SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
34. PERESMIAN DELER MAN


__ADS_3

"Selamat ya Man." Kata Alya menjulurkan tangannya.


"Terimakasih Al, kalian sudah datang." Kata Man membalas.


"Gue ikut senang melihat lo sukses Man." Kata Alfin sambil memeluk sahabatnya.


"Terimakasih Fin." Kata Man membalas pelukan Alfin.


"Selamat ya." Kata Aldi menjulurkan tangannya.


"Terimakasih." Kata Man membalasnya dengan pelukan.


"Ayo silahkan di nikmati." Kata Man kepada geng Al menawarkan hidangan gratis. Dari kejauhan Alya melihat Prem bersama istri dan Linda, kemudia Alya mendekati mereka di ikuti oleh Alfin dan Aldi.


"Aldo tidak ikut?." Tanya Prem saat Alya ikut bergambung dengan keluarganya.


"Mungkin nanti menyusul, soalnya dia lagi kerja belum waktunya pulang." Jawab Alfin. Namun Aldi mencuri-curi pandangan dengan Linda begitu sebaliknya.


"Sudah tembak saja." Kata Alfin menggoda Aldi.


"Linda bisa minta waktunya sebentar?." Tanya Alya.

__ADS_1


"Ada apa kak?." Tanya balik Linda.


"Ini si Aldi, ada yang ingin di bicarakan dengan mu sebentar." Jawab Alya sambil melirik Aldi yang sudah keringat dingin karena grogi.


"Ada apa mas?." Tanya Linda pada Aldi.


"E,, anu. Anu." Kata Aldi sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"Sepertinya kalian butuh bicara empat mata." Goda Prem pada Linda membuat Linda tersipu malu. "Sana dek ajak mas Aldinya." Sambung Prem.


"Ayo mas." Aja Linda pada Aldi lalu pergi, Aldi mengikutinya.


"Kembali bawakan kami kabar gembila ya.." teriak Alfin setelah Aldi dan Linda menjauh.


"Mas apa kamu mau melamar aku?." Tanya Linda tiba-tiba saat mereka sudah ada di tempat yang sepi.


"Siapa yang bilang?." Tanya Aldi tidak percaya.


"Mas Prem. Katanya mas Aldi mau melamar aku minggu depan." Jawab Linda.


"Apa!! Minggu depan!." Kata Aldi kaget.

__ADS_1


"Iya." Jawab Linda santai.


"Mas harus menyiapkan semuannya dek, belum mas harus menjemput ibu dan Mila untuk bertemu dengan orang tua adek. Belum lagi beli cincinnya, saat ini mas masih ngurisin biaya wisuda mas, belum masih sidang Skripsi. Jadi tidak sempat untuk menyiapkan lamaran untukmu." Kata Aldi.


"Alah, kamu kira aku gak tau Di kamu kuliah aja di biayai oleh orang tuaku kan." Kata Alya sedari tadi menguping pembicaraan merekan dan muncul tiba-tiba membuat Aldi malu. "Masalah cincin, biar aku yang nanggung. Sebagai hadiah buat saudaraku." Sambung Alya sambil tersenyum.


"Saudara??." Kata Aldi bingung.


"Iya, kamu kan saudaraku dari nabi Adam." Kata Alya lalu tertawa. Aldi hanya bisa tersenyum.


"Itu sebagai hadiah buatmu karena kamu menjaga rahasiaku selama ini. Sudah tugas kamu jemput ibu dan Mila ke sini, jika tidak punya kosan gak papa dek sementara tinggal di apartemenku." Kata Alya tulus.


"Tapi bos..." kata Aldi belum selesai bicara.


"Masalah ongkos atau kamu tidak punya waktu menjemput mereka. Biar aku kirim orang untuk memjemput mereka kamu kasi tau saja dimana alamatnya biar aku yang akan mengurus semuanya, kamu tinggal terima beres dan tinggal duduk saja oke." Kata Alya.


"Terimakasih bos." Jawab Aldi berkaca-kaca. "Boleh aku peluk bos." Izin Aldi pada Alya.


"Sudah, gak usah peluk-peluk." Kata Alya mengelus lengan Aldi.


Aldo datang ikut bergabung.

__ADS_1


"Sie, sie yang mau nikah." Goda Aldo pada Aldi dengan menyenggol bahu Aldi dengan bahunya.


"Apaan sih Do." Kata Aldi malu.


__ADS_2