ku bantu" kata Zidan mendekat.
"Tunggu!, kamu harus tutup mata." Kata Alya, Zidan menurutinya dan membantu Alya mengganti baju. Setelah selesai Zidan mengganti perbannya.
"Dalam satu hari kedua tanganmu terluka, kenapa kamu suka menyakiti dirimu?." Tanya Zidan.
"Aku tidak menyakitiku sendiri tapi aku melindungi harga diriku." Jawab Alya.
"Aku yang akan melindungimu." Kata Zidan.
"Kau tidak akan selalu bersama denganku." Kata Alya.
"Aku selalu di sisimu." Kata Zidan.
"Setiap yang hidup akan mati. Dan tergantung kita menjadi hidup yang mulya atau mati terhormat. Kalau kita menyerahkan harga diri kita maka itu akan terhina dan jika hidup kita terhina di depan orang lain bagaimana kita akan di hormati ketika mati, berlomba-lombalah dalam ke baikan dan jangan pernah bosan menjadi orang yang baik maka hidup kita akan mulya mati kita pun akan terhormat." Kata Alya
"Tapi aku berjanji akan selalu melindungimu, maukah kau jadi kekasihku?." Tanya Zidan.
"Aku sudah bilang kalau aku menyukaimu bos." Jawab Alya. Zidan langsung memeluk Alya.
"Terimakasih Al." Kata Zidan.
"Aaau." Kata Alya pura-pura sakit.
"Maaf." Kata Zidan memegang kedua telinganya, Alya tersenyum.
"Bohong." Kata Alya dengan senyum yang lebar sehingga gigi putihnya terlihat.
__ADS_1