
Dikantor Zidan. Mami Dinda mendatangi Alfin.
"Zidan bersamamu kan??." Tanya Mami Dinda.
"Iya tan." Kata Alfin.
"Kamu bisakan membujuknya pulang sekarang." Kata mami Dinda.
"Tapi Zidannya gak mau di ganggu tan, dia butuh sendiri nanti malam akan pulang." Kata Alfin.
"Duh gimana ya nak, acaranya akan di mulai sore ini. Kamu bisa bantu tante kan bawa Zidan pulang cepat sore ini." Kata mami Dinda.
"Acara apa si tan??." Tanya Zidan.
"Zidan mau nikah." Kata mami Dinda.
"Apa!!." Kata Alfin terkejut. "Bukankah terlalu cepat tante." Kata Alfin.
"Iya, ini dadakan acaranya nak. Kamu bisa kan bawa Zidan." Kata mami Dinda.
"Aku masih kerja tante, nanti malam pulangnya." Kata Alfin cari alasan.
"Alah kamu ini. kan kantor ini punya tante jadi kamu pulang sekarang bawa Zidan pulang kerumah tante ya." Kata mami Dinda sambil menarik tangan Alfin yang duduk disuruh berdiri dan mendorongnya untuk cepat pulang.
"Iya,iya tante sabar." Kata Alfin pasrah lalu keluar menuju parkiran dan pulang ke apartemen Alya.
Di apartemen Alya merasa lelah dan masuk ke kamarnya, Alya kaget saat menemukan Zidan di kamarnya.
"Woy bagun!!!." Kata Alya sambil menarik tangan Zidan untuk duduk.
"Ada apa sih Al??. Aku masih mengantuk." Kata Zidan dengan suara bangun tidur, saat mau merebahkan tubuhnya lagi tapi dengan cepat Alya menarik tangan Zidan lagi. "Kamu kan pernah bilang anggap rumah sendiri." Kata Zidan mengusap-ngusap mata dengan kedua tangannya.
"Keluar!!." Kata Alya membuat Aldi yang di bawah menaiki tangga dengan langkah cepat.
"Aku sudah menganggap rumahku sendiri bebas dong ngapain saja. Kok malah disuruh keluar sih. Dimana kesalahanku??." Kata Zidan dengan wajah tak bersalah. Alya menyeret tangan Zidan untuk keluar dari kamarnya saat Zidan di luar kamar Alya melempar pot bunga hias.
__ADS_1
"Sudah ku bilang jangan pernah masuk kekamarku." Kata Alya menutup pintu kamar dengan keras. Aldi pun menghampiri Zidan.
"Apa yang terjadi?." Tanya Aldi sambil menyatukan kedua alisnya. Zidan malah mengangkat ke dua bahunya lalu turun ke bawah diikuti Aldi
"Aku tadi mendengar benda keras jatuh. Ada apa?." Tanya Alfin yang baru datang.
"Itu sepupumu buat ulah sama Alya." Jawab Aldi.
"Sejak kapan kamu jadi kucing sama tikus Zid??." Tanya Alfin. "Tadi malam kenak jewer sekarang kenak lemparan." Sambung Alfin.
"Tidak, lemparan itu meleset, buktinya pecah." Kata Zidan lalu meneguk segelas air.
"Kamu gak pernah melihat Alya marah. Jangan coba-coba Zid. Sini lihat foto ini." Kata Aldi melihatkan Foto Prem dan Man yang babak belur dan Alya berjongkok di depannya sedangkan Aldi dan Alfin ada di belakang Prem dan Man.
"Apa maksud foto ini??." Tanya Zidan tak mengerti. Lalu Aldi menceritakannya yang dia tau.
"Oh, jadi yang tadi malam itu mereka?." Tanya Zidan.
"Iya." Kata Aldi.
"Aku gak menyangka dia bisa melakukannya." Gumam Zidan dalam hati.
"Apa kata lo?." Tanya Zidan.
"Nah gini nih kalau bicara sama orang gila." Kata Alfin.
"Gue masih waras tau." Kata Zidan. "Kok lo pulang cepat?." Tanya Zidan.
"Gue disuruh jemput lo sama tante Dinda, ayo ikut aku." Kata Alfin.
"ZIDANN!!!." Tetiak Alya.
"Ini pasti gara-gara foto itu. Kabur!!!" Gumam Zidan dalam hati.
"Ayo Fin, gue sudah di tunggu mami kan." Kata Zidan menyeret tangan Alfin lalu cepat pergi.
__ADS_1
"Eh, tunggu dulu Zid, Alya memanggil lo tadi." Kata Alfin.
"Ah, lo salah dengar kali. Ayo cepat nanti mami ngomel-ngomel." Kata Zidan langsung keluar. Alya turun tangga dengan cepat tapi tidak menemukan Zidan.
"Mana Zidan?." Tanya Alya pada Aldi.
"Gak tau. Tadi ada urusan mendadak katanya." Kata Aldi. "Emang ada apa bos?." Tanya Aldi.
"Bukan urusanmu. Aku butuh Zidan sekarang. Bilang kalau dia kembali dicari sama aku." Kata Alya lalu kembali kekamarnya.
"Siap bos." Kata Aldi.
Alya keluar kamar dengan pakaian santai.
"Mau kemana bos?" Tanya Aldi.
"Keluar sebentar." Jawab Alya.
"Jangan bos, biar saya yang keluar." Kata Aldi.
"Baik lah belikan escrim ya." Kata Alya
"Beres bos." Kata Aldi.
Setelah pulang Aldi membawa escrim Alya mau keluar lagi.
"Bos ini eskrimnya." Kata Aldi.
"Iya kamu taru saja di kulkas." Kata Alya lalu akan pergi.
"Mau kemana bos.?" Tanya Aldi.
"Aku lapar mau makan." Kata Alya.
"Bos duduk manis saja, biar aku yang akan memasaknya." Kata Aldi, Alya pun menurut.
__ADS_1
Bersambung . . .
Jangan lupa like, vote dan komentarnya. 😍😘😗